Berita Terkini

68

KPU Bahas Peluang Penerapan Pemungutan Suara Khusus pada Pemilu

TANGERANG - Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, bersama Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat, Adie Saputro, menghadiri Forum Diskusi Terpumpun Peluang Penerapan Pemungutan Suara Khusus (Special Voting Arrangement) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta, Kabupaten Tangerang, pada 2–4 Maret 2026. Forum ini menjadi ajang strategis untuk membahas berbagai peluang dan tantangan dalam penerapan mekanisme pemungutan suara khusus sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemilu di Indonesia. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua KPU Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, yang hadir bersama Anggota KPU RI, Idham Holik, pada Senin (2/3/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Eselon I dan II Sekretariat Jenderal KPU, para Ketua KPU Provinsi, Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi, serta jajaran Setjen KPU. Pembahasan mengenai peluang penerapan Special Voting Arrangement menjadi salah satu isu penting karena dinilai sangat dibutuhkan dalam pengelolaan pemilu guna menjamin akses dan partisipasi pemilih secara lebih inklusif dan efektif.


Selengkapnya
74

Program MH JDIH Seri 17 Bahas Reviu Kartu Kendali dan SPIP

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Program MH (Membahas Hukum) JDIH KPU Provinsi Jawa Barat Seri #17 dengan topik Reviu Kartu Kendali dan Dokumen Pendukung SPIP KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Bulan Januari Tahun 2026, pada Kamis (26/02/2026) secara hybrid. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat Aneu Nursifah. Dalam arahanya menggarisbawahi bahwa menjelang bulan suci Ramadhan, Divisi Hukum dan Pengawasan tetap konsisten melaksanakan Program MH (Membahas Hukum) guna memperkuat kapasitas internal. Fokus utama saat ini adalah penguatan instrumen Kartu Kendali SPIP. Meskipun otoritas penandatanganan kini bersifat kolektif, peran pengawasan tetap menjadi pilar krusial bagi instansi.  Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan reviu mendalam terhadap Kartu Kendali dan Dokumen Pendukung SPIP KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Proses verifikasi dilakukan secara mendetail mulai dari Lembar Hasil Pengisian, aspek kepegawaian, hingga evaluasi kinerja untuk memastikan seluruh data dan penanggalan telah sesuai serta terisi dengan lengkap. Dalam sesi ini, dilakukan pula konfirmasi mengenai penetapan Kartu Kendali melalui rapat pleno di tingkat Kabupaten/Kota.  Kegiatan ini ditutup oleh Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Provinsi Jawa Barat Sophia Kurniasari Purba. Dalam arahannya menekankan penguatan ketertiban administrasi pada format dan penanggalan dokumen, percepatan kejelasan status aset kantor demi kepastian hukum serta optimalisasi dokumen Kartu Kendali sebagai representasi akurat implementasi SPIP. Seluruh poin evaluasi ini selanjutnya akan dikoordinasikan dalam rapat bersama unsur pimpinan.  Kegiatan ini diikuti oleh Pegawai di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, Staf Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, dan seluruh CPNS KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta sobat JDIH.


Selengkapnya
66

DKPP Perkuat Koordinasi Tindak Lanjut Putusan Etik Penyelenggara Pemilu

JAKARTA — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar Rapat Fasilitasi Koordinasi Tindak Lanjut Putusan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Hotel Grand Orchardz Rajawali Kemayoran, Jakarta, pada 24–26 Februari 2026. Kegiatan yang dihadiri perwakilan KPU dan Bawaslu dari berbagai daerah ini bertujuan menyamakan persepsi antar lembaga penyelenggara pemilu dalam menindaklanjuti putusan DKPP secara konsisten dan akuntabel. Ketua DKPP Heddy Lugito dalam arahan pembukaannya menekankan pentingnya koordinasi tindak lanjut putusan sebagai instrumen menjaga integritas penyelenggara pemilu. Heddy menyoroti bahwa Pemilu 2024 menghasilkan jumlah perkara etik yang signifikan, sehingga tindak lanjut putusan menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. "Koordinasi tindak lanjut putusan ini menjadi hal yang sangat penting untuk menyamakan frekuensi antara KPU, Bawaslu, dan DKPP. Seluruh penyelenggara pemilu harus saling menghargai tugas, pokok, dan fungsi lembaga masing-masing," tegas Heddy. Senada dengan itu, Anggota DKPP Ratna Dewi Pettalolo menegaskan bahwa setiap putusan DKPP lahir dari proses yang transparan, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menjelaskan bahwa putusan DKPP bersifat final dan mengikat, sehingga KPU maupun Bawaslu wajib menindaklanjutinya paling lambat tujuh hari sejak putusan diterbitkan. "Putusan DKPP sebenarnya berisi harapan — harapan perbaikan proses penyelenggaraan pemilu, harapan peningkatan kualitas kinerja kelembagaan, dan harapan bahwa pemilu akan lebih terjaga setelah putusan diterbitkan," ujar Dewi. Dewi juga menyoroti catatan penting dari Pemilu 2024, di antaranya pemberhentian tidak hormat terhadap Ketua KPU RI yang menurutnya belum pernah terjadi sepanjang sejarah kepemiluan Indonesia, serta meningkatnya pelanggaran etik di tingkat pusat. Ia menekankan bahwa KPU, Bawaslu, dan DKPP merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029. Rapat ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan tema strategis, antara lain perspektif hukum tata negara atas putusan DKPP oleh Prof. Dr. Zainal Arifin, implikasi putusan terhadap profesionalisme penyelenggara oleh Dr. Ida Budhiati, serta pembinaan SDM pasca putusan oleh Yuli Hartaty. Secara khusus, sesi kedua membahas praktik dan tantangan implementasi putusan DKPP di tingkat Provinsi Jawa Barat yang disampaikan oleh Ahmad Nur Hidayat. Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat Eko Iswantoro serta Kabag SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat Yunike Puspita.


Selengkapnya
168

Momentum Ramadan untuk Tinggalkan Legacy Terbaik

BANDUNG – KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan apel pagi pada Senin (23/2/2026) yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari penguatan disiplin dan koordinasi internal lembaga. Bertindak sebagai Pembina Apel, Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i. Sementara itu, Kasubag Teknis Penyelenggara Pemilu, Gemayel Paulus Aruan, memimpin jalannya apel dengan petugas dari jajaran Teknis Penyelenggaraan dan Hukum KPU Jawa Barat. Dalam arahannya, Abdullah Sapi’i menyampaikan bahwa pelaksanaan apel pagi merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai bagian dari KPU Republik Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pejabat manajerial dan fungsional serta para pegawai yang terus berkontribusi kepada Lembaga. Di moment bulan suci Ramadan ini, Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh pegawai yang melaksanakannya. Ia berharap Ramadan menjadi momentum refleksi dan peningkatan kualitas diri, baik secara profesional maupun spiritual, sehingga seluruh jajaran dapat terus menjalankan tugas dan fungsi dengan penuh tanggung jawab. Dalam pesannya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga. Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar ibadah tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga menghadirkan nilai spiritual dan pembentukan karakter. Lebih lanjut, Abdullah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek jasmani dan rohani. Ia mengingatkan bahwa jabatan dan posisi bersifat sementara, namun rekam jejak, kontribusi, dan warisan kinerja (legacy) akan terus dikenang. Oleh karena itu, setiap pegawai diharapkan tidak hanya menjalankan tugas sebatas kewajiban administratif, tetapi juga meninggalkan kontribusi terbaik bagi lembaga yang dimaknai sebagai kesempatan untuk memberikan karya dan dedikasi terbaik yang kelak menjadi inspirasi bagi generasi penerus.


Selengkapnya
103

Program Membahas Hukum JDIH KPU Provinsi Jawa Barat Seri #16

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Program MH (Membahas Hukum) JDIH KPU Provinsi Jawa Barat Seri #16 dengan topik Pengecekan Berita Terkini di Website dan Media Sosial JDIH KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, pada Kamis (12/02/2026) secara hybrid. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Provinsi Jawa Barat Sophia Kurniasari Purba. Dalam arahanya menggarisbawahi bahwa JDIH harus dioptimalkan secara konsisten sebagai layanan informasi publik yang modern, bukan sekadar tempat penyimpanan dokumen. Hal itu dilakukan dengan memastikan kepatuhan pada standar, penyajian konten yang humanis dan mudah diakses (termasuk bagi disabilitas), pembaruan data yang rutin dan aman, sehingga dapat meningkatkan transparansi dan membangun kepercayaan publik. Setelah itu, dilakukan pengecekan website dan media sosial JDIH dipandu oleh Operator JDIH KPU Provinsi Jawa Barat M. Tofan Yuda Saputra. Pengecekan dilakukan terhadap update berita JDIH tahun 2026 di website dan media sosial, minimal memuat kegiatan Raker Hukum dan MH Seri #15 dari KPU Provinsi Jawa Barat. Selain itu, melengkapi publikasi kegiatan hukum tahun 2025 (MH Seri 1 s.d. 14, Rakor SPIP dan JDIH, serta Rakor Evaluasi Permasalahan Hukum dan Pencanangan ZI). Juga memastikan bahan kegiatan hukum tiap satuan kerja telah terdokumentasi, dipublikasikan di media sosial JDIH, dan segera direalisasikan apabila belum terlaksana. Kegiatan ini ditutup oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat Aneu Nursifah. Dalam arahannya, Aneu menekankan bahwa kegiatan MH menjadi ruang pendidikan pemilih sekaligus pembenahan JDIH ke depan, dengan harapan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dapat meraih prestasi JDIH Nasional di tahun 2026 ini. Monitoring Zona Integritas juga akan dilaksanakan bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh Pegawai di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, Staf Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, dan seluruh CPNS KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta sobat JDIH.


Selengkapnya
92

Jumat Sehat Perkuat Kebersamaan

BANDUNG – Seluruh pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan rutin Jumat Sehat pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kantor KPU Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh jajaran pejabat serta seluruh pegawai di lingkungan KPU Jawa Barat. Meski cuaca tampak berawan sejak pagi hari, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap berolahraga bersama. Dengan penuh antusias, para pegawai mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur, diiringi musik penyemangat yang menambah energi dan keceriaan suasana. Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro, turut hadir dan mengikuti kegiatan senam bersama jajaran Pejabat Manajerial dan Fungsional lainnya. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen KPU Jawa Barat dalam menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat silaturahmi antarpegawai. Kegiatan Jumat Sehat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan semangat kerja seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Kegiatan senam sehat ini diharapkan seluruh pegawai di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kerja yang positif guna mendukung kinerja organisasi yang profesional, transparan, dan berintegritas.


Selengkapnya