Bandung,-
82 hari menuju Pemilu Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengadakan Rapat Kordinasi Pengelolaan Logistik pada Pemilu 2019, Jumat, (25/1/2019). Kegiatan tersebut dilakukan di Aula Setia Permana, dihadiri oleh Komisioner Provinsi dan Kabuaten/Kota se Jawa Barat serta Kabag Keuangan, Umum dan Logistik KPU se Jawa Barat.

Rapat Kordinasi Logistik tersebut dibuka Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok, didampingi Kepala Divisi Logistik Nina Yuningsih. Turut hadir anggota komisioner lainnya, yakni Endun Abdul Haq dan Undang Suryatna bersama PLH Sekretaris KPU Jabar, Teppy Dharmawan dan Kabag KUL KPU Jabar, Edy Supari.

Dalam sambutannya, Rifqi Ali Mubarok menyampaikan lima poin penting yang terkait tentang pengelolaan logistik Pemilu 2019. Pertama, soal pengelolaan alat kelengkapan TPS, kemudian pengelolaan kotak dan bilik suara, pengelolaan gudang penyimpanan bilik dan kotak suara, pengelolaan sampul dan formulir serta pengelolaan distribusi logistik.

“Kelima poin tersebut sangat krusial dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019,” kata Rifqi Ali Mubarok.

Sehingga, lanjut Rifqi, kelima poin itu harus menjadi titik perhatian utama bagi KPU, dari provinsi hingga penyelenggara paling bawah. Pada Rakor tersebut, ia meminta kepada KPU Kab/Kota se Jabar untuk mendata betul-betul kebutuhan logistik di masing-masing daerah. Hal itu penting untuk memastikan agar persoalan logistik tidak menimbulkan masalah pada saat hari pencoblosan nanti.

“Mulai hari ini kita harus pastikan dan data betul-betul kebutuhan kita. Tidak ada yang kurang dan tidak ada kelebihan,” tegasnya lagi.

Ia kembali mengingatkan, jika Jawa Barat merupakan provinsi dengan pemilih tertinggi di Indonesia, dengan 33.270.845 pemilih yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Jawa Barat memiliki 627 kecamatan, 5.957 kelurahan/desa dan 138.050 TPS. Dengan jumlah tersebut, logistik di Jawa Barat tentu saja jumlahnya akan lebih banyak dibanding provinsi lain.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan logistik yang profesional dan teliti demi mewujudkan logistik yang tepat jumlah, tepat jenis dan tepat distribusi. “Semoga nanti tidak ada logistik yang tertukar,” harap Ketua Kota Bandung Periode 2013-2018 tersebut.

(media centre)

3

4

5

6

7