Berita Terkini

1273

KPU Soroti E-Voting: Efisien tapi Sarat Risiko

BANDUNG - Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh KPU RI dengan Komisi II DPR RI, di Gedung Bapermin Kab. Majalengka (5/6/2025) pada hari kedua dibuka dengan sambutan Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia serta Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Teguh Fajar Putra Utama, serta Kepala Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Deden Syaripudin, beserta jajaran sekretariat. Dalam sambutanya, Hedi menyampaikan sejumlah pandangannya terkait dinamika kepemiluan ke depan. Ia menyoroti beberapa isu penting yang perlu mendapat perhatian bersama. “Kebetulan Komisi II DPR saat ini sedang membahas revisi Undang-Undang Pemilu untuk pemilihan tahun 2029. Nah, kami sebagai penyelenggara pemilu di lapangan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, salah satunya adalah soal syarat memilih,” ungkap Hedi. Ia menjelaskan, dalam Undang-Undang Pemilu saat ini, syarat untuk memilih adalah berusia 17 tahun atau sudah menikah. Namun, di sisi lain, Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun. “Ini menjadi catatan penting yang perlu sinkronisasi antara dua regulasi tersebut,” tambahnya. Hedi juga menyinggung wacana penggunaan sistem e-voting dalam pemilu. “E-voting memang menawarkan efisiensi dan kecepatan, namun bukan tanpa risiko. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana pembuktian hasil suara jika menggunakan sistem ini,” ujarnya. Ia menyebutkan, memang ada negara-negara seperti Brasil, India, dan Amerika Serikat yang menggunakan e-voting. Namun, negara lain seperti Jerman dan Belanda justru kembali ke sistem pemilu dengan surat suara. Satu-satunya bukti fisik yang sah dan bisa diuji adalah surat suara. Maka hal ini harus menjadi pertimbangan matang jika kita akan mengadopsi e-voting di masa depan,” ungkapnya. Mengakhiri sambutannya, Hedi menyampaikan perkembangan positif terkait pelaksanaan pemilu di Kabupaten Majalengka. "Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2024, baik Pilpres maupun Pileg, mengalami peningkatan sekitar tiga persen. Namun demikian, ia tetap mengajak semua pihak untuk melakukan refleksi bersama. Mari menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan mampu menyikapi setiap aspek dalam pemilu ini dengan bijak,” imbaunya. Hedi menekankan bahaya praktik politik uang (money politic) yang masih menjadi tantangan serius. “Yang paling membahayakan dalam pemilu ini adalah politik uang. Ini bahaya. Tapi sayangnya, masih banyak yang menganggap politik uang sebagai berkah,” ujar Hedi. Ia berharap, melalui pendidikan pemilih yang terus digalakkan, masyarakat bisa lebih sadar dan bijak dalam menyikapi fenomena tersebut. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Ridwan Solichin, seorang akademisi yang memberikan pandangan mengenai pentingnya pendidikan pemilih yang berkelanjutan dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilu semakin meningkat, seiring dengan upaya KPU dalam membangun pemilih yang cerdas dan berdaya.


Selengkapnya
1694

KPU Jabar Tegaskan Komitmen Perkuat Indeks Demokrasi

Bandung — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat turut hadir dan memberikan kontribusi dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Bakesbangpol, Jalan Supratman No. 44, Kota Bandung pada Kamis, 5 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses penilaian IDI tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, IDI merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur Jawa Barat yang disusun berdasarkan data dan fakta sepanjang tahun 2024. Melalui forum diskusi ini, berbagai aktor kunci dalam demokrasi seperti unsur pemerintah daerah, akademisi, jurnalis, LSM, tokoh agama, dan partai politik berkolaborasi dalam mendiskusikan dinamika demokrasi di Jawa Barat. Ketua KPU Provinsi Jawa Barat menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kualitas demokrasi elektoral dan partisipatif. Beliau juga menegaskan komitmen KPU untuk terus menyediakan data, informasi, dan dokumentasi yang akurat sebagai bahan validasi dalam penilaian IDI. “Demokrasi yang sehat tidak hanya dibangun dari sisi penyelenggaraan pemilu, tetapi juga dari bagaimana semua pihak menjaga transparansi, keterbukaan informasi, dan ruang partisipasi publik,” ujar Ketua KPU Jabar dalam paparannya. Peserta FGD juga diberikan akses terhadap materi dan data dukung melalui platform digital guna memastikan diskusi berjalan berbasis bukti (evidence-based discussion). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas kondisi demokrasi di Jawa Barat serta menjadi basis rekomendasi kebijakan untuk perbaikan ke depan. Kehadiran KPU Provinsi Jawa Barat dalam forum ini mencerminkan peran aktif institusi dalam penguatan demokrasi substantif melalui kontribusi data, evaluasi kebijakan, serta penyediaan ruang inklusif untuk partisipasi masyarakat.


Selengkapnya
841

Pendidikan Pemilih Perlu Berkesinambungan

Majalengka – Dalam upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan literasi kepemiluan, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia bersama Komisi II DPR RI. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 4 Juni 2025 bertempat di Gedung Bapermin, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Hedi Ardia yang dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya program pendidikan pemilih sebagai upaya berkelanjutan dalam membangun pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap proses pemilu yang demokratis. Hedi menyampaikan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya penting menjelang pemilu, tetapi harus menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab warga negara dalam menggunakan hak pilihnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber Ridwan Solichin, seorang akademisi yang dikenal aktif dalam isu demokrasi dan kepemiluan. Dalam paparannya, Ridwan menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pendidikan pemilih serta perlunya melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemilih pemula, perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya, guna menciptakan pemilu yang inklusif dan partisipatif. Turut hadir dalam kegiatan ini Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Deden Syaripudin beserta jajaran sekretariat. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten/Kota menjadi bukti kolaborasi yang erat dalam menyukseskan agenda pendidikan pemilih berkelanjutan yang menjadi prioritas nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan program pendidikan pemilih ke depan dapat semakin terstruktur, terarah, dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas demokrasi. KPU Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mendukung berbagai inisiatif strategis KPU RI dalam memperkuat partisipasi pemilih dan memperluas jangkauan sosialisasi kepemiluan di seluruh wilayah Jawa Barat.


Selengkapnya
665

CPNS KPU se-Jabar Ikuti Pembekalan Materi Strategis

BANDUNG -  Hingga hari ketiga pelaksanaan pemanggilan tugas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024 di KPU Provinsi Jawa Barat berlangsung sesuai arahan yang telah ditetapkan oleh Sekretariat Jenderal KPU Republik Indonesia. Pada Rabu hingga Kamis (4–5 Juni 2025), sebanyak 151 CPNS dari satuan kerja KPU Provinsi serta KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mengikuti kegiatan Orientasi Tugas yang diselenggarakan oleh KPU RI secara hybrid (daring dan luring). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Syakir, beserta jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat. Selama dua hari pelaksanaan, para CPNS mendapatkan paparan komprehensif dari jajaran pejabat struktural KPU RI. Materi disampaikan langsung oleh Deputi Administrasi hingga para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, mencakup topik strategis seperti penyelenggaraan pemilu, logistik, sumber daya manusia (SDM), keuangan, hukum, serta teknologi informasi. Melalui kegiatan Orientasi Tugas ini, para CPNS diharapkan mampu membangun lingkungan kerja yang optimal dan kolaboratif, sekaligus memperkuat wawasan kelembagaan dan kompetensi sebagai bekal dalam menjalankan tugas guna mendukung pelaksanaan demokrasi elektoral di Indonesia.


Selengkapnya
1298

Ketua KPU Jabar Apresiasi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya

Bandung — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menghadiri Upacara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Masa Jabatan 2025–2030 pada Rabu, 4 Juni 2025, pukul 08.00 WIB. Acara kenegaraan ini berlangsung khidmat di Ruang Kenegaraan Bale Pakuan (Gedung Negara Pakuan), Jalan Otto Iskandardinata No. 1, Bandung. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 yang berjalan dengan sukses dan lancar. Kehadiran Ketua KPU Jawa Barat merupakan bentuk tanggung jawab konstitusional sekaligus penghormatan terhadap proses demokrasi yang telah dilalui masyarakat Kabupaten Tasikmalaya melalui pemungutan suara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dalam pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Barat secara resmi melantik pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri setelah melalui proses rekapitulasi dan penetapan hasil oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya. Turut hadir dalam acara ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Provinsi, unsur TNI/Polri, serta tamu undangan lainnya. Acara berjalan lancar dengan mengikuti protokol kenegaraan dan ketatnya tata cara keprotokolan. KPU Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 yang menghasilkan kepala daerah definitif melalui proses yang demokratis. KPU meyakini, pelantikan ini menjadi titik awal pengabdian pasangan kepala daerah terpilih untuk memimpin Kabupaten Tasikmalaya dalam lima tahun ke depan. Kehadiran Ketua KPU juga menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang tidak hanya menyelenggarakan proses elektoral, tetapi juga memastikan hasil demokrasi tersebut diterima dan diakui secara sah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Selengkapnya
670

KPU Jabar Gelar Orientasi Tugas 151 CPNS

BANDUNG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tugas bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024 yang telah resmi ditetapkan oleh Sekretariat Jenderal KPU RI. Kegiatan ini diikuti oleh 151 CPNS yang berasal dari satuan kerja KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, dengan rincian 152 peserta terdaftar dan 1 orang di antaranya menyatakan pengunduran diri. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian penting dari tahapan pembekalan awal bagi para CPNS sebelum menjalankan tugas di unit kerja masing-masing. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tugas, fungsi, dan nilai-nilai dasar yang harus dipegang teguh dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan profesional. Kegiatan orientasi berlangsung secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring, guna mengakomodasi sebaran peserta yang berasal dari berbagai daerah. Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, menyampaikan bahwa keberadaan CPNS ini merupakan bagian dari regenerasi kelembagaan yang strategis, terlebih dalam menyongsong tantangan Pemilu dan Pilkada Serentak 2029. "Sebagai garda baru penyelenggara pemilu, para CPNS diharapkan menjadi agen pembaruan dan teladan dalam integritas, profesionalitas, serta inovasi layanan publik," ungkapnya. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi pokok mengenai struktur organisasi KPU, kode etik ASN, sistem kerja birokrasi, serta dinamika tata kelola pemilu nasional dan lokal. Narasumber untuk kegiatan hari pertama berasal dari unsur pejabat struktural dan fungsional di lingkungan KPU Provinsi Jawa Barat. Dengan semangat baru dan jiwa pelayanan publik, para CPNS diharapkan mampu memperkuat kualitas tata kelola kelembagaan KPU di semua tingkatan, serta menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pemilu yang lebih partisipatif, inklusif, dan akuntabel. KPU Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendampingi proses adaptasi dan penguatan kapasitas CPNS secara berkelanjutan melalui program pembelajaran dan mentoring internal.


Selengkapnya