Bandung,-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan telah siap melaksanakan Pemilu 2019, April mendatang. Hal tersebut mengemuka rapat kordinasi dan sosialisasi kelembagaan dengan peserta Pemilu 2019 di Aula Setia Permana, Rabu, (30/1/2019).

“InsyaAllah kami sudah siap untuk Pemilu 2019,” tegas Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Alimubarok dihadapan tim penghubung Peserta Pemilu.

Pernyataan tersebut cukup berdasar dengan sejumlah parameter. Yakni sebagian besar logistik yang sudah sebagian besar telah diproduksi dan diterima, data pemilih yang sementara penyempurnaan khususnya DPTb dan DPK, penyelenggara yang tinggal perekrutan anggota KPPS serta peserta Pemilu yang terus menerus melakukan kampanye di seluruh daerah.

“Jika demikian sudah 80 persen kesiapan. 20 persen sisanya adalah surat suara, formulir dan perekrutan KPPS Februari mendatang,” tegasnya lagi.

Pada kesempatan sama, Rifqi juga membeberkan sejumlah tahapan dan problematika yang dihadapi KPU saat ini. Seperti data-data partisipasi pemilih pada Pemilu yang cenderung stagnan. Di Jawa Barat, partisipasi pemilih di tahun 2009 dan 2014 berada dikisaran 70 persen. Kabar baiknya, pada Pilgub 2018, partisipasi pemilih mencapai 73 persen.

Problematika lainnya, adalah tentang maraknya narasi negatif dan informasi bohong. Rifqi berharap, agar peserta Pemilu saling mendukung untuk memilih untuk menyebarkan narasai positif dan menolak narasi negatif serta berkampanye dengan mencerahkan dan mencerdaskan. “Kami khawatir ini menjadi kendala utama untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan lebih memilih golput,” tegas Ketua KPU Kota Bandung periode 2013-2018 tersebut.

Hal lain adalah persoalan logistik. Namun demikian, KPU akan berupaya maksimal agar logistik harus tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu dan tepat distribusi. Kemudian ia juga menjamin soal penghitungan yang akan berlangsung secara transparan dan bisa diakses melalui aplikasi situng.

Sementara itu, rakor sosialisasi berlangsung hangat dan mendapat respon dari para tim penghubung peserta pemilu. dalam sesi dialog, mengemuka sejumlah pertanyaan dan keluhan. Seperti soal susahnya melakukan perekrutan KPPS karena terkendala masalah periodesasi. KPU Juga diharapkan agar ada antisipasi awal terkait distribusi suara agar tidak terjadi adanya surat suara tertukar atau salah dapil.

Para tim penghubung juga menanyakan soal boleh tidaknya pemberian uang transportasi kepada peserta kampanye, kemudian saksi yang dibiayai oleh pemerintah serta pelaksanaan bimtek saksi. Persoalan yang cukup menarik dari forum peserta adalah pelaporan LHKPN dari para caleg DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pertemuan berlangsung sekitar 4 jam. Hadir dalam kegiatan tersebut Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq, Idham Holik dan Undang Suriyatna serta dari Bawaslu Jawa Barat, Tulus Arifan. Turut hadir dari sejumlah tim penghubung, baik dari tim kampanye Capres/Cawapres, DPD serta dari Partai Politik.

(Media Centre)

1

3

4

5

6

7