Berita Terkini

169

KPU JABAR UMUMKAN JADWAL KAMPANYE AKBAR PILGUB 2024, 4 PASLON SIAP RAMAIKAN BERBAGAI KOTA

BANDUNG - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, dijadwalkan akan mengikuti tiga kali debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar.  Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia mengatakan, acara debat tersebut rencananya akan digelar tiga kali pada November 2024. "Untuk debat kandidat kami sudah putuskan di tanggal 11, 17, dan 23 November 2024. Debat rencananya akan dilangsungkan Bogor, Bandung, dan Cirebon," ujar Hedi, Rabu (2/10/2024). Adapun untuk tema debat di setiap tempatnya, Hedi mengatakan, saat ini masih dalam pembahasan. "(Temanya) Belum, baru tanggal dan tempatnya saja. Kami akan diskusikan dulu dengan tim perumus," katanya. Sementara itu, terkait kampanye akbar, empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar telah mengajukan lokasi dan waktu yang diinginkan pada KPU. Hal ini tertulis berdasarkan Surat Keputusan (SK) 46/2024 yang diterbitkan pada Selasa (1/10/2024). Perlu diketahui, setiap pasangan calon mendapatkan kesempatan dua kali melakukan kampanye akbar atau rapat umum Pilgub Jabar 2024.  Pasangan nomor urut satu, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina rencananya akan melakukan kampanye akbar di Kota Tasikmalaya pada 10 November 2024 dan Kota Bandung pada 17 November 2024. Sedangkan, Pasangan nomor urut dua, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja bakal kampanye akbar di Kabupaten Pangandaran pada 10 November 2024 dan Kota Bandung pada 16 November 2024.  Kemudian, pasangan nomor urut tiga, Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie di Kota Bandung pada 10 November 2024, serta Kota Bekasi pada 23 November 2024. Terakhir, pasangan nomor urut empat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan bakal melakukan kampanye akbar di Kabupaten Indramayu pada 20 November 2024 dan Kabupaten Bogor pada 22 November 2024.


Selengkapnya
134

KPU JABAR GELAR FGD EVALUASI PEMILU 2024, FOKUS PADA PERBAIKAN DAN TRANSPARANSI

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyelenggarakan acara Focus Group Discussion Penyusunan Laporan Evaluasi Pemilu tahun 2024 pada Senin (30/9/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Jabar, yakni Ummi Wahyuni yang oleh anggota KPU  Jabar, Abdullah Sapi'i, Hari Nazarudin, Aneu Nursifah dan sekretariat KPU Jabar, Achmad beserta para fungsionaris dan jajaran KPU Jabar. Pemaparan materi, dipimpin Kepala Bagian Perencanaan, Data dan Informasi KPU Jabar, Sutrisno. Materi pertama, disampaikan oleh Ramadhan Pancasilawan dengan tema Verifikasi dan Klarifikasi Data Evaluasi Pemilu serentak 2024.  Dalam pemaparannya, Ramadhan menyampaikan, total hasil sengketa pemilu di Indonesia sangat banyak sekali, yang terdata terdapat 297 permohonan dan 106 permohonan ditindaklanjuti MK.  “Kemudian terdapat 44 permohonan yang dikabulkan dengan amar putusan  putusan seperti pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Penghitungan Surat Suara Ulang (PSSU), maupun penyandingan data,” papar Ramadhan. Ramadhan mengatakan, jumlah anggaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 mencapai Rp71,8 T.  “Jumlah ini merupakan alokasi anggaran total yang penggunaannya telah dilaksanakan sejak tahun 2022 hingga 2024 dimana proses atau tahapan pemilu mulai dilaksanakan pada tahun 2022,” ujarnya. Pada tahun 2022, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,1 T, kemudian meningkat pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp30,4 T dan saat terselenggaranya pemilu pada tahun 2024 alokasi anggaran terus bertambah mencapai Rp38,3 T. Selanjutnya, Ramadhan menjabarkan terkait model evaluasi. Yang diantaranya yakni, model Evaluasi Perumusan Kebijakan, Evaluasi Implementasi Kebijakan, Evaluasi Lingkungan Kebijakan, Evaluasi Kinerja Kebijakan.  “Tujuan Evaluasi Pemilu serentak adalah Menilai penyelenggaraan pemilu tahun 2024 serta membangun model dan standar pemilu,” katanya. Sementara, manfaat evaluasi pemilu serentak merupakan FGD untuk mengenali hal-hal yang menjadi non normatif dan apa yang menjadi kebutuhan untuk pemilu kedepan berdasarkan proses pemilu tahun 2024. Materi kedua, disampaikan oleh Fahmi Iswahjudi dengan tema Catatan-catatan Evaluasi Pemilu tahun 2024 dengan Model FGD. Fahmi mengatakan, metode FGD ini merupakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui survey atau pengumpulan data narasumber.  Metode FGD ini digunakan hanya untuk mempertebal atau melengkapi sesuatu yang dibutuhkan.  “Sejak 2017 Indeks demokrasi Indonesia ini turun, saya melihat dari indikator dari sumber Economist Intelligence Unit (EIU) Indonesia sering turun 2/3 peringkat pertahun dengan variabel : 1. Proses Pemilu dan Pluralisme (7,92) 2. Fungsi Pemerintah (7,86) 3. Partisipasi Politik (7,22) 4. Budaya Politik (4,38) 5. Kebebasan Sipil (6,18),” paparnya.  Evaluasi Pelaporan merupakan mandat dari Pasal 12 UU Nomor 7 Tahun 2017 untuk membaca persoalan dan permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 dan merumuskan kebijakan kebijakan yang lebih baik untuk pemilu kedepan.  Fahmi mengatakan, area evaluasi penyelenggaraan Pemilu sangat banyak sekali seperti Alas Regulasi/Kerangka Hukum Pemilu, Digitalisasi Administrasi Pemilu dan Partisipasi Politik.  “Pemilu ini hanya direduksi jika partisipasi masyarakat banyak maka akan dianggap baik dan jika partisipasi masyarakat rendah maka pemilu dianggap buruk,” tandasnya. Materi ketiga, disampaikan oleh Nina Yuningsih dengan tema Evaluasi Komprehensif Pemilu 2024: Refleksi Menuju Demokrasi Berkualitas.  Nina mengatakan, apakah demokrasi di Indonesia sudah berkualitas? tentu saja demokrasi di Indonesia sudah berkualitas namun sejauh mana, Pemilu sebagai pilar demokrasi harus selalu ditingkatkan kualitasnya. “Dalam data yang didapat Masyarakat cukup puas terhadap penyelenggaraan pemilu 2024 dengan nilai 56,3 % dan kepercayaan masyarakat terhadap pemilu yang Jujur dan Adil nilainya pun cukup tinggi yakni 60,7%,” ungkap Nina. Lanjut, Nina mengatakan, refleksi evaluasi Pemilu diharapkan membantu mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan peluang untuk meningkatkan kualitas demokrasi.  Materi keempat, disampaikan oleh Jojo Rohi dengan tema Pengayaan Perspektif Pilkada 2024 dan Relevansinya Dengan Realitas Politik. Jojo mengatakan,  lembaga atau badan hukum dapat dimanipulasi sedemikian rupa untuk mendapatkan legitimasi hukum yang dianggap tidak fair.  “Dicontohkan pada saat MK nomor 70 dan kemudian baleg DPR RI mencoba menyiasati untuk merevisi undang undang pilkada, lalu kemudian itu gagal karena di demo oleh para mahasiswa dan para aktivis demokrasi,” ungkapnya. Terkait hal itu, menurutnya ada satu upaya “legal” prosesnya, tetapi itu termasuk dalam kategori tidak fair. Jadi yang kemarin dilakukan DPR untuk merevisi undang-undang pilkada itu ada salah satu klausul didalamnya. “Jadi saya ingin mengatakan bahwa ada gejala lembaga atau institusi hukum itu bisa dimanipulasi sedemikian rupa sehingga dapat mengancam keberlangsungan pemilu kita yang jujur dan adil serta demokratis,” katanya. Jojo mengatakan, pemilu dapat dikatakan demokratis apabila ada beberapa indikator salah satunya adalah pemantau internasional dan kehadiran pemantau domestic.  “Nah jadi di Indonesia teori ini cocok karena pemilu di Indonesia ada yang namanya pemantau pemilu yang menggambarkan bahwa Indonesia merupakan Negara yang demokratis,” ujarnya. Untuk itu, Jojo berpesan sebagai salah satu negara dengan tingkat kompleksitas tertinggi di dunia dalam pelaksanaan Pemilu, Indonesia merupakan avant-garde demokrasi di kawasan Asia.  “Semoga bangsa Indonesia dapat melewati tantangan Pemilu/Pilkada 2024,” tandasnya.


Selengkapnya
137

KPU JABAR TETAPKAN TITIK PEMASANGAN APK PILKADA 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait dengan titik pemasangan alat peraga kampanye (APK) calon kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni memastikan bahwa SK titik pemasangan APK tersebut telah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jabar. "Titik-titik pemasangan alat kampanye sudah ditentukan dan sudah di SK kan, kami juga sudah berikan kepada bawaslu dan 4 pasangan calon," ucap Ummi di kantor KPU Jabar, Selasa (1/10/2024). Ummi mengatakan bahwa SK titik pemasangan APK meliputi 27 kabupaten/kota di Jabar. "Karena kami juga menunggu kemarin titik pemasangan itu temen-temen itu di 27 kabupaten/kota karena ini berkaitan dengan aturan terkait dengan titik dimana boleh dipasang tentang terkait pemasangan APK," ungkapnya. Ummi mengatakan, dalam SK tersebut juga telah diatur mengenai titik atau lokasi mana saja yang diperbolehkan dan dilarang untuk berkampanye. "Itu sudah tertuang didalam SK yah karena kan banyak, karena itu meliputi di 27 kabupaten/kota. Kami secara ini mengeluarkan SK dimana saja titik-titik yang dibolehkan kalau yang tidak diperbolehkan itu sudah adakan," tandasnya.


Selengkapnya
131

KPU PUTUSKAN DEBAT PILGUB JABAR DIGELAR DI TIGA ZONA PADA 11, 17, 23 NOVEMBER 2024

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah memutuskan terkait jadwal debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan bahwa debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024 akan berlangsung pada 11, 17 dan 23 November mendatang. "Hari ini KPU Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan akan menggunakan 3 kali debat dalam metode kampanye menjadi salah satunya. Kemudian waktunya sudah kami tentukan Insya Allah dibulan November tanggal 11, 17, dan 23," ucap Ummi di Kantor KPU Jabar, Selasa (1/10/2024). Meski begitu, KPU Jabar masih belum memutuskan terkait tempat pelaksanaan Pilgub Jabar 2024. "Untuk tempat kami belum memastikan dimana," ujarnya. Hanya saja, kata Ummi, pihaknya berencana untuk menggelar debat Cagub-Cawagub Jabar 2024 di 3 zona berbeda. "Kami memikirkan karena Jawa Barat ini kan luas terdiri dari 3 geografis besar ada pamoyanan meliputi Bogor, Bekasi, Depok, Sukabumi. Kemudian Pantura Cirebonan. Kemudian ada Priangan kami memutuskan kemarin di 3 zona," katanya. Untuk pamoyanan, kata Ummi, nanti akan digelar di daerah Kabupaten Bogor. Mengingat, wilayah tersebut merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbesar. "Kemudian di daerah Priangan di Bandung. Kemudian di Pantura di wilayah Cirebon," tandasnya.


Selengkapnya
150

DEBAT CAGUB-CAWAGUB JABAR BAKAL DIGELAR 3 KALI DENGAN TEMPAT BERBEDA

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyiapkan tiga kali debat untuk empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar 2024. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan, debat pasangan cagub-cawagub Jabar ini harus menjangkau semua masyarakat, termasuk pemilih pemula. "Kita persiapkan debat juga ada tiga kali, dengan waktu 60 hari, kita persiapkan supaya ketiganya bisa mencakup semua masyarakat Jabar," ucap Ummi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/9/2024). Ummi mengaku, pihaknya masih belum menentukan lokasi penyelenggaraan debat tersebut. Namun dipastikannya, debat dilakukan di tiga tempat berbeda. "Beda-beda tempatnya, jadi kita rumuskan tempatnya misal di penjuru Jabar atau di mana. Salah satunya kami ada terpikir menempatkan di tempat pendidikan, karena pemilih pemula kita kan banyak," ungkapnya. Sementara terkait aturan titik lokasi pemasangan alat peraga kampanye (APK), pihaknya masih menunggu dari 27 kabupaten/kota di Jabar.  Demikian juga dengan jadwal kampanye masing-masing pasangan calon, pihaknya masih menunggu petunjuk teknisnya.  "Jadwal masih konsultasikan, karena sampai hari ini belum ada juknisnya (petunjuk teknis). Insyaallah hari ini titik penentuan APK untuk 27 Kota/Kabupaten, kami keluarkan dalam bentuk SK," katanya. Menurutnya, titik kampanye akan sama persis dengan Pemilu kemarin, yakni tidak mengganggu keramaian, jalan protokoler dan gedung pemerintahan.  "Boleh kita ke (tempat) pendidikan, tapi ada syaratnya harus mendapat izin dan tidak membawa atribut," ujarnya. Ummi juga mengimbau 84 pasangan calon kepala daerah di 27 Kabupaten/kota dan empat pasangan cagub-cawagub Jabar bersama-sama menjaga masa kampanye dengan baik, aman dan lancar. "Sesuai tema Pilgub Jabar, sebagai inisiasi budaya demokrasi di Jabar, dengan tagline gemilang: gembira memilih langsung. Mari jadikan pesta demokrasi menggembirakan untuk Jabar," tandasnya.


Selengkapnya
191

4 PASLON CAGUB-CAWAGUB JABAR 2024 TANDATANGANI DEKLARASI KAMPANYE DAMAI

BANDUNG - Keempat pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024, resmi mendeklarasikan kampanye damai. Adapun keempat paslon cagub-cawagub Jabar 2024 itu yakni Acep Adang-Gitalis Dwi Natarina, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, dan Dedi-Mulyadi-Erwan Setiawan  Ikrar dan penandatanganan deklarasi kampanye damai berlangsung di Laswi Heritage, Kota Bandung, Selasa (24/9/2024). Sebelum penandatanganan, mereka bersama-sama membaca naskah berisi deklarasi kampanye damai. Berikut isi naskah deklarasi kampanye damai yang berisi 3 poin: 1. Mewujudkan pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. 2. ⁠Melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib dan damai, berintegritas tanpa hoaks, tanpa politisasi sara dan tanpa politik uang. 3. Melaksanakan kampanye pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Usai membacakan poin-poin deklarasi, para paslon cagub-cawagub Jabar kemudian menandatangi deklarasi kampanye damai Pilgub Jabar 2024. Penandatanganan deklarasi kampanye damai ini juga turut diikuti oleh pemangku kepentingan lainnya, di antaranya Pj Gubernur Jabar, KPU Jabar, Bawaslu Jabar BIN Jabar, DPRD Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kejati Jabar, dan Polda Jabar. Sebelumnya, Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni berharap, pelaksanaan Pilgub Jabar dan Pemilih Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dapat berjalan damai serta menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat Jabar. "Kami KPU Provinsi Jawa Barat beserta 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat sangat berharap pelaksanaan Pilkada serentak nasional ini menjadi sebuah hajat demokrasi, pesta demokrasi masyarakat Jawa Barat," ucap Ummi. "Sesuai dengan tema kita Pilgub Jabar sebagai inisiasi budaya demokrasi di Jawa Barat. Dan sesuai dengan tagline kami dalam pelaksanaan Pilgub Jabar, Gemilang (Gembira Memilih Langsung)," tambahnya. Oleh karena itu, Ummi pun mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November 2024 mendatang. "Mengajak seluruh masyarakat di Jawa Barat untuk datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024 dengan riang gembira. Mengajak seluruh sanak keluarga masyarakat dengan hati riang gembira melaksanakan pesta demokrasi," katanya.


Selengkapnya