Berita Terkini

747

KPU JABAR GELAR RAPAT PLENO REKAPITULASI PILGUB JABAR TAHUN 2024

KPU Provinsi Jawa Barat hari ini menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024  tingkat provinsi yang berlangsung di Aula Setia Permana, Minggu (08/12/2024) Rapat Pleno diawali pembukaan oleh Plt. Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Aneu Nusifah dan dilanjutkan pembacaan tata tertib oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Adie Saputro. Acara dihadiri seluruh Anggota KPU, Pejabat Struktural dan Fungsional beserta jajaran Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat.  Sementara tamu undangan yang turut hadir dalam rapat pleno tersebut antara lain Bawaslu Jawa Barat, perwakilian masing-masing pasangan calon, pemantau Pemilu, Ketua dan Anggota serta Sekertaris KPU Kabupaten/Kota se- Jawa Barat serta undangan lainnya. Pembacaan hasil rekapitulasi perhitungan suara tersebut dimulai dari Kota Tasikmalaya dan dilanjutkan Kabupaten Pangandaran, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Sumedang, Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Bogor, berakhir pada pukul 22.00 WIB dan akan dilanjutkan pada Senin 9 Desember 2024 pada pukul 09.00 WIB untuk menyampaikan rekapitulasi perhitungan suara dari 9 (sembilan) kabupaten/kota.


Selengkapnya
624

KPU JABAR INTENSIF LAKUKAN MITIGASI SENGKETA HASIL PILKADA SERENTAK 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyatakan bahwa proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jabar saat ini tengah dalam tahap pemantauan, dengan beberapa potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan sengketa hasil yang masih diproses.  Begitu disampaikan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jabar, Aneu Nursifah saat konferensi pers pasca Pemungutan Suara dan Perhitungan Suara Tingkat TPS Pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024, Kamis (28/11/2024). "Hingga siang ini, kami mencatat ada satu Kabupaten, Karawang, yang sudah diputuskan melakukan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL), dan sedang dilaksanakan hari ini," ucap Aneu. Aneu mengatakan, pihaknya telah menerima rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Sukabumi, dan saat ini sedang melakukan pleno untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Di Kabupaten Bogor, pleno serupa juga sedang berlangsung untuk merespons rekomendasi Bawaslu. "Sedangkan di Kabupaten Sukabumi dan Bogor, sedang dalam proses pleno terkait dengan tindak lanjut rekomendasi dari Bawaslu," ujarnya. Selain PSU, lanjut Aneu, KPU Jabar juga tengah memitigasi potensi sengketa hasil Pilkada yang dapat diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Saat ini, lima kabupaten/kota di Jabar telah melaporkan adanya potensi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun demikian, proses pendaftaran belum dilakukan karena masih menunggu hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten dan provinsi. Adapun kelima kabupaten/kota yang melaporkan potensi gugatan ini di antaranya Kota Banjar, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Depok, dan Cianjur.  Aneu berharap, jumlah daerah yang melaporkan potensi sengketa ini tidak bertambah setelah rekapitulasi selesai dilakukan. "Ini masih dalam tahap mitigasi. Kami sedang mengumpulkan alat bukti dari tahapan P2S di tingkat KPPS untuk mempersiapkan segala kemungkinan," pungkasnya.


Selengkapnya
610

PILKADA SERENTAK 2024 BERJALAN LANCAR, KPU JABAR PASTIKAN TAK ADA PEMUNGUTAN SUARA ULANG

BANDUNG – Ketua KPU Jawa Barat, Ummi Wahyuni, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Pemungutan Suara (PPS) yang digelar serentak di seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Menurutnya, tidak ada satu pun TPS yang tertunda, baik karena masalah teknis maupun kendala lainnya. Hal itu disampaikan Ummi saat Konferensi Pers Pasca Pemungutan Suara dan Perhitungan Suara Tingkat TPS Pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Kamis (28/11/2024). "Pelaksanaan PPS berjalan dengan baik dan tanpa penundaan di 74.000 TPS di seluruh Jawa Barat. Semua TPS di 27 kabupaten/kota melaksanakan pemungutan suara secara serentak. Ini adalah sebuah anugerah yang sangat kami syukuri," ujar Ummi Wahyuni, Kamis (28/11/2024). Ummi Wahyuni juga menyampaikan bahwa meskipun ada potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa tempat, hingga saat ini tidak ada TPS yang melaksanakan PSU.  Salah satu kasus yang sempat berpotensi PSU terjadi di Kabupaten Karawang, namun setelah pembahasan lebih lanjut, hal itu berubah menjadi pemungutan suara lanjutan. "Di Karawang, sempat ada rekomendasi PSU, namun setelah koordinasi lebih lanjut, itu akhirnya menjadi pemungutan suara lanjutan, bukan PSU. Ini menunjukkan koordinasi yang baik antara KPU Kabupaten/Kota dengan Bawaslu," tambah Ummi. KPU Jabar juga terus memantau setiap tahapan pelaksanaan Pilkada, termasuk koordinasi dengan Bawaslu untuk memastikan tidak ada masalah yang menghambat proses pemungutan suara. Ummi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, KPU Jabar belum dapat mengumumkan tingkat partisipasi pemilih, karena proses rekapitulasi suara masih berlangsung di tingkat PPK dan akan berlanjut ke kabupaten/kota, kemudian provinsi.  "Rekapitulasi di tingkat provinsi akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember. Saat ini, kami terus mengawasi proses rekapitulasi di tingkat PPK dan memastikan logistik pemilu aman," ujarnya. Meskipun BMKG sempat mengeluarkan peringatan cuaca hujan lebat pada pukul 12 siang, Ummi menyatakan bahwa koordinasi yang baik antara KPU dan BPBD di setiap daerah telah memastikan tidak ada gangguan signifikan pada proses PPS.  "Alhamdulillah, meskipun ada beberapa daerah yang terdampak bencana, mitigasi yang dilakukan sudah cukup baik sehingga tidak mengganggu tahapan PPS," tambahnya. Di tengah proses rekapitulasi yang sedang berlangsung, KPU Jabar juga memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan logistik Pemilu. Ummi Wahyuni mengingatkan agar KPU Kabupaten/Kota memastikan keamanan logistik, termasuk dokumen dan kotak suara, hingga sampai ke tingkat PPK.  "Kami terus mengingatkan agar pengamanan logistik tetap dijaga dengan baik, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan PSU atau PSL," tutupnya.


Selengkapnya
1005

KPU JABAR LAPORKAN 6 PETUGAS TPS MENINGGAL, 52 ORANG SAKIT USAI PILKADA SERENTAK 2024

BANDUNG – Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian, dan Pengembangan KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 6 petugas yang meninggal dunia selama proses Pilkada Serentak 2024.  Dari jumlah tersebut, 4 orang merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 2 lainnya adalah petugas Pengamanan TPS (Pam Sung). "Untuk petugas KPPS, ada yang meninggal dari Kabupaten Majalengka, dua orang dari Kabupaten Karawang, dan satu dari Kabupaten Bogor. Sementara itu, untuk Pam Sung, ada satu korban dari Kota Bogor dan satu dari Kabupaten Indramayu," ujar Abdullah dalam Konferensi Pers Pasca Pemungutan Suara dan Perhitungan Suara Tingkat TPS Pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Kamis (28/11/2024). Selain korban meninggal, KPU Jabar juga mencatat adanya 52 petugas yang sakit. Berbagai penyebab menjadi faktor kondisi kesehatan mereka, termasuk kelelahan, stroke ringan, demam berat, hingga kecelakaan. "Kami terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Semoga yang sakit segera sembuh, dan kami turut berduka atas yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," tambah Abdullah. Sebagai tindak lanjut, KPU RI telah mengatur santunan untuk petugas yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku.  Abdullah menegaskan bahwa santunan akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mencakup periode sejak pelantikan hingga berakhirnya masa jabatan petugas KPPS. "Proses pengurusan santunan akan dilakukan oleh masing-masing Saker (Satuan Kerja) yang bertanggung jawab. KPU Jabar akan memberikan arahan lebih lanjut terkait prosedur dan prosesnya," ujar Abdullah. Jumlah total petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu di Jawa Barat, termasuk  anggota KPPS dan Pam Sung, mencapai 664.758 orang. Abdullah juga mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan selama proses perekrutan, yang turut melibatkan banyak generasi muda. "Sebagaimana arahan dalam PKPU No. 76 Tahun 2022 tentang batas usia dan faktor kesehatan, kami konsisten menjalankan pedoman tersebut. Banyak petugas KPPS saat ini berasal dari kalangan generasi muda, yang diharapkan dapat bekerja lebih energik dan maksimal," tutupnya. KPU Jabar terus berkomitmen untuk mengawal dan memastikan kelancaran serta keselamatan seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan  Pilkada Serentak 2024.


Selengkapnya
503

PILKADA SERENTAK 2024 BERJALAN LANCAR, KPU JABAR PANTAU KETAT PROSES PEMUNGUTAN SUARA

BOGOR – Pemungutan suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024 berlangsung dengan sukses dan kondusif pada Kamis (27/11/2024). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, bersama suami, turut hadir dalam pelaksanaan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 08, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kehadiran Ummi bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat menunjukkan komitmen untuk memastikan seluruh proses pemungutan suara berjalan transparan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Sebagai bagian dari rangkaian agenda kegiatan ini, KPU Jabar melakukan monitoring langsung di beberapa lokasi strategis untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pemilu. Monitoring pertama dilaksanakan di TPS 08, Kecamatan Bojongkoneng, pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Dalam kegiatan pemilihan di TPS 08 ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Kepala daerah serentak tahun 2024. Kegiatan Pemilihan di  TPS ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin; Bupati Bogor, Bachril Bakri; serta Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. Dalam proses  Kegiatan Pemilihan di TPS 08 berjalan lancar damai dan tertib serta terlihat antusiasme dari masyarakat yang datang menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara. Monitoring kedua berlangsung di TPS 003, Kecamatan Cibinong, Kelurahan Tengah, mulai pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Pada kesempatan ini, Ummi Wahyuni mendampingi Bupati Bogor, Bachril Bakri; Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Adi Kurnia; dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat. TPS ini terdaftar memiliki 541 pemilih, dan pelaksanaan pemungutan suara di lokasi ini berjalan dengan tertib. Selanjutnya, monitoring ketiga dilakukan di Command Center Kabupaten Bogor. Dalam agenda kegiatan ini, pemantauan dilakukan melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh Bey Machmudin dan seluruh ketua atau perwakilan ketua KPUD dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Pemanfaatan teknologi dalam monitoring ini memungkinkan koordinasi yang efektif untuk memastikan setiap proses pemilu di seluruh daerah di Jabar berjalan dengan baik. Secara umum, kegiatan pemungutan suara berjalan dengan lancar dan aman di seluruh wilayah Jabar. Namun, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan akan terjadi hujan deras pada sore hingga malam hari, yang berpotensi memengaruhi proses penghitungan dan rekapitulasi suara di beberapa lokasi. KPU Jabar telah mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan ini, termasuk menyediakan fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memastikan semua suara dihitung dengan akurat dan tepat waktu. Pemilu ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Jabar untuk menentukan pemimpin yang akan membawa perubahan positif bagi provinsi ini. KPU Jabar mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau perkembangan hasil pemilu. Dengan ini, KPU Jabar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Tahun 2024. Partisipasi aktif dari masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan gelaran demokrasi.


Selengkapnya
493

KPU JABAR PASTIKAN PROSES PEMUNGUTAN SUARA DI KABUPATEN CIAMI TETAP BERLANJUT

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat memastikan, proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Ciamis tetap akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Begitu disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia saat menanggapi kabar duka meninggalnya Calon Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra pada Senin (25/11/2024). Hedi menjelaskan proses pemungutan suara Pilkada 2024 tetap dilaksanakan meskipun salah satu calonnya meninggal dunia. "Pasangan calon tetap dapat mengikuti proses pemungutan suara meskipun salah satu calonnya meninggal dunia, asalkan calon tersebut sudah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU," ucap Hedi. Nantinya, lanjut Hedi, apabila paslon tersebut memenangkan Pilkada 2024 maka hanya bupatinya saja yang akan mengikuti proses pelantikan. "Jika pasangan calon tersebut memenangkan pemilihan, maka hanya calon bupati yang dilantik sebagai kepala daerah," ungkapnya. Sementara untuk proses pergantian atau proses pengisian kekosongan jabatan, Hedi mengatakan bahwa hal itu akan dilakukan oleh proses pengusulan partai politik. "Proses pengisian kekosongan jabatan wakil bupati akan dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, yakni melalui pengusulan nama pengganti oleh partai politik atau gabungan partai politik pengusung," tandasnya.  Untuk diketahui, kabar meninggalnya Calon Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra sangat mengejutkan semua pihak terutama dari kalangan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Apalagi, kepergian Yana D Putra menjelang dua hari pemungutan suara.


Selengkapnya