Berita Terkini

132

SAMAKAN PERSEPSI, KPU JABAR GELAR RAPAT KOORDINASI PERENCANAAN DAN ANGGARAN PILKADA 2024

KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Pilkada tahun 2024, bertempat di Aula Kantor KPU Jabar, Sabtu (31/8/2024). Rapat Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Pilkada tahun 2024 ini diikuti oleh 108 peserta KPU dari Kabupaten/Kota, 42 KPU Provinsi Jabar, serta 3 Narasumber dari Komisi II DPR RI, 3 dari KPU RI. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan kesempatan bagi para Kadiv Perencanaan Data dan Informasi, dan seluruh jajaran kesekretariatan di 27 Kabupaten/Kota Jabar untuk bertanya terkait Pilkada 2024. “Silakan nanti para ketua, para Kadiv dan bapak ibu kesekretariatan bisa berdiskusi, menanyakan terkait dengan beberapa hal terutama terkait dengan perencanaan. Sehingga hari ini kita mempunyai persamaan persepsi,” paparnya. Ummi mengatakan, pada tahapan Pilkada kali ini sudah memasuki dalam pemeriksaan kesehatan, sehingga di tengah kesibukan tersebut pihaknya juga harus menerima pemeriksaan dari BPK. “Ini menjadi tantangan buat kita, kita harus melaksanakan realisasi anggaran disatu sisi  kegiatan nya belum selesai tapi sudah masuk pemeriksaan. kita harus punya ilmunya, bagaimana dua hal ini bisa berjalan baik dan lancar,” ungkapnya.  Lanjut, Ummi menyampaikan bahwa hal ini juga menjadi tantangan bagaimana dengan regulasi yang diikuti hari ini akan berimplikasi terhadap anggaran.  “Karena memang ada beberapa regulasi yang keluarnya setelah rancangan anggaran sudah jadi, ini harus kami akui bagaimana temen-temen sekretariat sekarang menjadi ujung tombak bagi kami di jajaran komisioner bagaimana mengimplementasikan kebijakan hari ini dalam bentuk perencanaan anggaran,” jelasnya. Sehingga, menurutnya ini menjadi bahan diskusi dan masukan karena jangan sampai ketika selesai pelaksanaan Pilkada, tapi punya implikasi yang dapat menghambat setelah selesai melaksanakan. “kita selalu berharap tidak hanya KPU Provinsi Jawa Barat tapi 27 Kabupaten/Kota sama-sama sukses tanpa permasalahan yang nanti bisa timbul ketika kita selesai melaksanakan pilkada yang nantinya sudah terpilih kepala daerah, di Provinsi dan 27 Kabupaten/Kota,” paparnya. Selain itu, Ummi mengatakan setelah menerima pasangan calon, ada satu daerah yaitu Ciamis yang harus melakukan perpanjangan, karena baru ada satu calon tunggal.  “Ini juga menjadi konsentrasi teman-teman KPU Provinsi bagaimana KPU Ciamis tidak tertinggal dengan Kabupaten/Kota yang lain,” ujarnya. Kemudian, Ummi mengatakan ada dua hal penting yang akan dilakukan pada tanggal 22 September 2024. “Kenapa disebut penting? karena tadi hari ini pun para sekretaris juga sudah mempersiapkan terkait logistik nya Pilkada tahun 2024, sehingga kalau kita melihat timeline kegiatan hari ini sudah onfire semua, sehingga kami berharap para ketua mampu mengkoordinir setiap divisi agar baik dan lancar tanpa ada kendala apapun,” tandasnya.  Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan Data dan Informasi KPU Jabar, Sutisno mengungkapkan bahwa Divisi Perencanaan mempunyai tugas dalam penyusunan program dan anggaran serta monitoring, evaluasi, dan pengendalian program.  “KPU Provinsi Jawa Barat sebagai Koordinator pemilihan di Wilayah Jawa Barat memiliki kewajiban untuk melaksanakan koordinasi kepada seluruh kegiatan yang dilaksanakan KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat termasuk terkait dengan anggaran,” ujar Sutisno. Terlebih lagi, kata Sutisno dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024 terdapat anggaran, antara anggaran yang ada di KPU Provinsi dan anggaran yang ada di KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kegiatan dengan output yang sama.  “Untuk itu KPU provinsi Jawa Barat perlu melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota dalam perencanaan pilkada tahun 2024,” katanya. Adapun maksud dan tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Pilkada tahun 2024 adalah untuk menyusun perencanaan anggaran yang baik dalam melaksanakan pilkada tahun 2024. “Serta bertujuan agar KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sebagai penyelenggara Pilkada dapat memiliki pemahaman yang sama terkait program-program, penyusunan anggaran dan pelaporan nya,” tandasnya.


Selengkapnya
135

SIAP HADAPI PILKADA, KPU JABAR IMBAU SETIAP DIVISI SALING BERSINERGI

KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Rapat Evaluasi Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 di Wilayah Jawa Barat, bertempat di Aula Setia Permana, Jl. Garut 11 Bandung, Jumat (30/08/2024). Rapat Evaluasi dibuka Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni dan dihadiri Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Aneu Nursifah, Ketua Divisi SDM Litbang, Abdullah Sapi'i, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Adie Saputro, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat, Achmad Syaifudin Rahadhian. Selain itu, hadir juga Kepala Bagian Hukum dan SDM, Yunike Puspita Kepala Sub Bagian Hukum, Hasanuddin Ismail, Kepala Sub Bagian SDM, Norhina Kurniawaty, Kepala Sub Bagian Perencanaan, Dini Lestari, dan Kepala Sub Bagian Data Informasi KPU Jabar Ramdani.  Dalam sambutannya, Ummi Wahyuni menyampaikan terima kasihnya kepada Divisi Hukum karena harus intens melaksanakan pemilu kemarin, dan rata-rata mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.  “Mudah-mudahan saja pada setiap tahapan pilkada bisa dituntaskan dengan baik, yang dinamikanya sangat dinamis", ungkapnya. Lanjut, Ummi menegaskan bahwa secara kelembagaan KPU siap menghadapi Pilkada, tahapan Pilkada ini adalah tahapan yang sangat urgent.  “Mudah-mudahan Divisi Hukum dapat membantu Divisi Teknis ketika terjadi permasalahan, hal tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab kelembagaan dan bukan permasalahan divisi,” ujarnya. “Hari ini juga di RSHS ada 15 kabupaten/kota yang tertumpuk melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan pasangan bakal calon kepala daerah, hari ini sampai besok harus difokuskan untuk kesehatan,” tandasnya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pemaparan Materi dari DKPP RI, Muhammad Tio Aliansyah, membahas mengenai Penanganan Kode Etik Penyelenggara Pemilu Pasca Penyelesaian PHPU Tahun 2024 dan Tenaga Ahli KPU RI. Lalu, Muhamad Zaid membahas mengenai Catatan Evaluasi Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 di Wilayah Jawa Barat. Rapat evaluasi ini mengundang Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Hubungan dan Partisipasi Masyarakat, Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM KPU Kabupaten/Kota se-Jabar.


Selengkapnya
181

MASA PENDAFTARAN RESMI DITUTUP, KPU JABAR TERIMA BERKAS 4 PASLON

Ketua KPU Jawa Barat, Ummi Wahyuni memastikan proses pendaftaran bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar resmi ditutup.  Proses berikutnya adalah pemeriksaan semua berkas dan pemeriksaan kesehatan empat pasangan bakal calon. Diketahui, selama proses pendaftaran yang dibuka sejak hari 27-29 Agustus 2024, KPU Jabar menerima empat pasangan bakal calon. Mereka adalah Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang berisikan Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, dan PSI. Kemudian partai non parlemen yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Partai Garuda, Perindo, PKN, dan Partai Buruh. Lalu, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan NasDem. Kemudian pasangan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terakhir pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja yang diusung PDI Perjuangan. Setelah pendaftaran resmi ditutup, Ummi mengatakan proses tahapan Pilkada selanjutnya yakni pemeriksaan kesehatan. "Hari ini setelah proses pendaftaran, KPU Jawa Barat melanjutkan tahapan untuk pemeriksaan kesehatan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat," kata Ummi. Ummi Wahyuni mengatakan pemeriksaan kesehatan para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus 2024. "Pemeriksaan kesehatan untuk bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin selama tiga hari, yaitu dari tanggal 30 Agustus sampai 1 September," jelasnya. Untuk saat ini, kata Ummi, baru ada dua paslon yang melakukan tes kesehatan jasmani di RSHS Bandung guna melangsungkan proses tahapan-tahapan Pilgub Jabar 2024. "Hari ini ada dua paslon yaitu Bapak Dedi Mulyadi dan Bapak Erwan Setiawan, serta paslon Bapak Ahmad Syaikhu dan Bapak Ilham Akbar Habibie yang melakukan pemeriksaan kesehatan," terangnya. Kemudian, lanjut Ummi, pada Sabtu (31/9/2024) akan dilakukan tes pemeriksaan kesehatan secara rohani terhadap keempat pasangan calon. "Untuk besok kita akan melakukan pemeriksaan dengan empat paslon yaitu pemeriksaan rohani," ujarnya. Selanjutnya, akan dilanjut oleh dua paslon lain untuk mengikuti cek kesehatan serupa dengan paslon pertama dan kedua. "Kemudian hari Sabtu dilanjutkan dengan pemeriksaan jasmani untuk paslon yang ketiga dan keempat," pungkasnya.


Selengkapnya
131

DUA PASANGAN CAGUB-CAWAGUB JABAR JALANI TES KESEHATAN DI RSHS BANDUNG

Dua pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jumat (30/8/2024).  Dua pasang bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur itu yakni Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dan Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie. Pemeriksaan kesehatan untuk calon kepala daerah ini, merupakan bagian dari tahapan pendaftaran Pilkada serentak 2024. Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan pemeriksaan kesehatan para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus 2024. “Pemeriksaan kesehatan kami menjadwalkan pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2024, KPU Jabar telah menetapkan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebagai tempat pemeriksaannya,” kata Ummi, di kantor KPU Jabar, Kamis (29/8/2024). Sementara itu, Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pemeriksaan untuk calon kepala daerah ini dilakukan secara lengkap mulai dari penyakit dalam, jantung, paru-paru, fungsi luhur, psikiatri, hingga pemeriksaan mata. "Kemudian nanti ada beberapa penunjang seperti EKG (Elektrokardiogram), kalau perlu mungkin nanti ada CT Scan, tapi kalau dari pemeriksaan fisik dan standar penunjang itu bagus, ya sudah cukup sampai sana," ujar Rachim, Jumat (30/8/2024). Bakal Calon Gubernur, Dedi Mulyadi mengatakan jika tes kesehatan penting dilakukan untuk calon pemimpin, bukan cuma soal kesehatan fisik tapi juga jiwanya. "Paling penting kesehatan jiwanya, jiwa pemimpin untuk bisa memimpin dengan baik dan bisa memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana hidup yang sehat," ujar Dedi Mulyadi. Sedangkan, Bakal Calon Gubernur Ahmad Syaikhu berharap semua proses pemeriksaan kesehatan ini berjalan dengan baik dan lancar. "Mudah-mudahan dalam proses kesehatan ini dilakukan dengan lancar dan semua bisa sehat Insya Allah untuk menyongsong tugas-tugas kedepan dalam menyukseskan Pilkada 2024," ujar Syaikhu. Diketahui, Pilgub Jabar 2024 diikuti oleh total 4 pasangan calon, terdiri dari Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina, dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja.


Selengkapnya
568

MENIT TERAKHIR, PDIP DAFTARKAN PASANGAN JEJE WIRADINATA-RONAL SURAPRADJA KE KPU JABAR

PDI Perjuangan menjadi partai terakhir yang mendaftarkan calon di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dengan mengusung pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja. Pendaftaran pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja diwakili oleh Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono pada Kamis (29/8/2024) pukul 23.30 WIB.  Jajaran PDI Perjuangan tiba hanya beberapa menit sebelum pendaftaran Pilgub Jabar ditutup pada 23.59 WIB. Kedatangan perwakilan pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja langsung disambut Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Ummi Wahyuni mengatakan sesuai dengan PKPU Nomor 2 Tahun 2024 terkait dengan program dan jadwal pada tanggal 27-29 Agustus 2024 pukul 23:59 adalah masa pendaftaran untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar. Meski pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja tidak hadir secara langsung, Ummi mengatakan pendaftaran tetap resmi karena merujuk surat edaran KPU RI No. 1915. “Ada surat edaran terbaru dari KPU RI Nomor 1915 dalam poin ketiganya diperbolehkan ketika ada hambatan atau berhalangan hadir calonnya, diperkenankan untuk memanfaatkan teknologi,” ujarnya. “Dan ini sudah dimanfaatkan oleh rekan-rekan dari pimpinan PDI Perjuangan yang mengusulkan bakal calon gubernurnya adalah Bapak Jeje Wiradinata dan wakil gubernurnya Bapak Ronal Surapradja,” tambahnya. Selanjutnya, setelah menerima berkas dari pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan tersebut, Ummi mengatakan proses selanjutnya akan dilakukan penelitian dan verifikasi administrasi. “Kemudian nanti akan dilanjutkan juga untuk pemeriksaan kesehatan, kami menjadwalkan pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2024, KPU Jabar telah menetapkan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebagai tempat pemeriksaannya,” ungkapnya. Sesuai dengan tema Pilgub Jabar hari ini, Pilgub Jabar sebagai inisiasi budaya demokrasi Jawa Barat, Ummi berharap pelaksanaan demokrasi Pilgub Jabar kembali pada budaya Jabar saling asah, saling asuh dan saling asih ditengah keanekaragaman budaya. Untuk itu, Ummi mengajak warga Jabar untuk datang ke TPS pada November mendatang dengan perasaan riang gembira. “Mari kita sesuai juga dengan tagline Pilkada hari ini yaitu Gemilang (Gembira memilih langsung), kita ingin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk datang dengan ke TPS nanti dengan rasa riang gembira pada tanggal 27 November 2024,” tutupnya.


Selengkapnya
177

KPU JABAR: PASANGAN ACEP-GITA JADI PENDAFTAR KETIGA 

Pasangan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024.  Tepat di hari terakhir, Kamis (29/8/2024), pukul 21.30 WIB, Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina mendaftarkan diri ke KPU Jawa Barat bersama sejumlah partisipan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni menyambut kedatangan pasangan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina beserta partai pengusung. “Berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2024 terkait dengan program dan jadwal pada tanggal 27-29 Agustus 2024 adalah waktu kami di Provinsi Jawa Barat menerima pendaftaran, hari ini adalah hari ketiga, dan kami membuka sampai pukul 23:59, ini adalah tamu kami yang ketiga,” papar Ummi. Selanjutnya, Ummi pun memohon waktu untuk melakukan pemeriksaan berkas dokumen pendaftaran yang diterima. “Nanti akan dilanjutkan untuk verifikasi administrasi, kemudian nanti akan dilanjutkan juga untuk pemeriksaan kesehatan, kami menjadwalkan pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2024 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” ungkapnya. Sesuai dengan tema Pilgub Jabar hari ini, Pilgub Jabar sebagai inisiasi budaya demokrasi Jabar, dengan keanekaragaman budaya dan luasnya wilayah Jabar, Ummi mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada November mendatang. “Mari kita sesuai juga dengan tagline Pilkada hari ini yaitu Gemilang (Gembira memilih langsung), mari kita ajak masyarakat Jawa Barat untuk datang dengan riang pada tanggal 27 November ke TPS,” pungkasnya.


Selengkapnya