Berita Terkini

119

Apel Pagi KPU Jabar Jadi Momentum Evaluasi dan Persiapan Tahapan Berikutnya

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar apel pagi rutin di halaman kantor KPU Provinsi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kerja jajaran pegawai, khususnya di masa pasca tahapan pemilu. Apel pagi dipimpin oleh Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan dan Hukum, Sophia Kurniasari Purba, selaku pembina apel. Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi, Sutrisno, bertindak sebagai pemimpin apel, dengan petugas apel berasal dari Subbagian Data dan Informasi. Dalam amanatnya, Sophia menyampaikan Pasca pemilu bukan berarti kerja kita selesai. Justru ini adalah fase penting untuk menjaga kualitas kelembagaan dan mempersiapkan tahapan berikutnya. Sophia juga menyoroti sejumlah agenda penting yang tengah berjalan, termasuk penyusunan artikel naskah ilmiah proses pencalonan oleh KPU Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, khususnya dari bidang hukum, yang saat ini tengah disibukkan dengan penyusunan kajian tersebut. Di sisi lain, KPU Jawa Barat juga akan segera melakukan penyusunan daerah pemilihan (dapil), seiring dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam hal ini, kewenangan penyusunan dapil berada di tangan KPU Provinsi serta KPU Kabupaten/Kota. “Dalam waktu dekat, kita akan intensif melakukan konsultasi dan koordinasi, termasuk dengan para pemangku kepentingan serta partai politik terkait penyusunan daerah pemilihan,” tutupnya.


Selengkapnya
150

Program Membahas Hukum, KPU Jabar Bahas Putusan MK Terkait DPRD Kota Cirebon

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat menggelar Program MH (Membahas Hukum) JDIH Seri #18 dengan topik studi kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 74-01-12-12/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 terkait DPRD Kota Cirebon Daerah Pemilihan 2. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada Kamis (9/4/2026) di Ruang Rapat Pleno KPU Jabar. Acara dibuka oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jawa Barat, Aneu Nursifah. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa putusan MK terkait fenomena suara imbang di Kota Cirebon menjadi bahan evaluasi penting dalam pelaksanaan PSU dan PUSS pada Pemilu 2024. Ia juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi serta tindak lanjut MoU antara KPU dan Kejaksaan. Materi utama disampaikan oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Cirebon, Robby Aurysa Hutagalung. Ia memaparkan secara komprehensif kasus tersebut, mulai dari para pihak, pokok permohonan dan jawaban, alat bukti dan saksi, hingga pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi serta tindak lanjut pascaputusan. Selain itu, disampaikan pula pembelajaran penting dari kasus tersebut. Selanjutnya, Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Jawa Barat, Sophia Kurniasari Purba, memberikan arahan terkait pentingnya akurasi pengisian formulir C-Hasil untuk mencegah PSU dan PUSS. Ia juga menekankan perlunya sinkronisasi data pemilih pindahan guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak pilih. Kegiatan ditutup oleh Aneu Nursifah dengan penekanan pada penguatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi KPPS, khususnya dalam akurasi pengisian formulir. Ia juga menegaskan bahwa dokumentasi di TPS sangat penting sebagai dasar pembelaan hukum di Mahkamah Konstitusi serta bahan evaluasi untuk perbaikan pemilu ke depan. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai KPU Provinsi Jawa Barat, jajaran divisi hukum dan pengawasan, serta CPNS KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat, dan sobat JDIH.


Selengkapnya
103

Memperkuat Fondasi Hari Ini Untuk Pemilu Yang Lebih Baik Esok Hari

JAKARTA – Ketua Divisi SDM, Penelitian, dan Pengembangan KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, hadir sebagai fasilitator dalam Orientasi Tugas Anggota KPU Provinsi serta KPU/KIP Kabupaten/Kota yang diselenggarakan KPU RI di Rindam Jaya, Jakarta (7/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Orientasi Tugas Gelombang V (KPU Provinsi) dan Gelombang XII (KPU/KIP Kabupaten/Kota) yang berlangsung pada 5–10 April 2026. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU RI Parsadaan Harahap, serta dihadiri Idham Holik, Betty Epsilon Idroos, Iffa Rosita, dan August Mellaz bersama jajaran Eselon I dan II Setjen KPU. Sebanyak 141 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini, termasuk 3 peserta PAW dari Jawa Barat yang berasal dari KPU Kabupaten Garut, KPU Kota Depok, dan KPU Kota Bogor. Orientasi ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas melalui materi dari pimpinan KPU RI dan fasilitator, yang menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan kesiapan dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu. Parsadaan Harahap menekankan bahwa SDM merupakan “jantung” KPU yang harus selalu dalam kondisi terbaik. Iffa Rosita menegaskan orientasi sebagai ruang transformasi untuk membentuk pelayan demokrasi yang tangguh dan berintegritas. Idham Holik menggarisbawahi kepemimpinan melayani sebagai fondasi dalam menjaga kemurnian suara rakyat dan kepercayaan publik. Betty Epsilon Idroos menyoroti pentingnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengelolaan informasi, serta digitalisasi sebagai pilar pemilu yang akurat dan transparan. Sementara August Mellaz menekankan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih menjadi kunci dalam menjaga partisipasi serta membangun kepercayaan publik. Fasilitator turut memberikan penguatan teknis dan praktis terkait tugas, wewenang, dan kewajiban anggota KPU, pemilu inklusif, kode etik dan perilaku, mitigasi risiko tahapan, kepemimpinan, komunikasi strategis, hingga penanganan sengketa hukum. Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu bergerak cepat, adaptif, serta menjaga kualitas dan integritas dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Pemilu kuat, lahir dari SDM yang tangguh, melayani, dan berintegritas.


Selengkapnya
114

KPU Provinsi Jawa Barat Terima Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI

BANDUNG - Jajaran Pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, pada Senin (6/4/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB di Ruang VIP Kantor KPU Provinsi Jawa Barat tersebut disambut langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, beserta jajaran komisioner lainnya. Kunjungan ini merupakan agenda silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait penguatan peran lembaga penyelenggara Pemilu. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya bagi KPU untuk tetap menjaga ritme kinerja meskipun saat ini tidak berada dalam tahapan pemilu yang padat. Fokus utama yang perlu diperhatikan adalah pemantapan perencanaan demi mewujudkan pemilu yang lebih berkualitas, jujur, adil, serta mampu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Selain aspek perencanaan, peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi poin krusial yang harus terus diprogramkan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya sosialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan guna membangun pemahaman bersama bahwa Pemilu adalah instrumen penting bagi kepentingan bangsa dan negara. Terkait aspek teknis, diskusi juga menyoroti tugas berkelanjutan KPU Provinsi Jawa Barat dalam memperbaharui dan memvalidasi data pemilih. Akurasi data pemilih seringkali menjadi titik krusial yang memicu keluhan maupun protes dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pembaharuan data secara presisi, terutama mengenai warga yang telah meninggal dunia, menjadi prioritas yang harus dituntaskan. Ahmad Heryawan juga mendorong adanya sosialisasi yang lebih masif mengenai pentingnya pelaporan akte kematian agar sinkronisasi data pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) maupun Daftar Pemilih Tetap (DPT) dapat berjalan optimal. Melalui pemutakhiran data yang akurat dan transparan, diharapkan potensi permasalahan administratif pada masa pemilihan mendatang dapat diminimalisir secara signifikan.


Selengkapnya
137

Tingkatkan Responsivitas, Sekretariat KPU Jabar Gelar Rapat Internal

BANDUNG - Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Sinergi Manajerial dan Fungsional pada Senin (6/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor KPU Provinsi Jawa Barat ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi internal dalam merespons berbagai dinamika strategis yang dihadapi organisasi. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro, dan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat manajerial, pejabat fungsional, serta staf pelaksana di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat. Dalam arahannya, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Eko Iswantoro, menekankan pentingnya keselarasan langkah antara seluruh unit kerja. Menurutnya, sinergi antara manajerial dan fungsional merupakan kunci utama dalam menjaga efektivitas operasional, terutama dalam mengantisipasi tantangan yang muncul di tengah dinamika dilingkunga kerja. “Kita dituntut untuk senantiasa adaptif dan responsif. Rapat ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan upaya strategis untuk memastikan bahwa setiap elemen di Sekretariat KPU Jabar memahami perannya dalam merespons dinamika yang berkembang secara tepat, cepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Eko Iswantoro. Diskusi dalam rapat tersebut berfokus pada pemetaan isu-isu strategis, evaluasi alur kerja internal, serta penguatan komitmen seluruh jajaran dalam memberikan dukungan administratif yang optimal bagi tugas-tugas kelembagaan KPU Provinsi Jawa Barat.


Selengkapnya
139

KPU Jabar Dorong Pengembangan Kompetensi SDM dan Disiplin Kerja

BANDUNG - Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan rutin apel pagi di halaman kantor KPU Jabar, Senin (6/4/2026). Bertindak sebagai Pembina Apel, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, sementara pemimpin apel Kepala Sub Bagian SDM, Norhina Kurniawaty, dengan petugas apel jajaran Sub Bagian Parmas dan SDM. Dalam amanatnya, Ummi Wahyuni mengingatkan bahwa memasuki bulan April 2026, KPU Jabar harus terus berkomitmen menjaga visi misi KPU RI sebagai penyelenggara pemilu yang mandiri, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, profesionalisme lembaga berakar dari kinerja yang baik, yang didorong oleh budaya kerja yang positif. "Budaya kerja di KPU Provinsi Jawa Barat saat ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hal ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, mengingat peran kita sebagai baris terdepan sekaligus suri teladan bagi 27 KPU Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Barat," ujar Ummi. Secara khusus, Ummi menekankan tiga instrumen sederhana dalam etika berkomunikasi yang mampu memberikan dampak besar pada performa kinerja, yakni penggunaan kata 'Tolong', 'Terima Kasih', dan 'Maaf'. "Ketiga kata ini mungkin terdengar sederhana, namun dampaknya luar biasa terhadap kenyamanan lingkungan kerja. Jika budaya kerja kita nyaman dan dipenuhi energi positif, maka motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga akan muncul secara alami," imbuhnya. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, ia juga mengimbau seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga kebugaran fisik agar siap menghadapi ritme kerja tahapan pemilu yang dinamis. Menutup arahannya, Ummi juga menyampaikan dukungan lembaga bagi aparatur sipil yang berencana mengembangkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM akan berkontribusi langsung pada penguatan institusi KPU Provinsi Jawa Barat dalam jangka panjang. Kegiatan apel pagi berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat.


Selengkapnya