Bandung,-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyiapkan terobosan untuk melakukan digitalisasi dokumen pencalonan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada Pemilu 2019. Hal tersebut mengemuka pada diskusi terbatas dengan Bawaslu Jabar, Kesbangpol dan Liaison Officer (LO) partai politik di Jawa Barat, Jumat, (27/12/2019).

001    WhatsApp Image 2019-12-31 at 12.17.13 (4)

Ketua Divisi Teknis KPU Jabar, Endun Abdul Haq, mengatakan, digitalisasi dokumen pencalonan anggota DPRD Provinsi Jabar pada Pemilu 2019 merupakan hal penting. Hal itu dilakukan sebagai bagian untuk merekam lembaran sejarah politik di Jawa Barat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Ini adalah proses sejarah yang kita tidak bisa lupakan. KPU dan partai politik adalah pelaku dalam proses itu,” kata Endun Abdul Haq dihadapan peserta diskusi di ruang rapat pleno KPU Jabar.

Ia menambahkan, materi yang didokumentasikan adalah seluruh calon anggota legislatif yang namanya terdaftar saat pencalonan anggota legislatif ke KPU Jawa Barat. KPU, lanjut Endun, sekaligus mendigitalisasi paca calon terpilih dari 16 partai. “Kita memiliki data lebih dari 1.400 orang yang bersaing memperebutkan 120 kursi DPRD Jawa Barat,” tambah Endun.

Olehnya itu, ia mengajak kepada seluruh LO partai politik untuk bersinergi dalam upaya pendigitalisasian dokumen pencalonan tersebut. Utamanya dalam menyiapkan dokumen dalam bentuk softcopy. Positifnya, menurut Endun, adalah memudahkan semua pihak ketika partai mengajukan pergantian antar waktu, atau PAW.

Menanggapi hal itu, LO partai politik menyanggupi untuk bekerja sama dengan KPU Jabar. Bahkan sebagian LO langsung menyerahkan daftar nama-nama yang mendaftar menjadi calon anggota DPRD tersebut.

Pada kesempatan sama, Endun juga membahas tahapan pencalonan perseorangan 2020. Seperti perbedaan pencalonan pada pilkada serentak 2018 dengan 2020 sesuai yang ada dalam putusan KPU. Ikut dibahas soal perbedaan jenis formulir dan dukungan pada Pilkada serentak 2018 dengan 2020 mendatang.

(Media Center)

002   004

006   007