Memperkuat Fondasi Hari Ini Untuk Pemilu Yang Lebih Baik Esok Hari
JAKARTA – Ketua Divisi SDM, Penelitian, dan Pengembangan KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, hadir sebagai fasilitator dalam Orientasi Tugas Anggota KPU Provinsi serta KPU/KIP Kabupaten/Kota yang diselenggarakan KPU RI di Rindam Jaya, Jakarta (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Orientasi Tugas Gelombang V (KPU Provinsi) dan Gelombang XII (KPU/KIP Kabupaten/Kota) yang berlangsung pada 5–10 April 2026. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU RI Parsadaan Harahap, serta dihadiri Idham Holik, Betty Epsilon Idroos, Iffa Rosita, dan August Mellaz bersama jajaran Eselon I dan II Setjen KPU.
Sebanyak 141 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini, termasuk 3 peserta PAW dari Jawa Barat yang berasal dari KPU Kabupaten Garut, KPU Kota Depok, dan KPU Kota Bogor.
Orientasi ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas melalui materi dari pimpinan KPU RI dan fasilitator, yang menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan kesiapan dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu.
Parsadaan Harahap menekankan bahwa SDM merupakan “jantung” KPU yang harus selalu dalam kondisi terbaik. Iffa Rosita menegaskan orientasi sebagai ruang transformasi untuk membentuk pelayan demokrasi yang tangguh dan berintegritas. Idham Holik menggarisbawahi kepemimpinan melayani sebagai fondasi dalam menjaga kemurnian suara rakyat dan kepercayaan publik.
Betty Epsilon Idroos menyoroti pentingnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengelolaan informasi, serta digitalisasi sebagai pilar pemilu yang akurat dan transparan. Sementara August Mellaz menekankan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih menjadi kunci dalam menjaga partisipasi serta membangun kepercayaan publik.
Fasilitator turut memberikan penguatan teknis dan praktis terkait tugas, wewenang, dan kewajiban anggota KPU, pemilu inklusif, kode etik dan perilaku, mitigasi risiko tahapan, kepemimpinan, komunikasi strategis, hingga penanganan sengketa hukum.
Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu bergerak cepat, adaptif, serta menjaga kualitas dan integritas dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
Pemilu kuat, lahir dari SDM yang tangguh, melayani, dan berintegritas.