Bandung,-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat dan KPU Kabupaten Sukabumi terus menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih jelang Pemilihan Serentak 2020. Kali ini, sosialisasi dilakukan di Aula KPU Kabupaten Sukabumi dengan mengundang tokoh agama kristen dari Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) se-Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Dihadapan peserta, Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat, Idham Holik, mengatakan, jika kelompok keagamaan menjadi bagian penting dalam demokrasi. “Keberagaman merupakan keniscayaan dalam kehidupan di masyarakat dan keberagaman mengajarkan demokrasi,” kata Idham Holik, Selasa, (24/12/2019).

Ia menambahkan, bahwa semua agama memiliki etika politik. Apalagi jika panggung politik dipandang sebagai bagian dari ibadah maka politik harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ibadah. Etika politik yang dilandasi agama juga terkait dengan prinsip-prinsip hubungan antarmanusia. Dengan demikian, kata Idham, politik akan menumbuhkan saling menghargai hak orang lain dan tidak memaksakan kehendak harus berlaku dalam dunia politik.

Salah satu yang menjadi sorotan mantan Ketua KPU Kabupaten Bekasi ini adalah etika politik terkait politik koruptif. “Agama manapun tak ada yang membolehkan perilaku koruptif,” tegas Idham.

Olehnya itu, Idham mengajak kepada peserta sosialisasi untuk membantu KPU untuk menyukseskan pemilihan serentak 2020 mendatang. Apalagi ia menegaskan, bahwa proses politik bukan ritual tahunan melainkan proses kedaulatan rakyat. “Sosialisasi bisa dilakukan di gereja-gereja, menyampaikan kepada jamaah demi kesuksesan bersama dalam penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati di Sukabumi,” tambahnya.

Sosialisasi dan Diklih itu sendiri berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari para pengurus Persatuan Gereja di Cibadak Sukabumi.

(Media Center)

WhatsApp Image 2019-12-25 at 06.48.36

WhatsApp Image 2019-12-25 at 06.48.42