Bandung,-
Partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Jawa Barat terbilang cukup tinggi. KPU provinsi Jawa Barat menyatakan, masyarakat yang mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya mencapai angka di kisaran 82 persen. Itu artinya, pemilih di Jawa Barat melewati target KPU Jawa Barat, yakni sekitar 77 persen.

Partisipasi masyarakat yang cukup signifikan dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendapat apresiasi dari Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok. Menurut Rifqi, meningkatnya partisipasi pemilih melengkapi suksesnya proses pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 di Jawa Barat. Bahkan, kenaikan partisipasi masyarakat tersebut juga menjadi sorotan dari KPU RI.

“Kita menjadi perbincangan di tingkat nasional gegara partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di TPS meningkat signifikan,” kata Rifqi Ali Mubarok dihadapan para peserta evaluasi di Hotel Grand Tjokro, Kamis, (12/9/2019).

Lebih jauh, Rifqi menyebutkan, untuk Pemilu di Jawa Barat KPU Jabar memiliki dua perhitungan. Yakni jika dihitung dari DPT, maka persentase pemilih di jabar itu sekitar 82 persen. Sedangkan jika dihitung dari yang menggunakan hak pilih/hadir di TPS, maka angka partisipasi sekitar 79 persen.

“Dari 33 juta, ada 27 juta yang memilih di TPS. Itu artinya warga jabar telah menunaikan haknya di TPS tanpa intervensi apapun,” sebut Rifqi lagi.

Mantan Ketua KPU Kota Bandung juga memiliki beberapa catatan tentang partisipasi pemilih. Seperti partisipasi pemilih di KPU Kabupaten Indramayu, yang pertama kalinya menembus diatas 70 persen. Padahal biasanya disekitar 60 persen. Sementara untuk partisipasi pemilih yang tertinggi masih dipegang oleh KPU Kota Tasikmalaya dengan persentase 87 persen.

“Jika dirata-ratakan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat itu diatas 70 persen,” tambahnya lagi.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di delapan kabupaten kota, angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 bisa menjadi acuan sekaligus menjadi tantangan. Olehnya itu, Rifqi berharap, partisipasi pemilih masih bisa ditingkatkan. “Paling tidak kita bisa pertahankanlah angka itu,” lanjut Rifqi.

Sementara itu, kegiatan evaluasi tersebut berlangsung hingga tengah malam. Untuk lebih mendalami dan menganalisa sosialisasi dan partisipasi masyarakat Pemilu 2019 di Jawa Barat, kegiatan rapim dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan studi kasus sejumlah kabupaten dan kota. Kegiatan diskusi ini dipimpin langsung Kadiv Sosialisasi dan Parmas KPU Jabar, Idham Holik.

Pada sesi pertama mengangkat tema tentang Sosialisasi, Aktivasi, dan peningkatan Parmas, dengan mengangkat studi kasus dari KPU Kabupaten Bogor, KPU Kabupaten Indramayu dan KPU Kabupaten Sukabumi. Pada sesi kedua, mengangkat tema Hubungan Kelembagaan dan Sukses Sosialisasi Pemilu 2019 dengan studi kasus KPU Kota Bandung, KPU Kabupaten Purewakarta dan KPU Kabupaten Majalengka. Dan sesi ketiga bertemakan Manajemen Kerja Sosialisasi Relawan Demokrasi dengan studi kasus dari KPU Kabupaten Garut, KPU Kabupaten Sumedang dan KPU Kota Sukabumi.

“Hasil dari sosialisasi Parmas ini akan menjadi rekomendasi dan catatan untuk disampaikan ke KPU RI pada pertemuan nasional Parmas di Surabaya akhir September,” tutup Idham Holik.

(media center)

 

2 11 16 19 20 21