Bandung,-
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kordinasi pembentukan relawan demokrasi (Relasi) di Aula Setia Permana, Selasa, (29/1/2019). Kegiatan tersebut diikuti sekiitar 75 orang, terdiri dari komisioner KPU Jabar, Komisioner divisi Sosialisasi se Kab/Kota serta Kasubag Teknis dan Hupmas KPU se Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Komisioner KPU Jabar, Undag Suriatna, didampingi Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok. Dua komisioner lainnya, Endun Abdul Haq dan Idham Holik serta PLT Sekretaris KPU Jabar, Teppy W Dharmawan tampak mendampingi selama proses pembukaan.

Dalam arahannya, Undang Suriatna, mengatakan, pembentukan Relasi merupakan bagian penting dalam proses menuju Pemilu 2019. Pasalnya, Relasi akan menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Mereka akan datang langsung ke masyarakat sesuai basis yang telah ditentukan dan melakukan tatap muka langsung,” kata Undang dihadapan peserta Rakor.

Untuk itu ia berharap agar Relasi bisa bekerja maksimal dalam melakukan sosialisasi terkait Pemilu Serentak 2019. Sebab tujuan utama dari pembentukan Relasi memang untuk peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu nanti. “Kita harus bisa memenuhi target partisipasi pemilih sekitar 77 Persen,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok saat menyampaikan sambutannya menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi tantangan Relasi melakukan kerja-kerja di lapangan. Yang pertama tentang adanya upaya sejumlah kelompok masyarakat yang mengkampanyekan untuk memilih golput. Yang kedua, terkait polarisasi pemilih karena adanya dua calon sejak tahun 2014.
Kemudian yang ketiga, lanjut Rifqi, tentang tingkat partisipasi pemilih pada Pilpres yang cenderung stagnan. Dan yang terakhir adalah kseiapan SDM Relasi untuk menyampaikan pendidikan pemilih kepada masyarakat.

Namun demikian, dengan pemahaman dan pembekalan yang dilakukan, Rifqi berharap agar Relasi betul-betul diberikan pengetahuan yang banyak tentang kepemiluan. Sebab itulah yang menjadi modal utama bagi mereka ketika terjun dan bertatap muka langsung dengan para pemilih. Seperti bagaimana menyadarkan masyarakat untuk tidak Golput dan mengajak untuk memilih pada 17 April 2019 mendatang.

“Nantinya kerja-kerja Relasi harus betul dioptimalkan agar Pemilu Serentak di Jawa Barat bisa berlangsung lancar, aman dan damai,” tutup Rifqi.

Terkait dengan pembentukan Relasi tersebut, Jawa Barat saat ini telah merekrut sebanyak 1.485 Relasi yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Mereka akan bergerak paling depan dalam bertugas mensosialisasikan Pemilu Serentak 2019 hingga tiga bulan mendatang.

(Media Centre)

1

2

3

4

5