Bandung,-
75 Hari jelang pencoblosan Pemilu Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kordinasi Pengelolaan Logistik Pemilu 2019 di Aula Setia Permana, Jumat, (1/2/2019). Kegiatan ini dihadiri Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Alimubarok, didampingi Komisioner lainnya, seperti Nina Yuningsih, Undang Suriyatna, Idham Holik dan Reza Alwan Sovnidar. Sementara 54 peserta Rakor berasal dari Komisioner yang mimbidangi Logistik dan Teknis.

Rakor dibuka secara resmi Ketua KPU Jabar, Rifqi Alimubarok. Dalam arahannya, Rifqi mengajak seluruh komisioner untuk bekerja hati-hati terkait pengelolaan Logistik Pemilu 2019. Rifqi kembali mengingatkan jika Pemilu Serentak 2019 merupakan pesta demokrasi yang memiliki tantangan yang cukup berat.

Masih terkait pengelolaan Logistik Pemilu 2019, Rifqi juga mengatakan untuk bekerja cermat dan teliti. Ia berharap persoalan logistik di Jawa Barat tidak menimbulkan persoalan pada hari pencoblosan. “Logistik pada Pemilu 2019 di Jawa Barat harus tepat jumlah, tepat waktu, tepat jenis dan tepat distribusi,” tegas Rifqi Alimubarok.

Sementara itu, Komisioner KPU Jabar Divisi Logistik, Nina Yuningsih menegaskan, persoalan pengelolaan logistik harus betul-betul menjadi perhatian. Sebab sedikit saja masalah, maka bisa menimbulkan persoalan besar seperti PSU dan pidana. Sehingga ia berharap, pemahaman pengelolaan logistik ini bisa ditransformasi ke PPK dan KPPS nanti.

Ia juga memperlihatkan sejumlah formlulir yang harus diisi oleh KPPS pada hari pencoblosan. Seperti form C, form C1, form DAA-1, DA-1. Tak tanggung-tanggung, setiap Ketua KPSS harus mengisi sedikitnya puluhan halaman formulir sebagai bagian dari proses penghitungan suara nanti.

(Media Centre)

1

2

4

5

6