Setiap Warga Berhak Mendapatkan Informasi dan Berpartisipasi
BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Parmas Insight Chapter #9 dengan tema “Kolaborasi dengan Komunitas: Sinergi dengan Komunitas Seni, Olahraga hingga Hobi” pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM dari 27 KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat. Acara dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita serta Kasubag Parmas, Fahmi Kamal. Forum ini menghadirkan Keynote Speech dari Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani, serta narasumber Aof Ahmad Musyafa (KPU Kabupaten Kuningan) dan Afif Fauzi (KPU Kota Bekasi). Kegiatan dipandu oleh Kasubag Parmas dan SDM KPU Kota Banjar, Denden Deni Hendri. Dalam sambutannya, Hedi Ardia menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang belajar bersama dan penguatan kapasitas kelembagaan. Ia menyebutkan bahwa komunitas merupakan kanal komunikasi efektif dalam pendidikan politik, mengingat 72 persen pemilih di Indonesia terhubung dengan minimal satu komunitas berbasis hobi, minat, profesi, atau keagamaan. “Di masa tenang seperti sekarang, kita punya ruang luas untuk melakukan pendidikan politik yang lebih reflektif, berbasis dialog, dan tidak sekadar seremonial,” jelasnya. Sementara itu, Sri Surani juga memaparkan pengalaman KPU DIY dalam mengembangkan program Tutur Demokrasi sebagai kerangka besar pendidikan pemilih yang melibatkan banyak komunitas. Komunitas-komunitas tersebut sangat beragam, mulai dari komunitas pemilih pemula, komunitas sepeda, komunitas seni, komunitas olahraga, hingga komunitas disabilitas dan kelompok marginal lainnya. “KPU harus ada dalam semua pemilih, tidak ada satupun orang yang tertinggal soal informasi kepemiluan. Mari kita sama-sama mewujudkan bahwa KPU hadir bersama seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan, semua punya hak yang sama untuk mendapatkan informasi dan berpartisipasi,” ujarnya. Forum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab bersama para narasumber. Menutup kegiatan, Hedi Ardia menyampaikan beberapa prinsip teknis untuk menjaga netralitas KPU dalam kegiatan bersama komunitas, serta pentingnya merawat hubungan dengan komunitas secara konsisten meski tanpa anggaran khusus. Ia menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat membutuhkan jejaring yang kuat, pendekatan inklusif, dan keberanian menjangkau seluruh segmen pemilih.
Selengkapnya