Berita Terkini

458

LPB KOLABORASI DENGAN KPU JABAR, GELAR SOSIALISASI PILKADA 2024

BANDUNG - Literasi Pemuda Berdikari (LPB) berkolaborasi dengan KPU Jawa Barat menyelenggarakan sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024, dengan mengedukasi kaum ibu di Gedung Pepabri, Kota Bandung, Jumat (1/11/2024). Acara ini dihadiri oleh 50 peserta ini yang antusias belajar tentang hak pilih dan pentingnya menjadi pemilih cerdas dalam demokrasi. Ketua Umum LPB, Indrajidt Rai Garibaldi mengatakan pentingnya kesadaran dalam memilih, terutama bagi kaum ibu. "Hari ini kita hadir untuk memastikan bahwa ibu-ibu sebagai salah satu segmen masyarakat yang seringkali menjadi target kampanye dapat menggunakan hak pilihnya secara cerdas. Jangan sampai terpengaruh oleh janji-janji atau iming-iming calon. Pilihlah pemimpin berdasarkan visi dan misinya," ujar Indrajidt. Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi ini murni bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta, tanpa memihak pada calon tertentu. "LPB bersama KPU Jawa Barat tidak mengampanyekan calon manapun di sini. Kami hanya ingin ibu-ibu menggunakan hak suaranya dengan bijaksana, tanpa pengaruh negatif yang dapat mengaburkan pilihan merekam," jelasnya. Peran Ibu-ibu sebagai Agen Sosialisasi Pemilih Cerdas Fungsional Umum KPU Jawa Barat, Muhammad Revandi, turut memberikan sambutan dengan mengajak para ibu untuk tidak hanya berpartisipasi sebagai pemilih, tetapi juga menjadi agen sosialisasi di lingkungan mereka. "Harapan kami, ibu-ibu dapat menyampaikan pesan ini kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Jadilah pemilih yang tidak terintimidasi, memilih dengan sepenuh hati, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam Pilkada nanti," kata Revandi. Ia juga menekankan pentingnya kebebasan dalam memilih serta mengingatkan peserta agar tidak terpengaruh oleh politik uang atau intimidasi. "Kami berharap, ibu-ibu pulang dari sini dengan pemahaman yang lebih baik dan bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar dalam memilih pemimpin yang berintegritas," ungkapnya. Nilai-nilai Demokrasi dan Keterlibatan dalam Pilkada Dr Nina Yuningsih selaku TPD DKKP Jawa Barat, memberikan materi terkait peran penting masyarakat dalam menjaga demokrasi. Ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif tidak hanya saat pencoblosan, tetapi juga dalam pengawasan setiap tahap pemilu. "Demokrasi adalah milik rakyat, dan masyarakat berhak mengawasi jalannya pemilu untuk memastikan proses yang bersih. Kita semua harus menjadi pemilih cerdas yang kritis terhadap visi dan misi calon serta berani menolak segala bentuk intimidasi atau politik uang," ujarnya. Nina menegaskan bahwa setiap warga, termasuk kaum ibu, harus sadar akan hak dan perannya dalam pilkada. "Tidak hanya datang ke TPS, kita harus memastikan apakah kita terdaftar sebagai pemilih dan tetap mengawasi proses kampanye. Jangan memilih calon yang tidak percaya diri dengan menggunakan politik uang, karena tindakan ini dapat dipidana," jelasnya. Mendorong Partisipasi Pemilih Cerdas Sesi materi diakhiri dengan seruan dari Indrajidt agar para peserta menghindari politik uang dan mengedepankan kecerdasan dalam memilih. "Kaum ibu berperan penting dalam menentukan masa depan Jawa Barat. Mari kita jadikan Pilkada ini sebagai momen untuk memilih pemimpin yang berintegritas dan siap membangun provinsi ini dengan visi yang jelas," ajaknya. Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para ibu antusias mengajukan pertanyaan seputar pemilu dan cara memilih pemimpin yang tepat.


Selengkapnya
511

KOLABORASI DENGAN KPU JABAR, YAYASAN USIA EMAS INDONESIA GELAR SOSIALISASI PILKADA 2024

Bandung - Yayasan Usia Emas Indonesia menggelar sosialisasi pendidikan pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Acara ini hasil dari kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. Acara ini berlangsung di Gedung STEI BINA MUDA, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung pada Rabu (30/10/2024), dengan dihadiri oleh 50 peserta dari Yayasan Usia Emas Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Usia Emas Indonesia, Tita Talbiya mengapresiasi acara ini dikarenakan perdana diadakan di Yayasan Usia Emas Indonesia. "Perlu diketahui bahwa Jumlah DPT pada tahun 2022 mencapai 204.822, artinya 10 persen didalamnya adalah pemilih lansia. Dan di tahun sekarang sudah mencapai 13 persen. Menurut kami, angka tersebut sangat signifikan," ujarnya. Selain itu, Tita juga  mengungkapkan bahwa selama ini ruang sosialisasi KPU banyak melalui media sosial atau platform digital. Namun banyak dari kalangan lansia yang terkendala untuk mengakses flatform digital tersebut. "Kendala terhadap lansia tersebut seperti keterbatasan fisik dan literasi digital. Hal Ini merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh KPU agar hak dan suara lansia juga terkawal aman," jelasnya. TPS Harus Ramah Lansia dan Disabilitas Acara kemudian berlanjut kepada sesi diskusi yang dimoderatori oleh Cecep Ernanto dengan tema 'Inklusifitas Pilkada Serentak di Jawa Barat sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Memilih'. Hadir dua orang pemateri pemerhati Pemilu, Farhatun Fauziyyah dan Rofiq Azhar. Sebagai pemateri pertama, Farhatun Fauziyyah mengawali paparannya dengan menjelaskan tentang perbedaan antara pemilu dan pilkada, unsur penyelenggara dan penegakan etik penyelenggara pemilu Farhatun juga memaparkan bahwa Undang-Undang memberikan afirmasi kepada lansia dan penyandang disabilitas, bahwa setiap TPS sejatinya harus ramah lansia dan disabilitas. Untuk itu harus dijadikan satu konsen bagi KPU agar dapat memberikan kemudahan akses bagi lansia dan disabilitas untuk menuju ke TPS. Karena menurutnya partisipasi masyarakat menentukan legitimasi pemimpin yang akan mendatang. Maka inklusifitas dalam pilkada adalah harus ramah terhadap segala unsur, termasuk bagi lansia dan disabilitas. "Kemudian mereka harus mendapatkan hak yang sama dengan yang lain. Fungsi sosialisasi adalah sebagai jalan agar masyarakat mengetahui akan pentingnya peran seorang pemilih dalam menentukan pilihannya. Melalui sosialisasi pilkada ini diharapkan dapat menciptakan pemilih yang cerdas," ungkap Farhatun. Diakhir pemaparannya, Farhatun memberikan tips menjadi pemilih yang cerdas, yaitu terdaftar di DPT, mencari tahu syarat DPT, kenali kandidat masing-masing pasangan calon, update informasi berkaitan dengan Pilkada, memastikan tidak terjebak dalam fanatisme, berani menolak money politic, tidak terjebak dalam politik pencitraan, berpartisipasi, dan semangat dalam mensukseskan Pilkada. Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Rofiq Azhar sebagai  pemerhati pemilu menjelaskan bahwasanya politik adalah Ibadah. "Politik atau Pilkada di Indonesia merupakan satu proses ibadah. Oleh karenanya, penting untuk mempelajari dan memahami fiqh siyasakh," ujar Rofiq. "Politik seharusnya mencerdaskan, mensejahterakan dan membahagiakan masyarakat. Namun kendalanya adalah keterbatasan akses untuk bisa bertemu langsung menyampaikan aspirasi kepada gubernur dan/ atau bupati," tambahnya. Rofiq juga memberikan harapan kepada kepada para lansia. "Jadilah lansia yang gemilang," tandasnya. Acara diskusi dilanjutkan dengan sesi  tanya jawab yang cukup interaktif. Dimana para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, serta memberikan masukan terkait pelaksanaan Pilkada Jawa Barat 2024. Kemudian kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Kegiatan acara ini pada dasarnya untuk memberikan manfaat bagi para lansia agar turut serta menjadi pemilih yang cerdas dan gembira dengan tentunya dating ke TPS pada pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 november 2004 nanti dan melahirkan pemimpin yang peduli kepada masyarakat pada umumnya dan terkhusus kepada para lansia.


Selengkapnya
471

SOSIALISASIKAN PILKADA 2024, KPU JABAR GELAR TOURING DEMOKRASI KE 27 KABUPATEN/KOTA

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyelenggarakan Touring Demokrasi dalam rangka Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 2024. Kegiatan ini berlangsung pada 3-16 November 2024. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi KPU Jabar, Hedi Ardia mengungkapkan bahwa Touring Demokrasi merupakan bagian penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyongsong Pilkada Jabar 2024. "Kegiatan ini tidak hanya dilakukan secara konvensional dengan tatap muka, tetapi juga mencakup berbagai acara menarik yang diharapkan dapat mengundang perhatian publik. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman mereka tentang proses pemilihan," ucap Hedi saat dihubungi, Rabu (30/10/2024). Hedi menjelaskan, dalam kegiatan ini setiap kabupaten/kota akan menyajikan kegiatan berbeda sesuai dengan tema yang diusung.  “Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain pertunjukan wayang golek, istighosah, kuliner, serta berbagai acara lain yang disesuaikan dengan karakteristik daerah yang dilintasi,” jelasnya. Nantinya, touring ini akan melewati dua jalur, yakni rute Timur yang dimulai dari Kabupaten Pangandaran, titik start Morgan Caffe. Sedangkan rute Barat dimulai dari Depok, titik start Stadion Universitas Indonesia. Kedua rute tersebut akan berakhir di Kota Bandung. Adapun peserta acara Touring Demokrasi ini mencakup perwakilan dari KPU provinsi dan jajaran KPU kabupaten/kota hingga tingkat TPS, serta masyarakat umum yang diundang untuk berpartisipasi.


Selengkapnya
500

KPU GOES TO CAMPUS BERSAMA UNPAD: BANGKITKAN KESADARAN POLITIK GENERASI MUDA LEWAT FILM TEPATILAH JANJI

JATINANGOR – Dalam upaya meningkatkan kesadaran politik generasi muda, KPU Jawa Barat berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan acara KPU Goes to Campus.  Acara yang mengusung konsep nonton bareng ini menayangkan film bertema komitmen dan integritas dalam pemilu, berjudul Tepatilah Janji.  Bertempat di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, acara tersebut dihadiri oleh 150 mahasiswa dari berbagai program studi, khususnya Ilmu Politik. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan memperkuat pesan pentingnya partisipasi dalam pemilu yang sehat dan berkualitas. Ketua Program Studi Ilmu Politik Unpad, Ratnia Solihah menyampaikan, apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Unpad dan KPU Jabar.  “Kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi politik bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Diharapkan, mereka dapat menjadi pemilih cerdas dan menjadi contoh bagi pemuda lainnya. Edukasi seperti ini sangat penting, terutama di masa menjelang Pilgub Jawa Barat 2024,” jelas Ratnia dalam sambutannya. Acara ini semakin menarik dengan kehadiran Sekretaris KPU Jabar, Achmad Syaifudin Rahadhian, yang menekankan bahwa KPU Goes to Campus tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga media pembelajaran bagi pemilih muda.  Menurutnya, film Tepatilah Janji menggambarkan makna komitmen dalam kehidupan sosial dan politik, terutama bagi para pemimpin yang berjanji untuk menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab. “Melalui acara ini, kami ingin mengajak para pemilih, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis dalam memilih pemimpin. Bukan sekadar memilih, tetapi juga memastikan bahwa calon yang dipilih memiliki komitmen kuat untuk menepati janji-janji mereka dan bekerja dengan integritas,” ujar Achmad. Film ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk memilih pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin selama lima tahun ke depan, tetapi juga membawa kemajuan dan kebaikan bagi masyarakat Jabar.  Pemutaran film ini menjadi media edukatif yang diharapkan dapat meningkatkan literasi politik generasi muda agar mereka mampu menilai integritas calon pemimpin dengan baik. Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kerjasama dan komitmen untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Jabar yang demokratis dan berkualitas.  Mahasiswa yang hadir juga menyambut positif kegiatan ini. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa film Tepatilah Janji memberikan perspektif baru tentang pentingnya pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen. Dengan adanya program seperti KPU Goes to Campus, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi pemilih aktif, tetapi juga mampu mengawasi dan menilai kinerja para pemimpin terpilih, sehingga demokrasi di Indonesia dapat terus berkembang secara sehat dan bertanggung jawab.


Selengkapnya
615

KPU JABAR UMUMKAN LOKASI DAN TANGGAL DEBAT CALON GUBERNUR, DIMULAI DI GRAHA SANUSI UNPAD

BANDUNG - Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan lokasi pelaksanaan debat calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jabar 2024. Debat perdana akan berlangsung pada 11 November di Grha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. Pemilihan lokasi debat di lingkungan pendidikan dilakukan karena dianggap strategis. Ummi menjelaskan bahwa secara regulasi hal ini diperbolehkan, dengan syarat tidak membawa atribut kampanye dan telah mendapatkan izin dari institusi pendidikan terkait. "Kita melibatkan kampus karena pemilih pemula kita juga banyak," ujar Ummi usai meninjau pendistribusian surat suara di Gramedia Cikarang, Minggu (27/10/2024). Terkait materi debat perdana, Ummi mengatakan, akan ada berbagai hal yang disampaikan sesuai dengan masing-masing tema. Sebanyak enam tema telah disepakati untuk dibahas dalam tiga kali pelaksanaan debat. "Saya tidak hafal, tapi ada tema tentang kesehatan, SDM, dan pendidikan yang akan digabung dalam satu materi debat," ucapnya. Ummi juga menginformasikan bahwa jadwal debat kedua mengalami perubahan. Semula dijadwalkan pada 17 November, kini dimajukan menjadi 16 November 2024. Debat kedua akan dilaksanakan di Hotel Patra, Kota Cirebon, sementara debat ketiga dijadwalkan di Kabupaten Bogor yang mewakili wilayah Pamolayan. Namun, Ummi menambahkan bahwa lokasi untuk debat ketiga di Kabupaten Bogor belum ditentukan. "Untuk debat ketiga belum fix. Awalnya ingin di SICC (Sentul International Convention Center), tetapi masih perlu koordinasi dengan pengamanan dan panitia lokal. Penetapannya masih ada waktu, yaitu pada tanggal 23 November," pungkasnya.


Selengkapnya
457

HARI INI, KPU JABAR MULAI DISTRIBUSI SURAT SUARA PILKADA 2024 UNTUK 5 KABUPATEN/KOTA

CIKARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat resmi mendistribusikan surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2024 pada Minggu (27/10/2024). Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni, menyampaikan bahwa langkah-langkah yang diambil KPU untuk memastikan distribusi ini berjalan lancar dan tepat waktu. “Tempat distribusi surat suara berada di Gramedia Cikarang dan Gramedia Rancaekek, yang akan melayani Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Untuk kabupaten lainnya, distribusi akan dilakukan dari lokasi ini juga,” ujar Ummi saat Kick Off Pengiriman Surat Suara di Kompas Gramedia Cikarang, Minggu (27/10/2024). “Hari ini, kami memulai pengiriman untuk lima kabupaten/kota, yaitu Subang, Kota Cirebon, Kuningan, Banjar, dan Pangandaran,” tambahnya. KPU Jabar menargetkan distribusi sebanyak 70 juta lembar surat suara untuk 27 kabupaten/kota. “Kami memulai dengan pengiriman hari ini dan akan melanjutkan ke 22 kabupaten/kota lainnya dalam waktu dekat. Mengingat jumlah DPT yang besar di Jawa Barat, manajemen logistik yang baik sangat diperlukan,” jelas Ummi. Ummi juga mengingatkan kepada semua kabupaten/kota agar gudang penyimpanan surat suara aman dari risiko bencana, seperti banjir dan kebakaran. Ummi juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Bawaslu dan pihak keamanan selama proses pengiriman. “Kami sangat berharap rekan-rekan menjaga standar operasional selama pengiriman dan penerimaan surat suara di gudang logistik masing-masing. Ini adalah langkah penting untuk memastikan semua berjalan lancar sesuai ketentuan yang telah diatur dalam PKPU,” tegasnya. Kepala Divisi Logistik KPU Jabar, Hari Nazarudin mengatakan, surat suara yang didistrubusikan hari ini merupakan produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah. “Kegiatan hari ini adalah distribusi perdana surat suara untuk beberapa kabupaten/kota. Ini adalah hasil produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah,” ungkap Hari. Ia mengatakan bahwa distribusi akan dilakukan setiap hari hingga batas akhir pada tanggal 2 November. “Hari ini kami juga mengadakan seremoni pengiriman untuk mengawasi proses distribusi surat suara. Rekan-rekan dari setiap kabupaten/kota bertanggung jawab untuk mengawal pengiriman dari tempat produksi hingga gudang masing-masing,” jelasnya. Surat suara yang didistribusikan mencakup jenis untuk Pilbup, Pilwalkot, dan Pilgub. “Setiap kabupaten/kota akan menerima dua jenis surat suara dalam satu distribusi, kecuali Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah surat suara lebih besar,” kata Hari. Mengenai pengamanan, Hari mengatakan, pihak kepolisian akan bertanggung jawab sesuai kebijakan di tingkat kabupaten/kota. “Pengamanan distribusi menjadi hal yang penting, dan kami telah menyesuaikan jumlah surat suara berdasarkan DPT. Untuk Pilkada ini, ada tambahan 2,5% surat suara untuk setiap TPS, berbeda dari Pilpres yang hanya 2%,” pungkasnya. Dengan semua persiapan dan koordinasi yang dilakukan, KPU Jabar berharap distribusi surat suara ini akan berjalan lancar dan aman, sehingga pemungutan suara pada hari H dapat berlangsung sukses.


Selengkapnya