Bandung,
Komisi Pemi¬lihan Umum (KPU) Jawa Barat merampungkan data pemilih untuk Pemilu Serentak 2019 di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Hal tersebut mengemuka pada rapat pleno rekapitulasi DPTb di Hotel Sheraton, Bandung, Senin (18/02/2019), malam.

Rapat dipimpin langsung Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok, didampingi enam komisioner lainnya, yakni Endun Abdul Haq, Idham Kholik, Undang Suryatna, Reza Alwan Sovnidar, Titik Nurhayati dan Nina Yuningsih. Turut mendampingi Plt. Sekretaris KPU Jabar, Teppy Dharmawan. Pleno rekapitulasi DPTB tersebut juga dihadiri dari Bawaslu Jabar, Disdukcapil Jabar serta peserta Pemilu, mulai dari partai politik, calon anggota DPD serta dari tim kampanye daerah calon Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam rekapitulasi tersebut, Rifqi Ali Mubarok menyebutkan, terdapat tambahan 41.000 pemilih pindahan di daerah ini pada Pemilu 2019. Mereka berasal dari luar Jawa Barat dan akan menggunakan hak pilihnya di tanah Pasundan.

“Tiga daerah terbanyak yang akan menerima pemilih pindahan adalah Kota Bandung, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang,” tegas Rifqi Ali Mubarok dihadapan peserta rekapitulasi.

Secara terinci, lanjut Rifqi, di Kabupaten Bogor terdapat pemilih tambahan sebanyak 7.800 orang, kota Bandung 7.000 orang, dan Kabupaten Sumedang sekitar 6.000 orang. Ketiga daerah tersebut menjadi penyumbang terbanyak DPTb karena termasuk daerah pendidikan.

“Daerah tersebut banyak sekolah dan perguruan tinggi, jadi faktor utamanya adalah siswa dan mahasiswa,” tambahnya.

Selain pemilih tambahan, KPU Jabar juga mencatat adanya pemilih dari Jawa Barat yang pindah ke daerah lain. “Jumlahnya sekitar 20.000-an orang,” ujar Ketua KPU Kota Bandung periode 2013-2018 tersebut.

Dengan adanya penambahan tersebut, Rifqi menginstruksikan KPU kabupaten/kota supaya bisa melayani pemilih pemula yang ada di perguruan tinggi negeri/swasta. Sebab, mereka bisa masuk dalam daftar pemilih tambahan.

(Media Centre)

2

3

5