Berita Terkini

45

Ketua KPU Jabar Hadiri Rapat Pleno PDPB Triwulan I 2026 di KBB

BANDUNG - Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dan arahan dalam Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (2/4/2026). Dalam sambutannya, Ahmad Nur Hidayat menegaskan bahwa pelaksanaan PDPB merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang wajib dilaksanakan secara berkelanjutan hingga memasuki tahapan pemilu berikutnya. Hal ini penting untuk memastikan data pemilih yang dimiliki selalu akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menekankan bahwa kualitas data pemilih menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh jajaran KPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk terus melakukan pemutakhiran data secara konsisten dan berkesinambungan. Selain itu, Ahmad Nur Hidayat turut menggarisbawahi pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bawaslu, serta instansi terkait lainnya. Menurutnya, penguatan kolaborasi dan sinergitas antar lembaga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas data pemilih.


Selengkapnya
62

KPU RI Lantik PAW Anggota KPU Kota Bogor

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota KPU Kota Bogor yang dilaksanakan melalui telekonferen dari Ruang Rapat Pleno, Kamis (2/4/2025). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, serta disaksikan oleh jajaran pimpinan KPU Provinsi Jawa Barat. Dalam prosesi tersebut, Heru Fegian Arafat resmi dilantik sebagai PAW Anggota KPU Kota Bogor untuk periode 2023–2028. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya KPU dalam menjaga kesinambungan kelembagaan serta memastikan pelaksanaan tugas kepemiluan tetap berjalan optimal. Dalam sambutannya, Ketua KPU RI menyampaikan ucapan selamat kepada anggota yang baru dilantik dan menegaskan bahwa mereka kini telah menjadi bagian dari keluarga besar KPU Republik Indonesia. Ia juga menekankan bahwa pelantikan ini dilakukan secara percepatan agar para anggota segera dapat mengikuti orientasi tugas bersama jajaran KPU dari berbagai daerah. Lebih lanjut, Mochammad Afifuddin mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan terhadap peraturan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran KPU harus senantiasa berpedoman pada aturan yang berlaku serta aktif berkonsultasi dengan tingkat KPU yang lebih tinggi dalam setiap pengambilan keputusan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga dengan bekerja secara jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas. Menurutnya, kehadiran anggota baru diharapkan dapat memperkuat kinerja kelembagaan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Menutup sambutannya, Ketua KPU RI berharap seluruh anggota yang baru dilantik dapat segera beradaptasi, bekerja secara profesional, dan berkontribusi positif dalam menjaga kualitas pemilu. Ia juga mengajak seluruh jajaran KPU untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga Penyelenggara Pemilu.


Selengkapnya
76

Rakor Penyusunan Artikel Ilmiah Pengalaman Pemilu dan Pemilihan 2024

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan Naskah Ilmiah Pengalaman Teknis Manajerial Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat KPU Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Rapat dibuka oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni, bersama Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Adie Saputro. Turut hadir mendampingi, Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan dan Hukum Sophia Kurniasari Purba, Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu Gemayel Paulus Aruan, serta jajaran staf. Dalam sambutannya, Ummi Wahyuni menegaskan bahwa penyusunan naskah ilmiah merupakan bagian dari program kerja KPU RI yang harus tetap dilaksanakan, meskipun dengan keterbatasan anggaran. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara fleksibel, termasuk melalui metode daring, agar tetap berjalan optimal. Ummi juga menjelaskan bahwa program kerja KPU RI telah dibagi sesuai tingkatan, baik di level provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari arahan KPU RI agar jajaran KPU dapat memberikan kontribusi pemikiran melalui karya ilmiah. Sementara itu, Adie Saputro menekankan pentingnya kesiapan KPU Kabupaten/Kota dalam menyusun naskah ilmiah sesuai tema yang telah ditentukan. Ia mengingatkan bahwa karya ilmiah yang disusun harus berbasis pengalaman empirik selama penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024, bukan sekadar saduran dari tulisan lain. Kegiatan ini mengacu pada Surat Dinas KPU RI Nomor 248/PL.01-SD/06/2026 tanggal 8 Maret 2026 tentang rencana kegiatan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan pembuatan artikel ilmiah pengalaman teknis manajerial Pemilu dan Pemilihan 2024. Melalui penyusunan naskah ilmiah ini, diharapkan KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi dapat memberikan masukan konstruktif bagi KPU RI dalam merumuskan kebijakan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di masa mendatang.


Selengkapnya
96

Audiensi Pemuda Katolik, KPU Jabar Dorong Peran Aktif Pemuda dalam Demokrasi

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat menerima audiensi Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat peran pemuda dalam meningkatkan partisipasi politik serta mendorong sinergi strategis antara KPU dan organisasi kepemudaan di Jawa Barat. Ketua Pengurus Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, bersama jajaran pengurus, diterima langsung oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia yang didampingi Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum, Sophia Kurniasari Purba, serta Kasubbag Partisipasi Masyarakat, Fahmi Kamal. Dalam kesempatan tersebut, Alfian Syukur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan KPU Provinsi Jawa Barat terhadap kunjungan perdananya. Ia berharap ke depan dapat terjalin kemitraan yang lebih aktif antara KPU dengan mahasiswa serta organisasi kepemudaan dan kampus. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai objek sosialisasi, tetapi juga sebagai agen edukasi politik di lingkungan sekitarnya. Menanggapi hal tersebut, Hedi Ardia menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemuda Katolik Komda Jawa Barat dalam mendukung penguatan demokrasi di daerah. Ia menegaskan bahwa KPU terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif, khususnya dari kalangan pemuda sebagai elemen strategis dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.


Selengkapnya
139

Rapat Persiapan Rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Persiapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan di Ruang Rapat KPU Provinsi Jawa Barat pada, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat. Dalam sambutannya, ia menekankan agar seluruh data hasil pemutakhiran yang telah diverifikasi disusun sesuai dengan format yang telah ditentukan. Ia juga mengingatkan agar sebelum pelaksanaan rapat pleno, data tersebut dicermati kembali secara menyeluruh. Selain itu, Ahmad menegaskan pentingnya koordinasi dengan Bawaslu serta para pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan PDPB. Turut hadir secara daring Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah, yang memberikan arahan dan masukan kepada KPU Provinsi Jawa Barat serta KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Dalam penyampaiannya, Nuryamah berharap sinergi antara KPU dan Bawaslu Jawa Barat semakin selaras serta kerja sama antar kelembagaan semakin kuat, khususnya di tingkat provinsi. Ia juga meminta agar KPU Kabupaten/Kota yang belum menindaklanjuti saran perbaikan dari Bawaslu Jawa Barat pada Semester II Tahun 2025 segera menyelesaikannya guna menghindari akumulasi saran perbaikan. Selanjutnya, kegiatan dipimpin oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni didampingi Kepala Bagian Perencanaan, Data dan Informasi, Sutrisno dan Plt. Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Siti Aisyah.  Dalam arahannya, Ummi menegaskan kepada KPU Kabupaten/Kota agar segera menuntaskan berbagai pekerjaan terkait PDPB, termasuk pelaksanaan eksekusi terhadap data ganda yang muncul akibat adanya pemilih masuk dan pemilih keluar. Selain itu, dilakukan pula pengecekan terhadap progres tindak lanjut data turunan dari KPU RI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Perencanaan Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat, Plt. Kepala Sub Bagian Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat, serta jajaran Sekretariat Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Barat. Adapun peserta rapat terdiri atas Anggota Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kepala Subbagian Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta Admin/Operator KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.


Selengkapnya
127

Setiap Ganti Komisioner Pengetahuan Hilang, KPU RI Rancang Solusinya

GOWA, SULAWESI SELATAN – Sebuah pernyataan mengejutkan mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Learning Management System (LMS) Kepemiluan Tahun 2026 di Kantor KPU Kabupaten Gowa, Rabu (1/4/2026). Selama ini pengembangan kompetensi komisioner KPU masih dipersepsikan sebagai urusan individual dan insidental — bukan sebagai investasi kelembagaan yang terstruktur. Akibatnya, setiap kali terjadi pergantian periode komisioner, kurva belajar kembali dimulai dari titik nol, sementara pengetahuan institusional yang berharga hilang begitu saja. Fakta ini terungkap dalam paparan Dr. Bayu Hikmat Purwana, M.Pd, Analis Kebijakan dari Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional, Lembaga Administrasi Negara (LAN RI). Dalam policy brief bertajuk Tiered Facilitation Model: Kerangka Strategis Pengembangan Kompetensi Komisioner KPU, ia mengidentifikasi bahwa sistem pembekalan bagi komisioner KPU belum dirancang untuk menjawab kompleksitas pemilu modern secara komprehensif dan berkelanjutan. "Pengalaman dan integritas saja tidak lagi memadai tanpa pengembangan kompetensi yang sistematis. Tanpa itu, keputusan strategis komisioner berpotensi inkonsisten, rentan terhadap gugatan hukum, dan pada akhirnya melemahkan legitimasi hasil pemilu," papar Bayu di hadapan Ketua Divisi SDM dari 38 provinsi dan Kepala Bagian dari 20 provinsi se-Indonesia. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Anggota KPU RI Dr. Parsadaan Harahap bersama Idham Holik ini merupakan tindak lanjut dari FGD serupa di Provinsi Lampung pada Desember 2025. KPU Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Ketua Divisi SDM dam Litbang Abdullah Sapii dan Kabag Parhumas dan SDM Yunike Puspita. Dr. Parsadaan Harahap dalam sambutannya menegaskan bahwa LMS Kepemiluan merupakan concern strategis KPU RI di akhir masa jabatan ini. "Penggunaan digitalisasi menjadi sesuatu yang urgen. Kami sudah menginisiasi di Lampung, di sini kita matangkan, dan nanti kita finalkan di Bengkulu tanggal 21–23 April," ujar Parsadaan. Dr. Bayu kemudian memaparkan model Tiered Facilitation yang terdiri dari tujuh tahapan pembelajaran berjenjang sepanjang masa jabatan komisioner, mulai dari orientasi dan self-assessment di awal jabatan, penguatan kompetensi strategis sesuai jenjang, peer learning dan mentoring kolektif, penguatan etika dan integritas, pembelajaran adaptif melalui e-learning, integrasi dengan manajemen pengetahuan kelembagaan, hingga refleksi akhir masa jabatan dan peer review. Model ini membedakan kebutuhan kompetensi berdasarkan tingkatan: Komisioner KPU RI difokuskan pada kepemimpinan strategis dan visioner, Komisioner Provinsi pada sinkronisasi kebijakan pusat–daerah, dan Komisioner Kabupaten/Kota pada persoalan operasional strategis di lapangan. Selain itu, Bayu juga memperkenalkan konsep transformasi platform SiMPEL KPU menjadi LMS yang lebih komprehensif dengan dua alternatif branding: "SIMPUL PEMILU" (Sistem Pembelajaran Unggul Pemilu) dan "PILAR PEMILU" (Pusat Ilmu dan Pembelajaran Pemilu). LMS ini dirancang mampu melayani tidak hanya ASN KPU, tetapi juga anggota komisioner dan badan ad hoc seperti PPK, PPS, hingga KPPS yang pada Pemilu 2024 lalu berjumlah lebih dari 5,7 juta orang di 820 ribu TPS. Narasumber kedua, Dr. John Fresly Hutahayan, S.H., LL.M., menyoroti tantangan pengembangan kompetensi SDM melalui pendekatan teknologi informasi, melengkapi perspektif teknis dalam perancangan LMS. Kadiv SDM KPU Jabar, Abdullah Sapii, menyampaikan bahwa temuan tentang siklus kehilangan pengetahuan kelembagaan sangat relevan dengan kondisi di Jawa Barat. "Hasil FGD ini akan kami bawa untuk ditelaah dan diimplementasikan sesuai kebutuhan penguatan kapasitas SDM penyelenggara pemilu di Jawa Barat," tegasnya. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.30 WIB, dimoderatori oleh Firnandes Maurisya dan Yenli Elmanoferi, serta dihadiri oleh Kepala Pusat PKSDM KPU dan para Tenaga Ahli KPU RI.


Selengkapnya