Berita Terkini

422

KPU JABAR DAN PAKU PADJADJARAN AJAK MASYARAKAT BERPERAN AKTIF DALAM DEMOKRASI

BANDUNG - KPU Jawa Barat bekerja sama dengan Paku Padjadjaran menggelar acara Sosialisasi Pilkada di Gedung PPFC, Kota Bandung pada Jumat (8/11/2024). Acara ini dihadiri oleh 50 anggota Paku Padjadjaran, bertujuan untuk mengedukasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 yang akan diadakan pada 27 November 2024. Dalam sambutannya, Ketua Umum Paku Padjadjaran, M. Kahfi Nurdiman, menekankan pentingnya menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada komunitas dan keluarga. "Yang terpenting adalah bagaimana penghayatan dan penyebaran informasi ini kepada orang-orang di sekitar kita. Jadilah pemilih yang bijak dan sebarkan pesan ini agar semua bisa berpartisipasi dengan baik," kata Kahfi. Sementara itu, Fahmi Kamal, Kepala Subbagian Parmas KPU Jawa Barat, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini didasarkan pada Peraturan KPU Nomor 620 Tahun 2024. "KPU bekerja sama dengan berbagai kelompok, termasuk pemilih pemula, disabilitas, dan organisasi masyarakat, untuk meningkatkan partisipasi. Diharapkan sinergi ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat minimal setara dengan pencapaian pada pemilu presiden," ujar Fahmi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana Pilkada yang aman dan damai, sesuai dengan tagline KPU Jawa Barat: GEMILANG (Gembira Memilih Langsung). M. Kahfi Nurdiman, sebagai narasumber, menjelaskan bahwa Pilkada bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin yang akan menentukan arah bangsa. "Pemilu adalah momen di mana kita, sebagai rakyat yang berdaulat, menentukan masa depan bangsa. Keputusan yang kita buat di TPS akan memengaruhi hitam putihnya peradaban bangsa," ungkapnya. Trio Hamdoni, pemerhati pemilu lainnya, menyampaikan materi tentang konsep civil engagement dalam pemilu, yang merujuk pada partisipasi aktif warga negara dalam sistem politik. "Partisipasi politik menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil rakyat, yang diawasi oleh masyarakat melalui pemilihan berkala," kata Trio. Ia mengingatkan bahwa demokrasi hanya dapat berjalan efektif jika semua pihak terlibat aktif dalam prosesnya. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta yang antusias mengajukan pertanyaan seputar hak dan peran mereka dalam Pilkada. Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian transport, menandai berakhirnya sesi sosialisasi yang penuh makna ini. KPU Jawa Barat dan Paku Padjadjaran berharap sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan dorongan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam Pilkada dengan penuh kesadaran, serta menyebarluaskan semangat partisipasi kepada lingkungan sekitarnya.


Selengkapnya
455

KPU JABAR GELAR SOSIALISASI PILKADA DI UNISA KUNINGAN, AJAK MAHASISWA JADI PEMILIH CERDAS DAN PARTISIPATIF

KUNINGAN - Dalam rangka menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Jawa Barat pada 27 November 2024, KPU Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan mengadakan sosialisasi bagi mahasiswa dan staf kampus pada Rabu (6/11/2024). Bertempat di Aula UNISA Kuningan, acara ini dihadiri oleh 50 peserta dengan tujuan mengajak pemilih pemula untuk menggunakan hak pilih mereka secara cerdas dan bertanggung jawab. Ketua Pelaksana, Jaenal Gofur Asma Nursalam, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi dalam Pilkada. "Kami berharap kegiatan ini dapat membantu peserta memahami pentingnya Pilkada sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang kompeten. Diharapkan juga peserta bisa menyampaikan informasi ini ke lingkungannya agar semakin banyak yang sadar akan pentingnya pemilu," ujar Jaenal. Sementara itu, Rektor UNISA Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarkan pengetahuan politik kepada masyarakat sekitar. "Kami ingin mahasiswa UNISA menjadi pejuang demokrasi yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih dan melawan ajakan golput," kata Nurul Iman. Ia juga menekankan bahwa suara setiap pemilih memiliki dampak besar dalam membentuk masa depan daerah. Kadiv SDM dan Litbang KPU Jawa Barat, Abdullah Syapi'i dalam sambutannya mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses Pilkada, baik sebagai pemilih maupun sebagai penyelenggara. "Kami mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga ikut menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Partisipasi aktif dari pemilih muda sangat penting untuk mewujudkan Pilkada yang jujur dan transparan," jelas Abdullah. Peran Pemilih Pemula Dr Endun Abdul Haq, pemerhati pemilu, memaparkan pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam Pilkada. Menurutnya, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi. "Partisipasi pemilih pemula perlu didorong karena jumlahnya yang signifikan. Pemilih muda memiliki karakteristik kritis dan penuh rasa ingin tahu, sehingga perlu diberikan edukasi tentang pentingnya memilih pemimpin yang kompeten dan berintegritas," ungkapnya. Tips Jadi Pemilih Cerdas dan Bijak Sebagai narasumber kedua, Nurul Iman Hima Amrullah memberikan tips untuk menjadi pemilih cerdas. Ia menekankan pentingnya memastikan diri terdaftar sebagai pemilih, memeriksa rekam jejak dan program kerja calon, serta memilih berdasarkan visi dan misi yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. "Pemilu bukan hanya sekedar memilih, tetapi adalah tanggung jawab untuk memastikan bahwa kita memilih pemimpin yang akan membawa kemajuan bagi daerah kita," tegas Nurul Iman. Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengawasi setiap tahapan Pilkada agar berjalan adil dan transparan. "Mahasiswa punya peran penting dalam mencegah dan melaporkan kecurangan. Partisipasi aktif ini akan meningkatkan kualitas demokrasi kita," tandasnya.


Selengkapnya
510

KPU SIAPKAN 6 SEGMEN DEAN DURASI 120 MENIT SAAT DEBAT PUBLIK PERDANA PILGUB JABAR 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menggelar debat publik perdana antara Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024 dalam enam segmen. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, debat perdana untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024 ini akan berlangsung pada 11 November di Grha Sanusi, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. "Debat ini terdiri dari enam segmen dengan durasi 120 menit," ucap Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia di Holiday Inn Pasteur, Selasa (5/10/2024). Hedi mengatakan, terdapat tujuh subtema yang bakal dibahas di dalam debat tersebut. "Di antaranya isu perempuan dan anak, pendidikan inklusif, reformasi birokrasi, kesehatan, dan stunting," ungkapnya. Hedi mengatakan, setiap paslon Pilgub Jabar 2024 diperbolehkan untuk membawa maksimal 100 pendukung saat debat nanti. "Ya, masing-masing pasangan calon diperbolehkan membawa seratus pendukung," ujarnya. Pihaknya pun mengingatkan, setiap tim pemenangan paslon Pilgub Jabar 2024 untuk tidak menggunakan antribut kampanye saat pelaksanaan debat nanti. Mengingat, pelaksanaan debat berlangsung di lembaga pendidikan. "Tidak diperbolehkan (atribut kampanye). Kami sudah sampaikan kepada Bawaslu bahwa atribut yang boleh digunakan di tempat debat, meskipun berada di lembaga pendidikan, tidak boleh memuat materi kampanye. Hal ini sudah disepakati," jelasnya. "Kecuali di luar gedung. Namun, penggunaannya tetap akan diminimalisir," lanjutnya. Dalam mengantisipasi kericuhaan saat pelaksanaan debat, pihaknya pun telah menetapkan norma larangan yang harus dipatuhi oleh setiap paslon dan para pendukungnya. "Kami telah menetapkan norma larangan melakukan provokasi, baik terhadap pasangan calon maupun pendukung. Kami berharap kejadian yang tidak diinginkan di daerah lain tidak terjadi di Jawa Barat. Jika nantinya muncul kericuhan, moderator akan diberi kewenangan untuk menghentikan debat," tuturnya. Hedi menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah siap untuk melaksanakan debat perdana Pilgub Jabar 2024. "Secara prinsip, kami sudah siap. Hanya saja, teknisnya yang masih berproses. Mudah-mudahan pada hari Sabtu sudah mencapai 90 persen kesiapan," tegasnya. Saat ini, KPU Jabar tengah fokus mengawal para tim panelis untuk mengikuti karantina pada H-1 jelang debat Pilgub Jabar 2024.  "Pada H-1 kami akan mengundang mereka untuk karantina, guna memaksimalkan penyusunan pertanyaan. Selain itu, kami akan mengukur durasi yang digunakan oleh panelis sesuai alokasi waktu yang ada," terangnya. Hedi menyebut, ada sebanyak tujuh panelis yang disiapkan untuk debat nanti. "Ada beberapa dari luar, namun mayoritas dari Jawa Barat, kebanyakan dari kalangan akademisi," tandasnya.


Selengkapnya
438

KPU JABAR GUNAKAN SIREKAP UNTUK TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PILKADA 2024

JAKARTA – Sesuai arahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, KPU Provinsi Jawa Barat akan tetap menggunakan teknologi informasi melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.  Hal ini disampaikan oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Jabar, Ahmad Nur Hidayat, dalam Rapat Koordinasi Penghitungan dan Rekapitulasi Suara serta Penggunaan Sirekap bagi jajaran KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota pada 31 Oktober hingga 2 November 2024 di Jakarta. Ahmad Nur Hidayat menekankan, KPU Jabar  berkomitmen untuk menjaga keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Pilkada.  “Meskipun kami menghadapi sorotan negatif setelah Pemilu Serentak 2024, kami telah melakukan berbagai perbaikan pada Sirekap," ujar Ahmad usai acara. Sirekap terbagi menjadi dua bagian. Pertama, Sirekap Mobile yang akan digunakan oleh Badan Adhoc KPPS untuk memotret C Hasil di TPS. Aplikasi ini memerlukan pencahayaan yang baik, posisi dan kamera yang tepat, serta koneksi internet yang stabil.  Sirekap Mobile hanya dapat digunakan pada handphone Android Nougat 7 atau keluaran tahun 2016, sementara versi iOS belum dapat digunakan.  "Sirekap Mobile harus digunakan dengan ketelitian. Kami memastikan algoritma yang digunakan sudah berfungsi dengan baik. Kami ingin agar semua data yang dikumpulkan akurat dan dapat dipercaya,” paparnya. Kedua, Sirekap Web, yang digunakan oleh KPU PPK, KPU Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi untuk merekapitulasi hasil suara dari setiap TPS. Dengan teknologi informasi ini, Sirekap menjadi instrumen penting dalam menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam proses Pilkada, yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik.  "Dengan sistem yang transparan dan akurat, masyarakat akan lebih percaya pada integritas dan keabsahan proses Pilkada," lanjut Ahmad.  KPU Jabar juga mengingatkan bahwa jika terjadi kecurangan di tingkat Kabupaten/Kota, penggunaan Sirekap dapat dinonaktifkan hingga data yang disajikan sesuai dengan kebenarannya.  "Kami akan bertindak tegas jika menemukan ketidakberesan. Keterbukaan dan kejujuran adalah prioritas kami," pungkasnya.


Selengkapnya
484

KPU DAN YAYASAN INTAN CENDIKIA AJAK PEMILIH PEMULA JADI GENERASI DEMOKRASI CERDAS

GARUT - Yayasan Intan Cendikia bekerjasama dengan KPU Jawa Barat menyelenggarakan sosialisasi pendidikan pemilih bagi pemilih pemula di SMK Muhammadiyah Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (1/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang kuat mengenai proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 serta meningkatkan partisipasi pemilih yang cerdas dan bijak. Acara sosialisasi Pilkada 2024 ini dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari anggota Yayasan Intan Cendikia dan pelajar setempat. Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Garut mengatakan pentingnya peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada tahun ini. "Pilkada serentak kali ini berbeda dari sebelumnya karena terdapat peningkatan partisipasi yang terus diupayakan oleh KPU, dan target kami adalah mencapai 75 persen," ujar Asyim. Ia mengajak para peserta, terutama pemilih pemula, untuk tidak bersikap apatis dalam menggunakan hak pilih. "Setiap suara sangat berarti dalam menentukan masa depan. Jadilah pemilih yang cerdas, bukan hanya sekadar hadir di TPS tetapi memahami pentingnya pilihan yang dibuat," imbuhnya. Pentingnya Pemahaman Pemilu dan Pilkada bagi Generasi Muda Pemerhati Pemilu, Ujang Mutaqin yang hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut menjelaskan perbedaan antara pemilu dan pilkada, serta prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan pilkada, seperti mandiri, jujur, adil, dan akuntabel. "Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, sedangkan Pilkada melibatkan pemilihan Gubernur, Bupati, dan anggota legislatif daerah. Prinsip ini harus kita pegang teguh agar proses demokrasi berjalan dengan baik," jelasnya. Ujang juga mengingatkan pentingnya memahami Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebagai kategori daftar pemilih yang ada. Ia mengajak para peserta untuk menjadi pemilih cerdas yang bijak dalam menggunakan hak pilih mereka, terutama dalam memahami latar belakang dan visi-misi kandidat. Peran Pemilih Pemula dalam Merawat Demokrasi Dikesempatan yang sama, Tedy Akbar yang juga hadir sebagai pemateri menekankan peran strategis pemilih pemula dalam merawat demokrasi. Menurutnya, Generasi Z, yang kini berada di rentang usia 17-21 tahun, memiliki tanggung jawab besar untuk membangun budaya politik yang sehat. "Generasi muda saat ini rentan terhadap informasi hoaks di media sosial. Karena itu, partisipasi dan sikap kritis pemilih pemula sangat penting untuk menjaga keutuhan demokrasi," ujar Tedy. Ia juga menguraikan bagaimana keterlibatan aktif generasi muda dalam pemilu akan memperkuat suara rakyat, meningkatkan akuntabilitas, dan mencegah disintegrasi sosial. Tedy mengajak peserta untuk bersikap teliti, objektif, dan kritis dalam memilih pemimpin, dengan cara mengevaluasi kandidat secara rasional. "Kenali isu, telaah kandidat, dan buatlah keputusan berdasarkan fakta. Jadilah pemilih yang objektif dan cerdas," tegasnya. Dengan sosialisasi ini, KPU Kabupaten Garut dan Yayasan Intan Cendikia berharap generasi muda semakin siap berpartisipasi dalam Pilkada 2024, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bijak dalam memilih pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi Jawa Barat.


Selengkapnya
487

EDUKASI PEMILIH, YAYASAN HOLISTIKA SINERGI BERDAYA AJAK MASYARAKAT GARUT PILIH PEMIMPIN BERINTEGRITAS

GARUT - Yayasan Holistika Sinergi Berdaya bekerja sama dengan KPU Jawa Barat menggelar sosialisasi pendidikan pemilih dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024. Acara ini berlangsung di Aula Kampus STAI Siliwangi, Garut pada Jumat (1/11/2024) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilih dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari anggota Yayasan Holistika Sinergi Berdaya dan masyarakat setempat. Ketua Yayasan Holistika, Cecep Ernanto mengatakan jika acara ini bertujuan menekankan pentingnya edukasi pemilih. "Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tepat tentang cara memilih pemimpin yang terbaik untuk masa depan Jawa Barat. Pendidikan pemilih adalah pondasi bagi pemilu yang adil dan berintegritas," ujar Cecep. Memilih Pemimpin Berintegritas Sementara itu, Ketua STAI Siliwangi Dr Teddy Sutandy mengingatkan peserta agar cermat dalam memilih pemimpin. Ia menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang besar, sehingga setiap suara memiliki kekuatan signifikan. "Pilihlah pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi Garut dan Jawa Barat. Partisipasi aktif kita adalah kunci perubahan," katanya. Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Garut Asyim Burhani turut menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada. Ia menargetkan peningkatan partisipasi hingga 75 persen dalam pemilu ini. "Setiap pilihan Anda menentukan masa depan daerah kita. Mari kita bersama-sama menciptakan sejarah dengan memilih pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi masyarakat," ucap Asyim. Pentingnya Informasi yang Akurat dan Berimbang Pemerhati pemilu Dr Junaidin Basri yang hadir sebagai pemateri mengajak pemilih agar datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Ia menekankan bahwa KPU, Bawaslu, dan DKPP adalah tiga pemangku kepentingan penting dalam pemilu. "Partisipasi pemilih adalah kunci untuk memastikan kualitas Pilkada. Mari menjadi pemilih cerdas yang memahami substansi pemilu," jelasnya. Cecep Ernanto kemudian melanjutkan materi dengan fokus pada dampak berita palsu dalam Pilkada. "Tidak semua informasi di media sosial itu benar. Kita harus bijak memilih informasi yang akurat agar tidak terpengaruh oleh kabar palsu," tegas Cecep Merangkul Semua Lapisan Dr Teddy Sutandy K menambahkan jika hak masyarakat dalam Pilkada, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Ia mengajak masyarakat untuk bersatu dalam memilih pemimpin Jawa Barat yang akan melayani mereka selama lima tahun mendatang. "Perbedaan pilihan jangan sampai memecah belah. Yang penting, kita biasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa," ungkapnya. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta bersemangat mengajukan pertanyaan terkait Pilkada. Setelah itu, acara ditutup dengan harapan bahwa seluruh peserta dapat menyebarkan pesan ini ke lingkungan masing-masing dan turut berperan aktif dalam proses demokrasi. Dengan adanya sosialisasi ini, Yayasan Holistika Sinergi Berdaya dan KPU Garut berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam Pilkada serta mampu memilih pemimpin yang berintegritas dan berkomitmen membangun Jawa Barat yang lebih baik.


Selengkapnya