Berita Terkini

136

INTERNALISASI NILAI DEMOKRASI UNTUK WUJUD PEMILU BERKUALITAS DI JAWA BARAT MELALUI FILM

Bandung, jabar.kpu.go.id – Pemuda sebagai motor penggerak bangsa termasuk dalam kategori pemilih pemula dan pemilih muda yang potensial di Jawa Barat dalam Pemilu 2024 nanti. Pada momentum peringatan 95 tahun sumpah pemuda Komisi Pemilihan Umum (KPU) serentak nonton bareng Film Kejarlah Janji. Gelaran nobar itu dilaksanakan di Politeknik Negeri Bandung, Sabtu (28/10/23). Salah satu ciri demokrasi adalah adanya Pemilu. Nonton bareng ini sebagai upaya KPU untuk menginternalisasi nilai-nilai demokrasi dalam meningkatkan kualitas Pemilu. Melalui film tersebut dapat di simak bagaimana proses penyelenggaraan dan pelaksanaan Pemilu pada tingkat desa yang mencerminkan kompleksitas Pemilu secara garis besar. Diakui Hedi Ardia pada momen acara yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Barat itu bahwa pemilih di Jawa Barat sebanyak 55% termasuk pemilih dengan kategori generasi millennial dan generasi Z. Sehingga diharapkan partisipasi masyarakat dapat meningkat pada Pemilu 2024 nanti. “KPU berupaya untuk menyosialisasikan dan memberikan Pendidikan kepada pemilih untuk mendorong pengetahuan dan wawasan masyarakat demi mencapai tingkat partisipasi Masyarakat yang tinggi dan meningkatkan kualitas demokrasi.” kata Hedi pada sambutan acara yang diikuti sekitar 200 mahasiswa itu. Sementara itu, Cecep Nurzaman – Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat juga menyampaikan KPU menggelar secara serentak nonton bareng film besutan Garin Nugroho ini di seluruh Indonesia. Berkat serentaknya kegiatan ini dan nonton bareng di pondok pesantren yang sebelumnya berhasil diselenggarakan, KPU mendapatkan rekor MURI. Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bandung, Marwansyah mengajak mahasiswa Polban untuk mendukung tugas dan kerja KPU dalam menyukseskan Pemilu 2024 dengan menjadi pemilih yang berkualitas. Menurutnya, majunya pencapaian Pemilu di Indonesia salah satunya dapat dilihat dari partisipasi masyarakat, oleh karena itu melalui film karya KPU RI ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami proses Pemilu namun juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai positif yang harus diimplementasikan pada Pemilu 2024. (Humas KPU Jabar)


Selengkapnya
135

PENYELENGGARA PEMILU HADIR UNTUK SELURUH PEMILIH

Bandung, jabar.kpu.go.id – Penyerahan estafet petaka Kirab Pemilu 2024 di Jawa Barat jalur IV kini hadir di Kota Bandung. Kehadirannya ditandai dengan berkibarnya 18 bendera partai politik peserta Pemilu 2024 di Lapangan Tegal Lega, Kamis (26/10/23). Lewat kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pemilih di Kota Bandung. Ketua KPU Kota Bandung Suharti mengatakan, angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 berjumlah 87,16%. Pencapaian tersebut diatas target rata-rata partisipasi pemilih nasional. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih tersebut adalah dengan menggenjot sosialisasi. "Oleh karena itu saya berharap jumlah partisipasi Masyarakat pada Pemilu 2024 nanti mencapai 90% dan ini tentu perlu dukungan semua pihak," kata Suharti. Selain itu, faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah faktor manpower dari badan ad hoc seperti PPK dan PPS di Kota Bandung menyasar seluruh segmen masyarakat dengan memberikan sosialisasi dan pendidikan Pemilih. Memberikan sosialisasi dan Pendidikan pemilih bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu semata, tapi seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik dapat mengedukasi setiap masyarakat. Kadiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Hedi Ardia menambahkan, Kirab Pemilu 2024 harus menjadi sarana untuk masyarakat di Kota Bandung mendapat informasi Pemilu. Tentu saja, penyebarluasan informasi ini harus masif dilakukan tanpa melihat strata sosial. "Penyelenggara Pemilu tidak hanya hadir pada keramaian, tapi penyelenggara Pemilu harus hadir untuk seluruh Pemilih. Tugas memberikan Pendidikan politik adalah tugas Bersama agar partisipasi pemilih nanti meningkat," ujarnya. Tirtoyuono Penjabat Wali Kota Bandung menambahkan bahwa Kirab Pemilu 2024 menjadi momentum untuk persatuan dan kesatuan bagi regenerasi demokrasi yang jujur dan adil. Ia juga menyebut bahwa seluruh unsur kepentingan seperti Pemerintah, peserta Pemilu, penyelenggara Pemilu, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menyukseskan Pemilu dengan meminimalisir konflik yang akan terjadi. Sebuah cita-cita pada Pemilu 2024 agar berjalan dengan aman dan damai. Sementara itu, inti acara Kirab Pemilu 2024 itu ditandai dengan penyerahan pataka Kirab dari perwakilan partai politik berjumlah 18 setingkat Kota Bandung. Lalu, dilakukan pengucapan deklarasi Pemilu damai yang dipimpin oleh Ketua KPU Kota Bandung, Suharti. Serta, penandatanganan deklarasi itu oleh Penjabat Wali Kota Bandung, Forkopimda setingkat Kota Bandung, serta perwakilan 18 Partai Politik peserta Pemilu 2024 di Kota Bandung. (Humas KPU Jabar)


Selengkapnya
153

PERINGATI HARI SANTRI, KPU NOBAR “KEJARLAH JANJI”

Bandung, jabar.kpu.go.id — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023, KPU di berbagai tingkatan menggelar acara nonton bareng (nobar) Film Kejarlah Janji. Sebuah film sebagai ajang sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih menjelang Pemilu 2024 nanti. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat Hedi Ardia menjelaskan, santri sebagai salah satu pemilih pemula menjadi sasaran KPU dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Terlebih, besarnya potensi pemilih dari kalangan santri di Jawa Barat. “Pada peringatan Hari Santri Nasional 2023 ini, KPU menargetkan sebanyak 8.900 santri bisa ikut menjadi bagian dari kelompok yang kami edukasi tentang Pemilu dan demokrasi. Semoga, pada waktunya mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Hedi dalam siaran pers yang diterima. Pelaksanaan nobar yang diselenggarakan oleh seluruh KPU kabupaten/kota di Jawa Barat tersebar di 28 pondok pesantren. KPU Provinsi Jawa Barat sendiri menggelar acara itu di Pondok Pesantren Al Falah, Kabupaten Bandung. KPU Goes To Pesantren tersebut diikuti 100 orang santri. “Persoalan memilih pemimpin adalah hal yang penting dalam Islam, sehingga dengan adanya sosialisasi pemilih pemula oleh KPU diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para santri tentang pentingnya berdemokrasi,” ucapnya. Santri secara keilmuan tidak hanya berbekal pengetahuan dunia melainkan diimbangi dengan pengetahuan agama. Dengan dua pengetahuan yang dimiliki, seorang santri dapat menunjukkan perilaku-perilaku yang demokratis. “Nilai-nilai demokrasi sudah tertanam dalam diri santri, sebagaimana yang telah dipelajarinya baik dalam Quran maupun dalam kitab-kitab klasik dan sejarah Islam, bahwa semua orang dan semua bangsa adalah manusia pilihan yang sederajat di hadapan Tuhan,” ujarnya. Seperti diketahui, pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan menggunakan hak suara dalam penyelenggaraan Pemilu. Sedangkan, pemilih muda merupakan pemilih yang berusia sekitar 17 sampai dengan 40 tahun, dilihat dari rentang usia pemilih muda dapat dikategorikan sebagai pemilih millenial. Jumlah pemilih muda secara nasional sekitar 107 juta jiwa atau sekitar 53 — 55% dari total jumlah pemilih pada Pemilu tahun 2024. Sehingga, jumlah tersebut sangat potensial untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu tahun 2024. “Di Jawa Barat sendiri jumlah pemilih dari generasi Z itu mencapai 7,4 juta dan generasi milenialnya mencapainya 11,6 juta,” paparnya.   Bandung, 22 Oktober 2023 Humas KPU Provinsi Jawa Barat


Selengkapnya
240

KPU JABAR TERIMA KUNRES KOMISI II DPR RI

Bandung, jabar.kpu.go.id – Komisi II DPR RI sambangi KPU Provinsi Jawa Barat dalam rangka kunjungan kerja reses masa persidangan I tahun sidang 2023 – 2024. Dipimpin oleh Saan Mustofa rombongan diterima oleh Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jawa Barat beserta jajaran Sekretariat, Rabu (4/10/23). Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menjelaskan maksud dan tujuan dari kunres kali ini adalah untuk mengetahui persiapan dan kesiapan KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan Pemilu dan Pilkada 2024. “Kami dari Komisi II ingin memastikan kesiapan penyelenggara Pemilu untuk pelaksanaan Pemilu 2024 nanti, karena penyelenggara Pemilu merupakan garda terdepan sebagai pelaksana dan maupun output dari kesuksesan Pemilu.” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu. Ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat yaitu terkait tahapan penyelenggaraan Pemilu yang saat ini tengah memasuki tahap pencermatan dan penyusunan Daftar Calon Tetap (DCT). Kemudian, dijelaskan terkait dengan kesiapan logistik untuk Pemilu yang kurang lebih terlaksana selama empat bulan lagi. Pada Pemilu nanti sekitar 35.714.901 jiwa penduduk di Jawa Barat akan menjadi pemilih. Hal itu menandakan bahwa Provinsi ini sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Jika dibandingkan dengan jumlah pemilih 2019 yang mencapai 33.376.905 ada pertambahan jumlah pemilih sekitar 2.337.996. “Sebagai wilayah dengan pemilih terbanyak, maka suksesnya Pemilu 2024 di Jawa Barat adalah kerja Bersama.” kata Ummi Wahyuni. Selanjutnya, Ummi menjelaskan bahwa jumlah daerah pemilihan (dapil) di Jawa Barat tersebar 11 dapil untuk pemilihan DPR RI, 15 dapil untuk DPRD Provinsi, dan 153 dapil yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota. Selebihnya Ummi menjabarkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jawa Barat mencapai 140.457 yang tersebar di 627 Kecamatan dan 5.957 Desa/Kelurahan. Lebih dalam Ummi menjelaskan bahwa jumlah kursi yang akan dijadikan ajang kontestasi di Jawa Barat sebanyak 91 kursi untuk DPR RI, 120 kursi untuk DPRD Provinsi, dan 1.295 kursi untuk DPRD Kabupaten/Kota. Sehingga bila ditotal mencapai 1.506 kursi. “Sebagai penyelenggara Pemilu tentu pekerjaan ini tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh dukungan sarana dan prasarana, serta sinergitas Bersama-sama untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas di Jawa Barat.” tutur Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua KPU Provinsi Jawa Barat itu. Pada kunjungan kerja DPR RI itu turut hadir dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementrian Dalam Negeri Dr. Yusharto Huntoyungo, M.PD, serta Fungsional Ahli Utama Penata Kelola Pemilu KPU RI yaitu Purwoto Ruslan Hidayat. Tidak hanya itu, Nampak hadir Ketua KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. (Humas KPU Jabar*)


Selengkapnya
266

KPU Imbau Caleg Serahkan Pengunduran Diri

  BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengimbau partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 agar segera menyerahkan surat pemberhentian diri dari para caleg provinsi yang sebelumnya berprofesi seperti yang diatur dalam PKPU. Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar Hedi Ardia mengungkapkan, sesuai ketentuan pasal 14 ayat 3 dan pasal 15 ayat 3 Peraturan KPU (PKPU) No 10/2023 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Derah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota disebutkan bahwa mereka yang berstatus sebagai Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, ASN, TNI, POLRI, Direksi Komisaris, Dewan Pengawas, Karyawan BUMN, dan BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara harus mundur dari jabatannya. Klik Disini


Selengkapnya
203

SEMARAK KIRAB PEMILU DI KABUPATEN SUKABUMI, MASYARAKAT ANTUSIAS

Kab. Sukabumi, jabar.kpu.go.id – KPU Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyerakan Pataka Kirab Pemilu 2024 ke KPU Kabupaten Sukabumi. Prosesi penyerahan pataka tersebut secara seremonial dilangsungkan anatara dua Provinsi, yaitu KPU Provinsi Banten dan KPU Provinsi Jawa Barat. Acara berlangsung di Cibareno, Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok tepat sebagai wilayah perbatasan antara kedua Provinsi tersebut, Senin (25/9/23). Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Data dan Informasi, Ahmad Nur Hidayat menghadiri kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kirab Pemilu 2024 harus menjadi ajang penyebaran informasi seputar Pemilu yang mengedukasi Masyarakat sekitar agar mau ikut serta menjadi pemilih cerdas. Ahmad menyebut bahwa peran antusiasme masyarakat menyambut Pemilu 2024 di Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman menjelaskan  dalam kegiatan itu, pihaknya telah menerima pataka pemilu, pataka KPU, Pataka bendera merah putih dari KPU Kabupaten lebak atau KPU Provinsi Banten. “Sudah kita terima oleh provinsi Jabar, bersama KPU Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya. “Kita 8 hari nanti akan melakukan kirab keliling terutama di selatan, kita akan mengadakan beberapa kegiatan sosialisasi gunanya untuk meningkatkan partisipasi di tahun 2024 nanti,” imbuhnya. Dalam sosialisasi nanti, kata Ferry, jajaran KPU Kabupaten Sukabumi juga berkewajiban untuk mengenalkan seluruh partai politik yang menjadi peserta pemilu 2024 nanti kepada masyarakat luas. “Total ada 18 partai politik nanti ikut di kontentasi pemilu 2024. Kita ini menjadi KPU yang rutenya terpanjang, kita nanti melewati ada 3 kabupaten, Cianjur, Garut, Tasik dan terakhir di Pangandaran,” terangnya. “Jadi rangkaiannya itu selain dari kirab kita akan berkunjung ke kampung adat Cipta mulya, Sinar Resmi kecamatan Cisolok, dan kampung Cibeas Kecamatan Simpenan,” sambungnya. Rencananya Kirab Pemilu 2024 di Kabupaten Sukabumi akan berlangsung selama tujuh hari dan diisi oleh serangkaian sosialisasi dan Pendidikan pemilih yang menyasar banyak segmen Masyarakat, seperti pemilih pemula hingga masyarakat adat yang ada disana. Turut menyaksikan helatan tersebut perwakilan Bupati Kabupaten Sukabumi yakni Asisten Daerah III bidang pemerintahan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, serta perwakilan dari 18 partai politik tingkat Kabupaten Sukabumi. (Siho ed Uman/Doc. Syahril)


Selengkapnya