Berita Terkini

463

KPU JABAR SUKSES GELAR DEBAT PERTAMA PILGUB JABAR 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat (Jabar) sukses menggelar debat pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2024, di Gedung Graha Sanusi, Unpad, Kota Bandung pada Senin (11/11/2024) malam WIB. Keempat pasangan calon hadir dalam acara tersebut. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. "Alhamdulillah, debat yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 2024 dengan pasangan dari provinsi berjalan dengan baik, menarik, dan sukses," jelasnya. Ummi mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait teknis debat yang memang perlu ada perbaikan. "Kami sangat memahami terkiat kendala teknis, ini menjadi perbaikan nanti untuk debat yang kedua dan ketiga," katanya. Sementara itu, Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar Hedi Ardia menjawab soal kritik dan saran tentang teknis debat yang dinilai terlalu singkat, hanya 2 menit untuk menyampaikan visi-misi dan 45 detik untuk menjawab setiap pertanyaan. "Untuk debat awal saja, setiap pasangan hanya diberikan 2 menit. Kemudian untuk pertanyaan yang diajukan moderator, jawabannya disingkat menjadi 45 detik. Total waktu debat tadi hampir 3 jam," ungkap Hedi. "Bisa dibayangkan jika kita menambah waktu lagi. Saat ini saja, waktu debat yang sudah dipersingkat masih mencapai hampir 3 jam. Itu salah satu poinnya," lanjutnya. Selain itu, untuk durasi waktu ini, kata Heddi, sebetulnya sudah maksimal dengan 2 menit dan 45 detik setiap sesi. "Mungkin bisa diubah, tapi kita perlu mempertimbangkan tingkat konsentrasi penonton. Terlalu lama bisa membuat mereka bosan. Jadi, sebaiknya kita pertahankan durasi sekarang," jelasnya. Selanjutnya untuk debat kedua, Hedi mengaku akan meminta masukan dari tim perumus dan pihak-pihak lain tentang apa saja yang harus diperbaiki. "Tadi saya juga dapat pesan dari tim perumus bahwa kita berhasil menghindari topik yang tidak diinginkan, misalnya tentang harta pribadi, yang bisa mengundang perdebatan di luar konteks tema. Kita sengaja menyesuaikan format tanya-jawab antar pasangan dengan tema yang ditentukan," tandasnya. Diakui oleh seluruh paslon Pilgub Jabar, jika debat pertama ini berjalan lancar dan memuaskan. Seperti yang diutarakan oleh paslon nomor urut satu, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina. "Saya sangat menikmati suasana debat pada hari ini, karena kekeluargaan yang ditimbulkan oleh empat pasangan menunjukkan betapa bahwa ini bukan perlawanan atau konflik, tetapi bagaimana menawarkan program-program yang akan ditempuh dalam 5 tahun ke depan," ujar Acep Adang, seusai debat. Begitu juga yang dirasakan paslon nomor urut dua, Jeje-Ronald. Kendati perlu ada evaluasi terkait waktu yang dinilai terlalu singkat. "Menurut saya perlu dievaluasi kembali ya, agar baik durasi atau polanya, semuanya bisa muncul. Kan debat ini menjadi referensi masyarakat Jabar untuk memilih ya, sehingga tentu baik formatnya, baik waktunya, sehingga kami pada tahun ini bisa mengekspresikan semua konsep pembangunan sehingga rakyat menjadi jelas," katanya. Senada, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie menyatakan jika penampilan mereka pada debat pertama harus pintar-pintar mengatur ritme agar semua gagasan dapat tersampaikan. "Ya, memang waktu yang diberikan sangat sempit, 45 detik. Tapi Alhamdulillah semua bisa dilaksanakan, dan semua pesan saya kira sudah tersampaikan," katanya. Sementara itu, pasangan calon nomor urut empat, Dedi Mulyadi-Erwan menilai jika dalam debat tadi, pertanyaan yang diberikan lebih banyak menyasar hal teknis yang biasa dikerjakan oleh dinas-dinas di pemerintahan. "Sangat teknis, dan itu sesungguhnya jawaban itu yang biasa dikerjakan oleh para kerja teknis pemerintah, karena tugas pemimpin itu adalah mengetahui seluruh persoalan secara utuh, sehingga bisa mengaplikasikan dalam kebijakan-kebijakan kepada masyarakat melalui perangkat pemerintah Provinsi," katanya.


Selengkapnya
448

RESMI BUKA DEBAT PUBLIK PERDANA PILGUB JABAR 2024, UMMI WAHYUNI APRESIASI SINERGI MULTI PIHAK

BANDUNG - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Ummi Wahyuni resmi membuka debat publik perdana Pemilihan Guberner (Pilgub) Jabar 2024 yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kota Bandung, Senin (11/11/2024). Dalam sambutannya, Ummi mengatakan bahwa pelaksanaan debat publik Pilgub Jabar 2024 akan diselenggarakan sebanyak tiga kali.  "Pertama adalah pada tanggal 11 November 2024 bertempat di Kota Bandung, yang kedua nanti akan kita laksanakan pada tanggal 16 November 2024 di Kabupaten Cirebon, dan yang ketiga kita akan melaksanakan debat pada tanggal 23 November 2024 bertempat di Kabupaten Bogor," kata Ummi. Tak lupa, Ummi pun menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada seluruh penyelanggara Pilkada 2024 di Jabar. "Kita punya 27 kabupaten/kota, kita punya 627 PPK yang tersebar di kecamatan, kita punya temen-temen PPS yang tersebar di 5.957 PPS," ujarnya. "Hari ini kita sudah melakukan rekruitmen dan melantik pada tanggal 7 November kemarin, hampir 600 ribu petugas KPPS kita yang nanti akan bekerja di lebih 74 ribu TPS se Jawa Barat," tambahnya. Ummi mengatakan bahwa Jabar menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. "Pada tanggal 22 September 2024 kita menetapkan jumlah pemilih di Jawa Barat sebanyak 35.960.925 pemilih, ini menjadi Provinsi terbesar jumlah pemilihnya di Indonesia," ucapnya. Ummi juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah dibangun pada pelaksanaan Pilkada 2024. "Dengan besarnya jumlah pemilih di Jawa Barat kami sangat sadar pelaksanaan Pilkada kita tidaklah mungkin bisa dilaksanakan tanpa sinergi dan bantuan dari seluruh stakeholder di Jawa Barat," imbuhnya. Terakhir, Ummi pun mengajak masyarakat Jabar untuk datang pada Tempat Pemungutan Suara pada 27 November mendatang. "Atas nama KPU Provinsi Jawa Barat kami mengajak hampir 36 juta pemilih di Jawa Barat untuk datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024," tandasnya.


Selengkapnya
469

KPU JABAR GELAR SOSIALISASI PILKADA 2024 DI UIN BANDUNG

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 2024 di UIN Bandung pada Sabtu (9/11/2024). Acara yang digelar di Aula Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Bandung ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya berpartisipasi dalam Pilkada yang akan diselenggarakan serentak pada 27 November 2024. Ketua Lintas Generasi Indonesia, Fubi Saeful Aziz yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pentingnya mahasiswa untuk lebih peduli terhadap Pilkada dan pentingnya memilih pemimpin yang dapat mengimplementasikan aspirasi rakyat. Ia turut menyampaikan materi tentang makna Pilkada sebagai hak dan kewajiban warga negara. Fubi menjelaskan prinsip-prinsip demokrasi, legitimasi, akuntabilitas, dan partisipasi yang tercermin dalam Pilkada. Fubi pun mengajak peserta untuk menyadari betapa besar peran mereka dalam menentukan masa depan daerah melalui pemilihan kepala daerah yang bebas dan adil. Sementara itu, Kepala Sodiklih Parmas KPU Jabar, Hedi Ardia memaparkan tentang teknis Pilkada 2024 yang akan mencakup pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati. Hedi menyoroti peran generasi muda, yang mencapai 30 persen dari total pemilih, dalam menentukan hasil Pilkada. Ia berharap agar mahasiswa yang hadir tidak termasuk dalam golongan pemuda yang apatis terhadap politik. "Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa dan generasi muda lainnya semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menentukan masa depan daerah melalui partisipasi dalam Pilkada 2024," jelas Hedi.


Selengkapnya
470

GERAKAN EDUKASI PEMILIH: PEMUDA MUHAMMADIYAH JAWA BARAT SIAP SUKSESKAN PILKADA 2024

SUMEDANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat mengadakan sosialisasi pendidikan pemilih untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024. Kegiatan ini berlangsung di Café Buper, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/11/2024), dengan dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari anggota Pemuda Muhammadiyah dan masyarakat setempat. Ketua pelaksana, Inding, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar Pilkada 2024 berjalan lancar dan damai. "Melalui acara sosialisasi ini, kami ingin mengajak Pemuda Muhammadiyah dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam Pilkada 2024. Partisipasi kita sangat penting untuk memastikan pemimpin yang terpilih dapat membawa perubahan positif bagi Jawa Barat," kata Inding. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Reza Arfah, yang menegaskan pentingnya keterlibatan civil society dalam proses demokrasi. "Tema Pilkada KPU ‘Gemilang’ mengingatkan kita bahwa sebagai pemuda, kita harus aktif berperan dalam memastikan Pilkada yang berkualitas. Partisipasi aktif tidak hanya meningkatkan kualitas demokrasi, tetapi juga mendorong kepercayaan masyarakat pada proses pemilu," ujar Reza. Materi pertama disampaikan oleh Reza Arfah, yang menekankan partisipasi sebagai elemen utama dalam demokrasi. "Demokrasi tidak pernah sempurna, tetapi dengan partisipasi yang lebih baik, kualitas pemilu akan meningkat. Media digital dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi tentang calon dan program mereka. Pilihlah pemimpin yang memiliki visi dan misi jelas serta integritas," tambahnya. Ia juga mengajak peserta untuk menjadi pemilih yang bijak dengan menilai calon berdasarkan kapasitas, kapabilitas, dan nilai-nilai etik. Sesi berikutnya dibawakan oleh Suharti, pemerhati pemilu, yang menjelaskan mekanisme Pilkada. "Pilkada Jawa Barat 2024 hanya akan memiliki satu putaran, sehingga penting untuk memastikan pemimpin yang dipilih mendapat dukungan mayoritas. Di beberapa daerah, seperti Ciamis, yang hanya memiliki satu calon, calon tersebut harus memperoleh minimal 50,1% suara agar bisa terpilih. Jika tidak, jabatan kepala daerah akan dipegang oleh penjabat yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri," jelas Suharti. Ia juga menekankan pentingnya edukasi pemilih yang substantif. "Pendidikan pemilih jangan hanya menjadi acara seremonial, tetapi harus menyentuh substansi pemilu. Regulasi pemilu perlu ditegakkan oleh semua pihak, dan masyarakat harus memahami aturan pemilu agar proses berjalan sesuai ketentuan," ujar Suharti. Ia menambahkan bahwa pemilih harus menghindari golput dan memilih dengan bijak untuk kebaikan bersama.


Selengkapnya
449

KPU JABAR GELAR SOSIALISASI PILKADA 2024 DI YAYASAN PESANTREN BAITURROHMAN FIRDY

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat sukses mengadakan acara sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat 2024 di Yayasan Pesantren Baiturrohman Firdy. Acara yang diadakan pada Jumat (8/11/2024) malam ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada puluhan santri dan masyarakat sekitar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam Pilkada. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Sandi Alansyah menyampaikan acara ini diadakan untuk menghapus stigma negatif masyarakat terkait Pilkada dan meningkatkan partisipasi. "Penting bagi masyarakat pesantren untuk turut serta dalam mensukseskan Pilkada Jawa Barat. Harapan kami, peserta yang hadir bisa mendapatkan wawasan baru dan ikut berperan dalam menyebarkan informasi ini," jelasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Baiturrohman Firdy, Hilman Farid menekankan bahwa acara sosialisasi ini bertujuan mendidik masyarakat mengenai proses Pilkada. "Kita harus mendukung dan memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar demi memilih pemimpin terbaik untuk Jawa Barat," ujarnya. Sesi inti dipandu oleh Deni Firman, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Bandung Barat. Ia memberikan penjelasan rinci tentang tahapan Pilkada, tata cara memilih, serta pentingnya memahami visi dan misi calon. "Pemahaman masyarakat tentang proses pemilihan sangat krusial untuk membangun partisipasi aktif. Diharapkan informasi ini dapat memotivasi warga untuk berkontribusi dalam memilih pemimpin yang membawa kemajuan," jelas Deni. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis KPU Jawa Barat dalam mendekatkan informasi Pilkada kepada masyarakat, terutama di kalangan pesantren, guna memastikan pemahaman yang menyeluruh dan partisipasi yang optimal.


Selengkapnya
433

KPU JABAR KOLABORASI DENGAN YAYASAN WIDYA CASTRENA NUSANTARA, DORONG PARTISIPATIF DALAM PILKADA 2024

BANDUNG - Guna mendorong partisipasi aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024, KPU Jawa Barat bekerja sama dengan Yayasan Widya Castrena Nusantara menyelenggarakan acara sosialisasi di Pesantren Al-Quran Taruna Muda, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari kalangan yayasan, bertujuan memperkuat kesadaran pemilih akan pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi. Ketua Yayasan Widya Castrena Nusantara, Ruhendra menekankan bahwa Pilkada adalah momentum penting untuk memilih pemimpin yang kebijakannya akan berpengaruh dalam jangka panjang. "Sosialisasi ini penting agar kita semua memahami calon pemimpin yang akan kita pilih. Setiap suara memiliki tanggung jawab besar, dan kita akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa partisipasi dalam pemilu bukan sekadar hak, tetapi kewajiban moral bagi setiap warga negara. Dalam materi yang disampaikan oleh Ruhendra, dijelaskan bahwa masalah golput dan praktik politik uang masih menjadi tantangan dalam Pilkada. "Pada Pilkada Jawa Barat 2014, angka golput mencapai 30,22 persen. Meskipun menurun menjadi 18,02 persen pada 2019, angka ini tetap signifikan. Partisipasi pemilih sangat penting untuk memastikan pemimpin yang terpilih benar-benar representatif," kata Ruhendra. Ia menegaskan bahwa suara pemilih tidak boleh diperjualbelikan karena memiliki dampak besar terhadap kebijakan lima tahun ke depan. Syahry Ahcyan Tanjung, pemerhati pemilu, menjelaskan peran KPU sebagai penyelenggara yang mengawasi jalannya pemilu di berbagai tingkatan. "KPU, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, adalah lembaga yang memastikan bahwa proses pemilu berjalan dengan adil dan sesuai aturan. Pilkada dapat diibaratkan sebagai pertandingan di mana KPU adalah wasit yang netral, memastikan semua peserta berkompetisi secara sehat," jelas Syahry. Ia mengajak peserta untuk tidak ragu bertanya kepada pihak penyelenggara jika ada informasi yang kurang jelas tentang pemilu. Syahry juga menekankan bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak menyebabkan perpecahan. "Gunakan hak suara sesuai hati nurani dan jangan biarkan perbedaan memecah persatuan kita," katanya sambil mengingatkan pentingnya datang ke TPS dan menggunakan hak pilih dengan bijak. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih, mengurangi angka golput, serta mendorong masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat dan bertanggung jawab, guna membawa Jawa Barat ke arah yang lebih baik.


Selengkapnya