Lindungi Ruang Digital Demokrasi dari Disinformasi Menyesatkan

BANDUNG - Ditengah derasnya arus informasi digital, kualitas demokrasi kini semakin ditentukan oleh ekosistem informasi yang beredar di ruang publik. Cepatnya persebaran pesan melalui media sosial tak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan serius berupa hoaks, disinformasi, misinformasi, hingga manipulasi opini yang berpotensi mengganggu integritas pemilu.

Menyikapi tantangan tersebut, KPU Provinsi Jawa Barat menggelar Parmas Insight Chapter #8 bertema “Melawan Hoaks dan Disinformasi Pilkada (Literasi Digital untuk Pemilih)” pada Rabu (26/11/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM dari 27 KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Forum ini menghadirkan Keynote Speech Astri Megatari, Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Provinsi DKI Jakarta, serta dua narasumber: Oyang Este Binos (Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Purwakarta) dan Maskuri Sudrajat (Kadiv Sosdiklih Parmas KPU Kabupaten Pangandaran). Acara dipandu oleh Mydita Puspa Ayu, Kasubag Parmas dan SDM KPU Kota Bekasi.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU  Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia. Turut hadir Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita, dan staf  Parmas.

Dalam pembukaannya, Hedi Ardia menyoroti masifnya peredaran informasi di platform digital seperti WhatsApp, TikTok, dan Facebook yang memperlihatkan betapa rentannya ruang informasi publik terhadap penyalahgunaan.

“Fenomena hoaks dan disinformasi bukan sekadar gangguan komunikasi, tetapi bisa menjadi ancaman terhadap integritas pemilu. Karena itu, ruang digital kita harus dikelola secara sadar dan kolaboratif,” ujarnya.

Sementara itu, Astri Megatari menyampaikan apresiasi atas kesempatan berbagi pengalaman mengenai tantangan hoaks dan disinformasi yang terus berulang pada setiap kontestasi politik. Ia menekankan relevansi literasi digital dalam menjaga kualitas demokrasi.

Forum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab bersama para narasumber.

Menutup kegiatan, Hedi berharap diskusi yang berlangsung dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata oleh seluruh penyelenggara pemilu di Jawa Barat.

“Semoga forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kita bersama,” tutupnya.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 429 Kali.