Project Description

KPU Provinsi Jawa Barat pada hari Rabu, tanggal 16 s.d 18 November 2016 yang lalu, mengadakan kegiatan sosialisasi bagi para operator Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu para operator SAIBA dan SIMAK BMN KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatan kualitas penyusunan laporan keuangan Semester II Ta 2016 mendatang, dan memberikan arahan dalam melakukan reviu tingkat satker (telaahan) laporan keuangan. Sosialisasi dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Barat yaitu oleh ibu Nina Yuningsih, S.Ag, S.Pd, MM. Dalam arahannya, beliau memaparkan mengenai kinerja dan etos kerja yang berkualitas yang harus diterapkan oleh seluruh pegawai KPU terutama oleh para operator sehingga dapat menunjang kualitas kinerja terutama dalam penyusunan laporan keuangan. Arahan lain disampaikan oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Bapak Ferdhiman Bariguna, ST, dimana dalam arahannya beliau membahas tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan laporan keuangan, diantaranya adalah melakukan reviu laporan keuangan sehingga menghasilkan opini positif yang berdampak kepada peningkatan kepercayaan masyarakat dan penatausahaan  kelengkapan – kelengkapan penunjang laporan keuangan sehingga laporan keuangan yang dibuat adalah laporan keuangan yang lengkap dan berkualitas.

Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh pemateri dari Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP) perwakilan Provinsi Jawa Barat dan dari Inspektorat KPU RI. Materi pertama yang disampaikan oleh BPKP yaitu tentang gambaran umum laporan keuangan dan pembahasan mengenai aplikasi SAIBA dan SIMAK BMN beserta basis akuntansi yang harus dipahami oleh seluruh operator SAIBA serta dasar- dasar pengelolaan aset dan transaksi yang ada dalam SIMAK BMN tersebut. Materi lainnya yang disampaikan adalah mengenai langkah – langkah telaahan yang harus dilakukan oleh setiap KPU Kabupaten/Kota terhadap laporan keuangannya masing – masing. Sehingga dapat melakukan perbaikan – perbaikan laporan keuangan dari hasil telaah tersebut. Hal ini sangat penting dilakukan agar kualitas laporan keuangan yang disusun oleh para operator SAIBA dan SIMAK BMN ini terus meningkat dan akuntabel.

Sementara itu, Inspektorat KPU RI yang diwakilkan oleh Bapak Doni Irfani memberikan arahan mengenai  peningkatan sistem pengendalian intern dalam rangka mewujudkan laporan keuangan KPU yang handal. Dalam materinya, beliau membahas tujuan dan sasaran pemeriksaan beserta permasalahan – permasalahan yang kerap terjadi di KPU selama ini. Berdasarkan permasalahan – permasalahan tersebut, beliau menjelasakan perlunya dibangun sebuah Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, terutama oleh KPU karena SPI memiliki peranan dalam pemberian keandalan pelaporan yang menjadi dasar pemberian opini oleh BPK. Selain sistem akuntansi, sistem akuntabilitas kinerja instansi pun ikut menyumbang peranan dalam pembentukkan keandalan kinerja instansi, sehingga kolaborasi antara sistem akuntansi instansi dan sistem akuntabilitas kinerja instansi ini akan menghasilkan Outcomes yaitu : Kesejahteraan, Sustainable Development, dan Social Responsibilities. (winA**)