Bandung,-
Pemanfaatan Teknologi informasi sudah menjadi keniscayaan pada era 4.0. Tak terkecuali pemanfaatan teknologi dalam kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu). Hal tersebut mengemuka pada pertemuan terbatas antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Gedung Rektorat ITB, Jl. Tamansari No.64, Kota Bandung, Jumat, (11/10/2019).

Hadir dari KPU RI antara lain Ketua KPU RI Arief Budiman, didampingi sejumlah komisioner, antara lain Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tanthowi, Viryan dan Sekertaris Jenderal KPU RI, Arief Rahman Hakim, termasuk Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok serta sejumlah komisioner lainnya. Kunjungan KPU RI diterima langsung Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi, didampingi tim IT dari ITB.

Menurut Ketua KPU RI, Arief Budiman, kunjungan tersebut merupakan silaturrahmi sekaligus melakukan penjajakan terkait kerjasama untuk membangun sistem rekapitulasi suara berbasis elektronik (e-Rekap) yang akan dicoba diterapkan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Penggunaan e-rekap, diyakni jauh lebih baik dibanding cara penghitungan manual seperti yang digunakan selama ini dalam pemilu di Indonesia. “Dengan e-rekap, pemilu akan lebih sederhana, anggaran bisa lebih efektif dan efisien, tingkat akurasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan meminimalisir kecurangan serta meringankan kerja-kerja penyelenggara pemilu dari semua tingkatan,” kata Arief Budiman kepada wartawan.

Ia menambahkan, Pemilu 2019 sebenarnya telah menggunakan e-rekap, dengan penggunaan aplikasi sistem perhitungan suara (Situng). Namun demikian, hasil situng tidak bisa dijadikan dasar dalam menentukan pemenang. melainkan hanya sebagai pembanding data proses rekapitulasi manual secara berjenjang. Sehingga ke depan, e-rekap sudah bisa dijadikan sebagai dasar untuk menentukan penghitungan suara.

“Melalui e-rekap, prosesnya tidak lagi memakan waktu hingga berhari-hari. Tapi paling tidak bisa dalam hitungan beberapa hari sehingga masyarakat pun dapat dengan cepat mengetahui hasil pemungutan suara dengan cepat,” tambah Arief.

Ia juga menjelaskan, kerjasama dengan ITB terkait penghitungan suara bukan yang pertama kalinya. Bahkan diakui, kerjasama tersebut sudah dilakukan sejak Pemilu 2004. Pengalaman kerjasama itu jugalah yang membuat KPU kembali ingin menggandeng ITB untuk mempersiapkan proses e-rekap di Pemilukada 2020 sebagai kerjasama jangka pendek dan pemilu 2024 sebagai kerjasama jangka panjang.

Olehnya itu, sebelum 2019 berakhir, KPU berupaya akan mendorong regulasi penggunaan e-Rekap ke DPR RI agar bisa segera ditetapkan. Regulasi tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU). Selanjutnya akan dibahas soal administrasi dan anggarannya dalam membangun sistem tersebut.

Sementara itu, Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengucapkan terima kasih karena menggandeng ITB sebagai bagian dalam menyukseskan pemilu mendatang.

“Demi NKRI, ITB siap membantu KPU RI dalam proses pelaksanaan Pemilukada 2020 dan Pemilu 2024 terkait rencana penerapan e-rekap,” kata Kadarsyah.

Pada kesempatan itu juga, KPU RI memberikan pernghargaan kepada ITB yang telah menjadi tim IT dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

(Media Center)

 

3 8 9