Berita Terkini

433

PJ GUBERNUR JABAR AJAK MASYARAKAT CEK DAFTAR PEMILIH TETAP PILKADA 2024

BANDUNG - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meminta warga masyarakat untuk turut aktif melakukan pengecekan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Bey meyakini dengan proses yang begitu panjang dan berjenjang dari tingkat kota dan kabupaten, penyelenggara pemilu yakni KPU telah menjalankan segala tahapan sesuai aturan. Meski begitu, menurut Bey, keaktifan masyarakat perlu diimplementasikan sehingga bisa segera ditindaklanjuti apabila ada masalah. "Data ini kan berjenjang, saya harap semua sudah terdaftarkan semuanya. Nanti masih ada situs untuk mengecek, ini salah satu bentuk demokrasi yang transparan. Proses begitu panjang, pasti sudah sesuai dengan aturan, semuanya kan ada, di dukcapil juga, bisa dicek juga secara online," kata Bey di sela Rapat Pleno penetapan DPT di Bandung, Minggu (22/9/2024). Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pleno penetapan DPT. Namun demikian, Ummi menyampaikan sejauh ini pihaknya menemukan 122 ribu daftar pemilih ganda dan telah diselesaikan. "Selama proses verifikasi ada 122 ribu pemilih ganda dan telah kami selesaikan," ujarnya. Lanjut, kata Ummi, sampai sekarang masih tersisa 18 pemilih ganda yang tak bisa diselesaikan olehnya. "18 itu tidak bisa diselesaikan karena daftar pemilih ganda antar provinsi jadi kami tidak bisa menyelesaikannya," kata Ummi.


Selengkapnya
1991

KPU JABAR TETAPKAN DPT PILKADA 2024, JUMLAH PEMILIH CAPAI 35.925.960

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Provinsi Jabar untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2024. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni menyatakan KPU Jabar telah menetapkan pasangan calon tingkat provinsi dan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Untuk jumlah DPT Pemilih kita di 35.925.960 se-Jawa Barat dan punya TPS 73.862,” kata Ummi, di Hotel Holiday Inn Pasteur Bandung, Minggu (22/9/2024). Ummi menuturkan, pada Pilkada kali ini jumlah DPT mengalami penurunan sekitar 40.880 yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jabar. “Kita turun sekitar 40.880, memang setelah DPS ke DPT kan ada proses pemutakhiran lagi, ada yang meninggal, ada yang pindah,” ujarnya. Selain itu, Ummi juga menuturkan terkait proses yang dilakukan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai bentuk transparansi. “Kita juga memberikan kesempatan kepada Bawaslu ataupun stakeholder yang lain didalam rapat rekapitulasi ini untuk memberikan masukan,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Divisi Data dan Informasi, Ahmad Nur Hidayat menyampaikan terkait temuan data ganda. “Sebetulnya sudah nihil posisinya, tetapi kemungkinan besar ada kabupaten/kota yang sudah memasukan jumlah pemilih baru, yang itu kemudian berimbas ke provinsi-provinsi yang tadi,” ungkap Ahmad. “Jadi kami sudah nihil dari data yang meninggal, NIK invalid, NKK Invalid, Anggota TNI/Polri itu sudah bersih, bahkan di umur bawah 17 tahun dan diatas 120 tahun itu juga sudah clear, dengan status nihil,” tambahnya. Apabila dibandingkan dengan data pemilu, Ahmad mengatakan, jumlah pemilih pada saat Pilkada kali ini mengalami kenaikan. “Kalau dari Capres itu kita yang pilkada naik 200.000, itu kebanyakan memang pemilih-pemilih yang baru, yang sudah 17 tahun, pada 27 November mereka dapat memilih,” ujarnya. “Kita baru tetapkan setelah itu kami baru akan redistribusi bagaimana pemilih Gen-Z kemudian Milenial,” kata Ahmad.


Selengkapnya
583

TINGKATKAN PARTISIPASI, KPU JABAR DAN LSM GBR AJAK MASYARAKAT IKUT SERTA DALAM PILKADA

CIMAHI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Bangsa Reformasi (GBR) menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang.  Acara yang berlangsung di De’corest, Jl. Kolonel Masturi, Kota Cimahi ini dihadiri oleh 50 peserta anggota LSM GBR dan berbagai narasumber dari KPU. Ketua Umum LSM GBR, Akang Stepanus Gultom, mengapresiasi kesempatan yang diberikan oleh KPU Jabar untuk bekerja sama dalam sosialisasi ini. Akang juga memberikan kilas balik tentang sejarah berdirinya GBR, yang awalnya merupakan komunitas motor yang didirikan pada Februari 1989.  Melalui transformasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian serta pemerintah, komunitas ini berkembang menjadi LSM yang berkontribusi positif bagi masyarakat Jabar.  “LSM GBR dari dulu hingga sekarang terus berusaha untuk memperbaiki citra, agar bisa memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara,” ungkap Akang dalam sambutannya. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih PARMAS/SDM, LA Media Gullu menjelaskan, pentingnya partisipasi dalam Pilkada serentak 2024. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap warga terdaftar sebagai pemilih dan turut serta dalam pesta demokrasi pada 27 November mendatang.  “Harapan kita adalah partisipasi pemilih di Kota Cimahi, serta seluruh Jawa Barat, dapat meningkat signifikan,” kata Media Gullu. Sementara itu, Kasubag Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Jabar, Chaeruman Setia Nugraha, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan pemilih dan kerja sama dengan LSM seperti GBR dalam meningkatkan partisipasi politik.  "Partisipasi pemilih adalah salah satu indikator utama kualitas demokrasi. Oleh karena itu, sinergi antara KPU dan LSM seperti GBR sangat penting dalam memastikan pemilu yang berkualitas," jelas Chaeruman. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua KPU Provinsi Jabar periode 2018-2022, Rifqi Ali Mubarok, yang menyoroti pentingnya setiap suara dalam Pilkada, baik untuk pemilihan wali kota maupun gubernur, karena suara tersebut akan dikonversi menjadi jabatan eksekutif. Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi pemilih adalah kunci utama dalam keberhasilan Pilkada. Rifqi menjelaskan, tiga indikator utama Pilkada berkualitas, yaitu peningkatan partisipasi pemilih, kelancaran seluruh tahapan Pilkada, dan integritas penyelenggara.  "Partisipasi yang tinggi tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas pemilih yang semakin baik," ujar Rifqi. Sesi berikutnya diisi oleh Akang Stepanus Gulltom yang menyegarkan kembali pengetahuan para peserta tentang pentingnya pemilu. Ia juga mendorong peserta untuk lebih proaktif dalam mencari informasi mengenai calon pemimpin, memastikan bahwa pilihan mereka benar-benar sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Jabar. Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi foto bersama narasumber dan peserta, serta ajakan bagi peserta untuk mengikuti media sosial KPU Jabar guna mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024.


Selengkapnya
513

KPU RI INGATKAN PENTINGNYA PERAN KPPS DALAM PILKADA 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengingatkan pentingnya kehadiran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Pembentukan KPPS untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024 di Aula Setia Permana KPU Jabar, pada 17-18 September 2024. "Pembentukan KPPS ini merupakan hal yang penting untuk suksesnya penyelenggaraan pelayanan kita kepada pemilih, sebagai puncak pelayanan kita dalam pemilihan yaitu pelayanan dalam pemberian suara di TPS," ucap Idham, Selasa (17/9/2024) malam. Berdasarkan pengalamannya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024 lalu, ada beberapa TPS yang harus diulang karena didapati dalam proses prosedur pemilihan suaranya tidak sesuai. "Saya yakin dan percaya temen-temen sudah melakukan evaluasi pada pemungutan suara kemarin dan menjadi salah satu rujukan teman-teman dalam melakukan rekrutmen KPPS selain apa yang dituangkan KPU dalam catatan teknisnya," katanya. Menurutnya, proses rekrutmen KPPS kali ini merupakan momentum bagi KPU untuk menunjukan kepada masyarakat kinerja yang lebih baik lagi. "Kita terikat pada prinsip profesionalisme dimana hari ini harus lebih baik dari kemarin. Yang jelas kita harus lebih baik tidak sekedar kita memiliki itikad baik tapi kita juga harus diiringi dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman etis, karena tidak ada profesionalisme tanpa ilmu pengetahuan," tuturnya. Idham meyakini bahwa para pengurus KPU di 27 kabupaten/kota di Jabar memiliki literasi yang cukup tentang bagaimana rekrutmen KPPS. "Saya percaya rekan-rekan memiliki literasi yang cukup tentang bagaimana rekrutmen sumber daya manusia atau rekrutmen personalia penyelenggara Pilkada khususnya badan adhoc," imbuhnya. Selain itu, KPU Jabar dibawah pimpinan Ummi Wahyuni selalu memberikan pemahaman-pemahaman lewat bimbingan teknis kepada para pengurus KPU di 27 kabupaten/kota di Jabar. "Tidak sekedar beliau langsung tapi juga mengundang pembicara yang memiliki potensi dalam manajemen SDM, Apalagi kemarin pada saat rakor, temen-temen sudah mendapatkan pencerahan dari para pembicara yang kompeten dalam bidang SDM atau pun dalam bidang psikologi organisasi," bebernya. Sementara itu, Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan, Jabar tercatat sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah pemilih terbesar. "Artinya dengan TPS hampir 74 ribu ditambah melakukan rekrutmen untuk KPPS hampir 700 ribu orang, ini jumlah yang sangat besar, yang akan menjadi ujung tombak terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi kita," ucap Ummi. Ummi mengingatkan, KPPS ini tidak hanya bekerja saat hari pemungutan suara saja. Namun juga membantu KPU dalam melakukan sosialisasi Pilkada 2024. "Kalau kita lihat timeline dari rekrutmen ada jeda waktu hampir satu bulan dari penetapan dan pelantikan sampai nanti masa bekerjanya, artinya ada pekerjaan-pekerjaan yang harus kita sampaikan kepada temen-temen KPPS kita, tidak hanya bekerja pada hari H tetapi membantu KPU provinsi, KPU 27 kabupaten/kota dalam melakukan sosialisasi," tuturnya. Menurutnya, hal itu sebagai upaya dalam mewujudkan tagline Pilkada 2024 di Jabar yakni Gembira Memilih Langsung (Gemilang). "Kita ingin hari ini Pilkada di Jawa Barat milik masyarakat Jawa Barat sesuai dengan tagline dan tema Pilgub Jabar hari ini, menjadikan Pilgub Jabar 2024 sebagai inisiasi budaya demokrasi di Jawa Barat, dengan tagline kita yaitu Gemilang," tandasnya.


Selengkapnya
117

IMM JABAR SOSIALISASIKAN PILKADA 2024 DEMI TINGKATKAN KESADARAN POLITIK PEMUDA DI MAJALENGKA

MAJALENGKA – Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik di kalangan pemilih muda, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Barat mengadakan acara sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar 2024.  Diikuti 50 orang peserta, acara ini berlangsung di Aula Gedung Diklat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Majalengka, pada Selasa (17/9/2024). Ketua Pelaksana, Jidan Muqorobin menyampaikan, permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan dan berharap agar acara ini bermanfaat bagi peserta dalam meningkatkan kesadaran politik. Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Majalengka, Ajid Yatiman menyampaikan, apresiasi penuh terhadap kegiatan sosialisasi ini.  "Muhammadiyah, meskipun bukan organisasi politik, sangat mendukung pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Kami mendorong seluruh kader untuk aktif dalam kebangsaan demi kemajuan bersama," ujar Ajid dalam sambutannya, Selasa (17/9/2024). Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Majalengka Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Elih Solehah Fatimah memberikan sambutan yang menggarisbawahi pentingnya partisipasi pemilih muda dalam proses demokrasi.  "Pendidikan politik bagi generasi muda sangat penting. Kita harus berpartisipasi aktif dan memastikan bahwa suara kita digunakan untuk masa depan yang lebih baik," kata Elih. Pentingnya Partisipasi Pemuda dalam Pilkada Sesi diskusi dimoderatori oleh Defri Adriansyah dengan pemaparan dari beberapa narasumber yang ahli di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Deni Herdiana, seorang akademisi yang membahas pentingnya Pilkada serentak 2024.  Deni menekankan bahwa Pilkada ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang No. 10 Tahun 2016, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat demokrasi. Kemudian, mantan anggota Bawaslu Kabupaten Majalengka, Alan Barok Umuludin melanjutkan materi dengan tema "Membangun Jiwa Korsa Pemuda".  Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam proses demokrasi dan melalui partisipasi aktif mereka dapat memastikan bahwa pemimpin terpilih membawa perubahan positif. Alan mengajak pemuda untuk berperan aktif dalam proses politik, dengan menekankan pentingnya jiwa korsa atau solidaritas.  "Pemuda harus sadar bahwa keterlibatan mereka dalam Pilkada bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya kolektif untuk membangun masa depan daerah," katanya. Sesi tanya jawab diisi dengan pertanyaan dari perwakilan Universitas Muhammadiyah Majalengka terkait Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Kabupaten Majalengka. Narasumber memberikan jawaban bahwa peningkatan keamanan dan transparansi, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi, menjadi kunci dalam menurunkan tingkat kerawanan pemilu. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong pemilih muda untuk terlibat aktif dalam Pilgub Jabar 2024, sehingga dapat meningkatkan kualitas demokrasi di daerah tersebut.


Selengkapnya
233

HINDARI GOLPUT, IPMAKAB AJAK PELAJAR DAN MAHASISWA BERPERAN AKTIF DALAM PILKADA 2024

BANDUNG – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Bandung (IPMAKAB) menggelar acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi generasi muda dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat 2024.  Acara yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari anggota IPMAKAB, bertempat di Hotel Karasak Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (17/9/2024) dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Sosialisasi pendidikan pemilih ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas isu-isu strategis terkait peran pemilih muda dalam Pilkada. Ketua PP IPMAKAB, Pijar Maulid, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses politik, terutama menjelang Pilkada.  Menurutnya, mahasiswa dan pelajar harus menghindari apatisme politik dan memahami bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan dari proses politik memengaruhi kehidupan sehari-hari.  Ia mengajak peserta untuk cermat dalam memilih calon pemimpin, dengan menelaah visi dan misi para kandidat.  “Jangan hanya memilih karena kedekatan personal atau popularitas, tapi lihat program-program mereka untuk lima tahun ke depan,” kata Pijar dalam sambutannya, Selasa (17/9/2024). Pijar juga menyinggung fenomena golput (golongan putih), yang muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan. Ia menyampaikan, meski ia sendiri pernah golput, ia menyadari bahwa sikap apatis hanya akan memperburuk situasi.  Oleh karena itu, Pijar mengajak semua peserta untuk terlibat aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai pemantau Pilkada, guna memastikan proses pemilihan berjalan bersih dan transparan. Diskusi dan Pendalaman Materi Sesi pertama penyampaian materi disampaikan oleh Ade Irpan Al-Anshory, yang membahas peran dan tantangan mahasiswa dalam Pilkada Provinsi Jabar. Ade menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pelopor demokrasi.  Ia menjelaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah merupakan bentuk pelaksanaan kedaulatan rakyat yang harus dijalankan secara demokratis dan langsung oleh masyarakat.  Ade juga mengingatkan peserta bahwa pemilih yang cerdas adalah mereka yang mampu menilai calon berdasarkan visi, misi dan rekam jejak mereka, bukan hanya karena faktor emosional atau kedekatan personal.  "Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus menjadi pelopor dalam menyebarkan pendidikan politik kepada masyarakat, agar proses pemilu berjalan dengan kualitas yang baik," ungkap Ade. Materi selanjutnya disampaikan oleh Didi Komarudin, yang membahas peran masyarakat dalam Pilkada 2024 dan bagaimana aturan kampanye harus dipahami oleh pemilih muda.  Didi menjelaskan bahwa kampanye adalah bagian dari proses demokrasi yang diatur secara ketat, termasuk soal pemberian barang-barang kampanye yang diperbolehkan dalam aturan KPU.  Selain itu, Didi menekankan bahwa politik uang masih menjadi tantangan serius yang merusak integritas Pilkada, dan generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menolak praktik tersebut.  “Jadilah pemilih yang cerdas dan kritis. Sebagai mahasiswa, kita harus berperan aktif dalam menjaga demokrasi, termasuk melalui pemantauan proses Pilkada,” ujar Didi. Didi juga mengupas isu terkait lokasi kampanye, menjelaskan aturan bahwa kampanye di tempat-tempat ibadah dilarang, sedangkan kampanye di kampus diperbolehkan, asalkan tanpa atribut politik seperti baliho atau bendera partai. Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa topik yang dibahas mencakup regulasi terbaru tentang Pilkada, potensi konflik antar pasangan calon, serta strategi untuk meminimalisir money politics yang sering terjadi di berbagai daerah. Acara ditutup dengan penyerahan plakat kepada narasumber dan foto bersama, diiringi doa penutup dan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus memantau perkembangan Pilkada melalui media sosial resmi KPU Jabar. Sebagai tanda apresiasi, peserta juga menerima uang transportasi dan konsumsi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta yang merupakan pelajar dan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang aktif dan berpartisipasi dalam mensukseskan Pilkada 2024, dengan menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.  KPU Jabar juga mendorong partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan Pilkada yang jujur, adil dan bebas dari politik uang.


Selengkapnya