Bandung,-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kordinasi dengan pihak media dan seluruh peserta Pemilu di Jawa Barat di Aula Setia Permana, Senin, (11/03/2019). Rapat kordinasi tersebut membahas persoalan teknis aturan iklan kampanye pemilihan umum 2019.

Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Divisi Sosialisasi KPU Jawa Barat, Idham Holik. Ia didampingi oleh Kepala Divisi Teknis KPU Jabar, Endun Abdul Haq, Perwakilan Bawaslu Jawa Barat, Wasikin serta Kasubag Teknis dan Hupmas, Cecep Nurzaman.

6

Dalam pertemuan ini, KPU mengundang seluruh peserta Pemilu, baik dari partai politik, DPD dan tim kampanye Capres dan Cawapres. Selain itu, KPU Juga mengundang pimpinan media cetak, elektronik dan online serta perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia Daeraj (KPID) Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Idham Holik mengingatkan kepada seluruh peserta pemilu untuk menguasai betul soal aturan kampanye yang diatur dalam PKPU Nomor 33 tahun 2018, perubahan dari PKPU sebelumnya. Resikonya menurut Idham, bisa melanggar pidana Pemilu.

“Jadi peserta pemilu harus hati-hati betul dalam persoalan iklan kampanye tersebut,” tegas Idham Holik dihadapan peserta Rakor, Senin sore.

Ia menambahkan jika dalam beriklan di media, sudah diatur dengan batasan yang ada. Ia mencontohkan jika beriklan di Media cetak (koran harian) paling besar 810 milimeter kolom atau 1 (satu) halaman, untuk setiap media cetak (koran harian), setiap hari selama masa kampanye melalui iklan. Kemudian di media Radio, paling banyak 10 spot, durasi paling lama 60 detik per spot, untuk setiap stasiun radio, setiap hari selama masa kampanye melalui iklan.5

Selain itu, di media televisi, paling banyak 10 spot, durasi paling lama 30 detik per spot untuk setiap stasiun televisi, setiap hari selama masa kampanye melalui iklan. Terakhir, aturan iklan di media daring (online), paling besar ukuran horizontal 970 × 250 piksel dan ukuran vertikal paling besar 298 × 598 piksel untuk setiap media daring (online), setiap hari selama masa kampanye melalui iklan.

 

“Semua iklan tersebut harus dicopot pada tanggal 13 April pukul 00:00 WIB karena lewat dari itu sudah masuk tanggal 14 April dimana sudah masuk tahapan minggu tenang,” ujarnya lagi.

Seperti diketahui, kampanye di media massa melalui iklan itu berlangsung selama 21 hari, dimulai tanggal 24 Maret hingga 13 April 2019.

(Media Centre)

1

3

4