Project Description

Bandung,-

Mengawali hari pertama masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat melakukan Deklarasi Kampanye Damai di kawasan Car Free Day Dago, Minggu, (23/9/2018). Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Deklarasi Kampanye Damai yang mengambil tema “Indonesia menolak Hoax, Politisasi SARA dan Politik Uang” itu dimulai sejak pagi hari. Kegiatan yang dipusatkan di depan Hotel Geulis tersebut dipadati ratusan orang. Sebagai simbol keberagaman dan ke Indonesiaan, seluruh pengunjung mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sebagai kegiatan awal, deklarasi dilakukan dengan melakukan parade dan konvoi ke ujung jalan Dago-Taman Cikapayang yang diikuti oleh seluruh peserta. Spanduk berukuran besar bertuliskan tema kegiatan tampak di barisan depan disusul tim marching band. Setelah itu, disusul barisan peserta kampanye damai terdiri dari Komisioner KPU Prov. Jawa Barat, Ketua-ketua Partai, sejumlah calon anggota legislatif serta calon anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat.

Konvoi yang menempuh sekitar 3 km itu berakhir kembali di tempat star, yang juga menjadi lokasi prosesi deklarasi. Prosesi itu sendiri diawali dengan pembacaan ikrar damai yang disampaikan salah seorang atlit nasional asal Jawa Barat. Kemudian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti dari perwakilan seluruh partai peserta Pemilu ditingkat Jawa Barat serta calon anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat. Puncak acara kemudian ditutup doa dan pelepasan 7 ekor burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Komisioner KPU Jawa Barat, Nina Yuningsih mengatakan, deklarasi tersebut dibuat untuk mengajak seluruh kontestan untuk sama-sama mendorong berlangsungnya proses Pemilu secara aman dan damai. Nina mengatakan, tiga hal yang dititikberatkan dalam deklarasi tersebut, yakni anti hoax, anti politik uang dan anti SARA. “Jika kita sama berkomitmen terhadap tiga poin itu, maka proses Pemilu di Jawa Barat akan berlangsung damai,” kata Nina Yuningsih.

Selanjutnya ia mengajak seluruh peserta Pemilu agar betul-betul mewujudkan deklarasi damai tersebut. Salah satu yang ia tawarkan adalah agar lebih fokus pada visi dan misi serta program kerja dari masing-masing partai politik, calon anggota DPR, DPRD Prov. serta DPRD Kab/Kota. “Sebaiknya kita sebisa mungkin menghindari hoax dan fitnah karena akan mengkhianati proses deklarasi damai ini,” tambah Nina.

Ia kemudian beromantisme tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang digelar Juli 2018. Ia melihat proses Pilgub Jabar pada Juli 2018 lalu patut di contoh. Sebab prosesnya tersebut berlangsung sukses, lancar, aman dan damai bahkan hasilnya tidak berujung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan pantauan Media Centre KPU Jawa Barat, proses deklarasi berlangsung cukup meriah. Komisioner KPU Jawa Barat hadir bersama staf sekertariat KPU Prov. Jabar. Turut hadir sejumlah undangan penting termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa. Kegiatan tersebut diramaikan dengan pertunjukan hiburan berupa tarian tradisional Jawa Barat dan pertunjukan grup musik angklung.

Masa kampanye sendiri akan berlangsung lebih dari 200 hari. Yakni dimulai dari tanggal 23 September 2018 dan akan berakhir 13 April 2019. Kampanye terbagi dalam dua tahapan, yakni kampanye melalui pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum dan pemasangan alat peraga berlangsung dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Sedangkan tahapan kampanye kedua melalui rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik dari tanggal 24 Maret hingga 13 April 2019.

(Media Centre)

IMG_0412 IMG_0416 IMG_20180923_071322 IMG_20180923_073224 IMG_20180923_074335 IMG_20180923_074956 IMG_20180923_080804