Berita Terkini

234

Penyempurnaan Laporan Akhir Tahun dan Evaluasi Pemilihan

BANDUNG — Jajaran pegawai KPU Provinsi Jawa Barat melaksanakan apel pagi rutin pada Senin (24/11/2025). Sebagai pembina apel dipimpin oleh Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan dan Hukum KPU Provinsi Jawa Barat, Sophia Kurniasari Purba dan bertugas sebagai pemimpin apel, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Gemayel Paulus Aruan. Petugas apel kali ini berasal dari jajaran Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum. Dalam amanatnya, Sophia menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian laporan pertanggungjawaban dari seluruh bagian dan subbagian jelang akhir tahun. Ia menekankan bahwa ketertiban administrasi menjadi fondasi bagi pelaksanaan program kerja di tahun berikutnya. Sophia juga menyampaikan perkembangan dari kegiatan sebelumnya, di mana jajaran KPU Provinsi Jawa Barat mengikuti Rapat Finalisasi Penyusunan Laporan Pemilihan 2024 bersama KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia. Rapat yang dipimpin Kepala Biro Perencanaan tersebut menyoroti pentingnya kualitas penyusunan laporan pemilihan, terutama terkait kelengkapan data, ketepatan substansi, dan standar nasional pelaporan. Tim pakar turut memberikan pendalaman terhadap aspek-aspek penyusunan laporan dari tiap satuan kerja. Lebih lanjut, Sophia menegaskan bahwa laporan evaluasi pemilihan tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan regulasi, termasuk revisi Undang-Undang Pemilu. “Laporan evaluasi ini adalah suara kita sebagai penyelenggara pemilu. Suara ini harus hadir secara utuh dan detail agar dapat menjadi masukan nyata dalam perbaikan regulasi ke depan,” tuturnya. Dengan itu, ia meminta seluruh bagian dan sub bagian untuk meningkatkan kolaborasi dalam penyempurnaan laporan evaluasi Pemilihan 2024 agar lebih komprehensif.


Selengkapnya
296

KPU Provinsi Jawa Barat Terima Kunjungan Kerja DKPP RI

BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja tim  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, bertempat di Kantor KPU Provinsi Jawa Barat,  Jum’at  (21/11/2025). Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Barat dan juga selaku anggota Tim Pemeriksa Daerah Provinsi Jawa Barat dari unsur KPU, Adie Saputro dan di dampingi oleh Kepala Sub Bagian Hukum KPU Provinsi Jawa Barat, Hasanuddin Ismail. Tim DKPP RI yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Fasilitasi Tim Pemeriksa Daerah Wilayah I melakukan kunjungan dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja Tim Pemeriksa Daerah di Provinsi Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, digelar diskusi santai untuk menghimpun berbagai masukan terkait penguatan peran Tim Pemeriksa Daerah, guna meningkatkan kualitas penegakan kode etik Penyelenggara Pemilu di wilayah Jawa Barat.


Selengkapnya
372

Pembukaan FGD Bali: Evaluasi Seleksi Komisioner

BALI - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota yang diselenggarakan di Bali pada 20–21 November 2025. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua KPU RI, H. Moh. Afifuddin, yang memberikan arahan strategis terkait penguatan tata kelola seleksi penyelenggara pemilu di seluruh Indonesia. Turut hadir dan memberikan arahan dalam sesi pembukaan adalah Anggota KPU RI Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, serta Litbang, Dr. Parsadaan Harahap, serta Anggota KPU RI Divisi Hukum dan Pengawasan, Iffa Rosita. Keduanya menegaskan pentingnya konsistensi standar seleksi, penyempurnaan desain asesmen, serta harmonisasi antara regulasi, kebutuhan kelembagaan, dan dinamika lingkungan strategis pemilu. Dalam pemaparannya, Iffa Rosita menekankan bahwa banyak persoalan etik penyelenggara yang terekam dalam putusan Mahkamah Konstitusi, DKPP, maupun proses pidana harus dijadikan bahan evaluasi serius terhadap pola seleksi. Ia menggarisbawahi bahwa pelanggaran kode etik tidak harus menunggu adanya aduan. “Berdasarkan pemantauan, penilaian, dan evaluasi KPU provinsi, ketika ada indikasi pelanggaran, pembinaan berjenjang harus segera dilakukan hingga, bila tidak ada perubahan, dapat berujung pada peringatan keras atau pemberhentian yang disampaikan ke DKPP,” ujarnya. Iffa juga membuka kemungkinan penguatan kriteria seleksi untuk mempertimbangkan pengalaman penyelenggaraan pemilu, sepanjang analisis menunjukkan korelasi antara latar belakang pengalaman dan kualitas kinerja komisioner. Sementara itu, Parsadaan Harahap menekankan pentingnya FGD sebagai ruang refleksi kolektif untuk mengkaji kembali desain seleksi komisioner dari berbagai dimensi, mulai dari proses rekrutmen, instrumen psikologi dan profil kompetensi, hingga kebutuhan kapasitas baru seperti literasi digital dan komunikasi publik. “Melalui forum ini kita ingin menggali persoalan secara lebih holistik. Ke depan, profil anggota KPU harus semakin jelas: berintegritas, profesional, adaptif pada perkembangan teknologi, sekaligus mampu menjadi komunikator demokrasi di ruang publik,” tuturnya. Ia mendorong peserta untuk menghasilkan masukan konkret yang dapat menjadi bahan rekonstruksi kebijakan dan kriteria seleksi KPU provinsi dan kabupaten/kota di periode mendatang. Ketua KPU RI dalam arahannya menekankan bahwa penyelenggara pemilu harus senantiasa menjaga integritas, profesionalitas, dan keberanian moral dalam menghadapi kompleksitas kepemiluan. Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang kelembagaan KPU dibangun melalui kerja kolektif para pendahulu yang harus dihargai melalui inovasi berkelanjutan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi. Kegiatan FGD ini juga dihadiri oleh perwakilan KPU Provinsi Jawa Barat, yaitu Ketua Divisi SDM, Penelitian dan Pengembangan, Abdullah Sapi’i, serta Kepala Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Yunike Puspita, yang turut mengikuti rangkaian diskusi dan berbagi praktik baik terkait pelaksanaan seleksi di tingkat provinsi. FGD ini menjadi forum refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan seleksi anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota, meliputi pemetaan tantangan, konsolidasi kerangka regulasi, penguatan sistem penilaian kompetensi, serta penyelarasan peta jabatan sesuai dengan ketentuan organisasi KPU. Melalui forum ini, seluruh unsur diharapkan mampu merumuskan rekomendasi strategis untuk memastikan bahwa proses seleksi ke depan berjalan semakin objektif, transparan, dan akuntabel. Dengan terselenggaranya FGD ini, KPU RI berkomitmen memperkuat kualitas rekrutmen penyelenggara pemilu sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas pemilu dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap demokrasi Indonesia. 


Selengkapnya
318

KPU Jabar Hadiri Rakor Evaluasi Produk Hukum dan Pengelolaan JDIH KPU RI

PADANG - Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat, Aneu Nursifah bersama Kepala Subbagian Hukum Hasanuddin Ismail mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Produk Hukum dan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU yang diselenggarakan oleh KPU RI pada Senin hingga Kamis, 17–20 November 2025, di Kota Padang. Peserta yang hadir mengikuti rakor terdiri dari Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan serta Kepala Bagian/Subbagian Hukum KPU Provinsi se-Indonesia. Kegiatan hari pertama dibuka secara resmi oleh Ketua KPU RI M. Afifuddin yang didampingi Anggota KPU RI Iffa Rosita, Idham Holik, dan Parsadaan Harahap. Dalam sambutannya, Afifuddin menegaskan pentingnya publikasi setiap produk hukum di JDIH KPU. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini KPU sedang berhadapan dengan proses revisi Undang-Undang Pemilu, serta berharap JDIH KPU dapat menjadi yang terbaik di antara lembaga publik lainnya. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada KPU Provinsi yang dinilai aktif mengelola JDIH. Memasuki hari kedua, peserta menerima sejumlah materi strategis, di antaranya: Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan oleh Nurkhaidir, Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya dari Kemenkumham RI; Penguatan Pengelolaan JDIH dan Pengembangan Inovasi oleh Katarina Rosariani, Pustakawan Ahli Madya BPHN Kemenkumham RI; Mekanisme Evaluasi PKPU dan Keputusan KPU oleh Analisis Hukum BPHN Kemenkumham RI, Lewinda Oletta; Penguatan JDIH dan Zona Integritas oleh Deputi Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawima; Evaluasi JDIH dan DIM Revisi Undang-Undang Pemilu oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU RI, Iffa Rosita. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait usulan revisi Undang-Undang Pemilu. Pada hari ketiga, peserta kembali menerima paparan dalam sesi panel bertema Inventarisasi Permasalahan Undang-Undang Pemilu. Panelis terdiri atas Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Guspardi Gaus, akademisi hukum dari Universitas Padjadjaran, serta perwakilan Asosiasi Pengajar HTN dan HAN, Oce Madril. Dalam rangkaian kegiatan ini, KPU RI juga memberikan penghargaan kepada Anggota JDIH KPU serta lembaga dengan Manajemen Penanganan Permasalahan Hukum Terbaik tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Usai rangkaian penyerahan pengharagaan, rapat koordinasi ditutup oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU RI, Iffa Rosita.


Selengkapnya
366

Menjaga Ruang Digital Dengan Inovasi Manajemen Informasi Akurat dan Kreatif

BANDUNG - Tingginya penggunaan media sosial di Indonesia mendorong ruang digital menjadi jalur utama penyebaran informasi publik. Dinamika tersebut membuat masyarakat semakin akrab dengan arus komunikasi cepat di dunia maya, sekaligus menjadikan media sosial sebagai arena persaingan narasi yang kian kompetitif. Menanggapi situasi tersebut, KPU Provinsi Jawa Barat menggelar Parmas Insight Chapter #7 bertema “Peran Media Sosial dalam Sosialisasi Pilkada: Mengelola Akun Medsos agar Engaging dan Informatif”, Rabu (19/11/2025). Kegiatan berlangsung secara daring dan diikuti jajaran Ketua Divisi Sosdiklih Parmas, dan SDM, Kepala Sub Bagian Partisipasi Masyarakat dan SDM dari 27 KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat. Acara dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita, serta staf Sub Bagian Parhumas KPU Jawa Barat. Dalam sambutannya, Hedi menegaskan pentingnya kehadiran aktif KPU di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa lembaga publik tidak boleh tertinggal dalam arus informasi cepat yang berpotensi membentuk opini masyarakat. “Jika hoaks dibiarkan mendominasi ruang digital, narasi sesat itulah yang akan membentuk persepsi publik dan dapat memengaruhi arah demokrasi di Indonesia,” ujarnya. Hedi menyebut mis-informasi sebagai ancaman serius bagi kualitas demokrasi jika tidak diimbangi dengan edukasi dan informasi resmi yang kuat. Forum ini menghadirkan Keynote Speech,  Akhmaliyah (Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Jawa Tengah), serta dua narasumber: Masyhuri Abdul Wahid (Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon) dan Deni Firman Rosadi (Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Kabupaten Bandung Barat). Menurut Akhmaliyah, di era media sosial saat ini, kita tidak hanya berbagi informasi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai ruang publik baru bagi masyarakat untuk berinteraksi. "Era sekarang adalah eranya media sosial sebagai sarana berinteraksi dan membangun keterhubungan dengan masyarakat", ujarnya. Melalui diskusi tersebut, Hedi berharap kemampuan pengelolaan media sosial di lingkungan KPU semakin meningkat. Ia menekankan pentingnya manajemen informasi yang akurat, kreatif, dan mudah dipahami publik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi. “KPU harus terus berinovasi dalam kerja-kerja pengelolaan media sosial. Semoga diskusi hari ini menjadi energi untuk membawa perubahan yang lebih baik,” tutupnya.


Selengkapnya
357

Kajian Komparatif Pemilu: KPU Jabar Hadiri Diskusi MMPR dan OLPR di Bandung

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menghadiri Diskusi Publik bertema “Implementasi Sistem Mixed Member Proportional Representation (MMPR) dan Open List Proportional Representation (OLPR): Sebuah Kajian Komparatif Sistem Pemilu di Negara Lain” yang digelar KPU Republik Indonesia pada Rabu hingga Jumat, 18–21 November 2025, di Hotel Aryaduta Bandung. Kegiatan dibuka dengan penyampaian laporan oleh Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Melgia Carolina Van Harling. Sambutan selamat datang disampaikan Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, sebelum acara resmi dibuka oleh Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. Diskusi ini menghadirkan rangkuman pengalaman dan praktik penyelenggaraan pemilu dari berbagai negara sebagai bahan perbandingan dan penguatan tata kelola pemilu nasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua serta anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU provinsi se-Indonesia.


Selengkapnya