Membangkitkan Demokrasi dari Ruang Budaya

BANDUNG - Forum Parmas Insight dinilai menjadi ruang strategis dalam memperkuat kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui penguatan budaya kerja yang inklusif, kolaboratif, serta berbasis pertukaran gagasan. Forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga ruang pembelajaran bersama dalam pengembangan pendidikan pemilih yang adaptif dengan kondisi sosial masyarakat.

KPU Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan Parmas Insight Chapter #10 dengan mengangkat tema “Budaya Lokal sebagai Medium Pendidikan Pemilih” pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh Kadiv Sosdiklih Parmas, dan SDM dari 27 KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Hadir dalam forum tersebut Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM Yunike Puspita serta Kepala Subbagian Parmas Fahmi Kamal. Kegiatan ini menghadirkan Keynote Speech dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Jawa Barat, Ruliadi, serta narasumber Said Attanjani dari KPU Kabupaten Ciamis dan Rudini dari KPU Kabupaten Sukabumi. Diskusi dipandu oleh Kepala Subbagian Parmas dan SDM KPU Kabupaten Sukabumi, Dananjaya Puspaningrat.

Dalam sambutannya, Hedi Ardia menegaskan bahwa Parmas Insight diposisikan sebagai laboratorium gagasan yang mendorong lahirnya inovasi pendidikan pemilih. Menurutnya, keberagaman pandangan yang muncul dalam forum merupakan kekuatan kelembagaan yang perlu dirawat melalui diskusi setara dan partisipatif. Pendidikan politik, lanjutnya, tidak selalu harus dimulai dari perencanaan acara formal, tetapi dari pemahaman ruang sosial tempat masyarakat berinteraksi dan bagaimana nilai demokrasi dapat hidup di dalamnya.

Sementara itu, Ruliadi menyampaikan bahwa keragaman sosial dan budaya di Jawa Barat menuntut pendekatan pendidikan pemilih yang kontekstual. Karakter masyarakat di wilayah pantura, metropolitan, hingga Priangan Timur membutuhkan narasi demokrasi yang membumi dan sesuai dengan kearifan lokal agar nilai demokrasi menjadi kesadaran kultural, tidak hanya muncul pada momentum elektoral.

Forum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi serta sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 215 Kali.