KPU Jabar Gelar Bedah Buku Seri I Bahas Pemilihan Calon Tunggal Kepala Daerah
BANDUNG - KPU Provinsi Jawa Barat menggelar Bedah Buku Seri I bertema “Pemilihan Calon Tunggal Kepala Daerah” secara hybrid di Ballroom Setia Permana, Selasa(1/9/2026). Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan KPU Provinsi Jawa Barat, Anggota KPU RI Idham Holik, serta para penulis dan panelis. Kegiatan ini juga diikuti secara luring dan daring oleh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat serta anggota Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara–Hukum Administrasi Negara (APHT-HAN) Jawa Barat.
Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Bedah Buku Seri I merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pengetahuan kepemiluan, khususnya bagi jajaran penyelenggara pemilu di masa non-tahapan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang penguatan wawasan sebagai bekal menghadapi Pemilu dan Pemilihan yang akan datang.
Sementara itu, Anggota KPU RI, Idham Holik dalam keynote speaker menegaskan bahwa keberadaan kotak kosong merupakan last resort untuk menyelamatkan hak pilih masyarakat ketika hanya terdapat satu pasangan calon. Menurutnya, mekanisme tersebut bukanlah pilihan ideal dalam demokrasi karena demokrasi yang sehat tetap membutuhkan kompetisi antarkandidat.
“Keberadaan kotak kosong merupakan jalan keluar terakhir untuk menyelamatkan hak pilih warga negara ketika hanya ada satu pasangan calon, bukan pilihan ideal dalam demokrasi. Demokrasi yang ideal tetap membutuhkan kompetisi yang sehat antar kandidat,” tegas Idham.
Ia juga menyoroti kemenangan kotak kosong di sejumlah daerah, seperti Makassar pada 2018 serta Bangka dan Pangkalpinang pada 2024, sebagai bentuk protes politik masyarakat atas terbatasnya pilihan. Menurut Idham, meskipun Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 telah melonggarkan ambang batas pencalonan, reformasi regulasi yang lebih komprehensif tetap diperlukan agar Pilkada menjadi arena kompetisi gagasan yang sehat dan bermakna.
Memasuki sesi diskusi, Dr. Utang Rosidin, S.H., M.H. selaku penulis memaparkan gagasan utama yang tertuang dalam buku Pemilihan Calon Tunggal Kepala Daerah. Pembahasan kemudian diperkaya melalui tanggapan dari Dr. H. Endun Abdul Haq, M.Pd. dan Dr. Jamaludin Ghafur, S.H., M.H. selaku panelis.
Diskusi tersebut juga menjadi ruang pertukaran pandangan antara perspektif akademik dan pengalaman praktis dalam penyelenggaraan pemilihan. Melalui forum ini, peserta diajak untuk melihat fenomena calon tunggal tidak hanya dari sisi regulasi dan teknis penyelenggaraan, tetapi juga dalam kerangka penguatan demokrasi dan kualitas kompetisi politik.
Kegiatan ditutup oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Adie Saputro, yang menyampaikan bahwa pembahasan dan kajian mengenai berbagai tema kepemiluan tidak berhenti pada kegiatan Bedah Buku Seri I, tetapi dapat terus berkembang menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bagi penyelenggara pemilu.